Persiapkan Tubuh Saat Puasa, Perbanyak Makan Sayur

"Ya Allah, terimalah ibadah kami dan pertemukanlah kami pada Ramadhan tahun depan", doa yang banyak kita panjatkan semenjak Ramadhan sebelumnya. InsyaAllah dalam beberapa hari lagi kita akan menjumpai kembali bulan Ramadhan tahun ini yang nikmat ibadahnya sangat kita tunggu-tunggu.

Jelang puasa, yang jadi pemandangan umum dan paling terlihat, adalah kehebohan yang terjadi di pasar-pasar, supermarket dan hypermarket. Semua orang berbondong-bondong memborong bahan makanan dalam jumlah yang lebih banyak dan variasi yang mungkin agak berbeda dibanding biasanya. So, we know that supermarket didn't put some huge displays on syrups, biscuits and and other foods for no reason, don't we?

Kalau dipikir geli juga ya, kenapa justru harus menyetok makanan yang lebih banyak untuk mempersiapkan bulan puasa, padahal asupan kita kan berkurang. Mungkin, alasannya adalah supaya kita tidak repot bolak-balik berbelanja pada saat puasa. Tetapi, bahan makanan apa yang kita perbanyak persediannya menjelang bulan puasa? Apakah sesuai dengan yang banyak 'ditawarkan' di toko-toko tersebut, sirup dan biskuit? 

Yang Terjadi pada Tubuh saat Puasa

Saya tertarik untuk berbagi fakta, berdasarkan diskusi dengan ahli gizi Desy Nur Arista dan SaladStop! tentang apa yang terjadi pada tubuh kita selama (bulan) puasa. Pada hari-hari pertama puasa (hari 1-2), kadar gula darah kita menurun, ditandai dengan rasa lapar intens pada periode ini. Denyut jantung dan tekanan darah menurun, serta glikogen dari hati dan otot digunakan sehingga tubuh merasa lemas. That's why puasa yang terasa 'paling berat' katanya di hari-hari pertama ini ya.

Pada hari ke 3 hingga 7, tubuh mulai menggunakan lemak sebagai sumber energi, sistem pencernaan beristirahat, seluruh energi digunakan untuk pembersihan dan penyembuhan. selain itu, aktivitas sel darah putih dan sistem imun meningkat. Wah, pada periode ini tubuh kita akan mulai mendapatkan manfaat luar biasa dari puasa. Yang ingin menghilangkan lemak, dimanfaatkan sebaik-baiknya ya.

Pada hari ke 8 hingga 15, tubuh kita sangat efisien dalam detoksifikasi dan memungkinkan proses penyembuhan secara alami. Energi meningkat, pikiran lebih jernih, dan lebih baik. Dan selanjutnya hingga hari ke 30 kita berpuasa, tubuh berhasil beradaptasi pada keadaan puasa. Ketika detoksifikasi selesai, tubuh bekerja maksimum dalam poliferasi jaringan untuk mengganti jaringan yang rusak, meningkatkan memori, konsentrasi, dan keseimbangan emosi. 

So its scientifically proven that our body thanks us for this 30 days fasting, and it works miraculously for our health improvement! 

 

Tapi, ya pasti ada tapinya. Bagaimanapun, pada saat puasa tubuh pun perlu asupan nutrisi yang baik untuk mengoptimalkan manfaat puasa pada tubuh selama 30 hari tersebut. Sebenarnya tidak ada lho jenis dan komposisi makanan khusus yang pas untuk bulan puasa, karena rumusnya sama saja; biasakan hanya makan makanan yang sehat. Hanya pada bulan puasa, kita bisa mengatur mana yang pas untuk sahur, dan untuk berbuka.

Asupan nutrisi yang baik saat bulan puasa -juga pada waktu diluar puasa-, adalah makanan dengan gizi seimbang, yang terdiri atas buah-buahan, sayuran, protein, karbohidrat kompleks dan serat, dan cairan sehat yaitu air putih, susu, ataupun jus buah. Makanan tinggi protein akan dicerna perlahan, sehingga terasa kenyang lebih lama. Karbohidrat kompleks dan serat seperti nasi merah, quinoa, oatmeal, serealia utuh, dan serat dari sayuran akan membuat tubuh lebih kenyang dan kadar energi lebih stabil. 

Jadi, disesuaikan saja. Misalnya selama ini ternyata makanan kita setiap hari masih sangat kurang sayuran, perbanyak jumlah sayuran segar karena mengandung serat yang sangat diperlukan tubuh, rendah kalori dan tinggi kandungan air. Jumlah sayuran yang ideal dalam komposisi makan kita adalah sepertiga bagian dalam sekali porsi makan. Buah dan sayur harus tersedia pada saat sahur, buka dan malam hari untuk camilan sehat. 

So, have you prepare more fruits and vegetables on your fridge for Ramadhan supplies? 






please login to comment.

RELATED NEWS

Ada Batik, Songket dan Ikat di Kemasan Pepsodent Baru

Ada Batik, Songket dan Ikat di Kemasan Pepsodent Baru

READ MORE
Raising Breast Cancer Awareness Through the Lens of Margareth Horhoruw

Raising Breast Cancer Awareness Through the Lens of Margareth Horhoruw

READ MORE