Penanganan Tepat untuk Luka

Bila terjadi luka kecil sehari-hari di rumah -luka gores, lecet-, pada anak-anak atau anggota keluarga di rumah apa yang biasa kita lakukan? Membersihkannya dengan alkohol atau mengoleskan obat merah? Banyak dari kita yang masih mempraktikkan prosedur tersebut. Tapi, ternyata membersihkan luka dengan alkohol atau obat merah, tidak tepat dan kurang dianjurkan lho.

Hal ini disampaikan oleh Dr. Adisaputra Ramadhinara, Certified Wound Specialist Physician – seorang dokter spesialis luka bersertifikasi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia “Kandungan dalam banyak produk pembersih luka yang dijual bebas mengandung bahan yang bisa menyebabkan sakit perih dan meninggalkan noda. Bagi saya, pembersih luka yang meninggalkan noda tidak menjadi pilihan karena menutupi luka dengan warna yang bukan warna asli luka tersebut sehingga keadaan luka yang sebenarnya tidak bisa terlihat. Di klink dan rumah sakit, saya lebih memilih untuk menggunakan obat pembersih luka yang mengandung Polyhexanide (PHMB) sebab tidak meninggalkan noda. PHMB juga tidak berbau dan tidak menimbulkan rasa perih,” jelas Dr. Adisaputra Ramadhinara, Certified Wound Specialist Physician – seorang dokter spesialis luka bersertifikasi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Alkohol (seperti Alkohol 70% yang banyak dijual bebas) juga bukan cairan yang tepat untuk membersihkan luka. Alkohol dapat menyebabkan jaringan pada luka menjadi cepat kering, karena sifat alkohol tersebut. Alkohol sebaiknya hanya digunakan sebagai pembersih benda-benda lain, bukan kulit dan jaringan tubuh lainnya. 

Cairan pembersih luka yang mengandung PHMB ini belum banyak diketahui masyarakat, karena memang belum ada produk yang dijual bebas. Untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan pembersih luka yang praktis dan tidak menimbulkan rasa perih, Hansaplast meluncurkan inovasi terbaru yang praktis dan modern untuk membersihkan luka – Hansaplast Spray Antiseptik. Kandungan utama Hansaplast Spray Antiseptik adalah Polyhexamethylene Biguanide (PHMB), zat antiseptik yang banyak digunakan oleh para dokter karena efektif dalam mengatasi infeksi, tidak perih, tidak meninggalkan noda dan tidak berbau.


“Jika bisa membersihkan luka dengan tidak perih, kenapa harus memilih yang sebaliknya? Anggapan bahwa obat pembersih luka yang semakin perih itu semakin bagus adalah sebuah mitos. Ada juga anggapan bahwa luka tidak boleh ditutup karena akan membuat luka tersebut lembab dan tidak bisa kering – ini juga adalah sebuah mitos. Faktanya, pada tahun 1962, telah dilakukan penelitian yang membuktikan bahwa pada keadaan lembab, proses penyembuhan luka bisa berlangsung lebih optimal, dan hal ini mengubah total paradigma yang keliru selama ini mengenai anggapan bahwa luka kering akan lebih cepat sembuh. Setelah dibersihkan luka perlu ditutup untuk menjaganya tidak terkena kuman dari luar, dan setiap kali mengganti plester, sebaiknya luka dibersihkan kembali terlebih dahulu,” ungkap Dr. Adisaputra Ramadhinara.

“Kandungan PHMB dalam pembersih luka yang secara umum digunakan di klinik dan rumah sakit, saat ini diluncurkan oleh Hansaplast dalam bentuk produk OTC / Over the Counter – produk yang djual bebas tanpa resep dokter. Seperti yang dikatakan oleh Dr. Adisaputra Ramadhinara, kenapa harus menggunakan pembersih luka yang menimbulkan rasa perih jika sudah tersedia pembersih luka yang #GakPakePerih?  Hansaplast Spray Antiseptik adalah solusi praktis untuk mencegah dan mengatasi infeksi #GakPakePerih, tidak meninggalkan noda dan tidak berbau,” tutup Setiawan Saputra, Marketing Manager Hansaplast.

Hansaplast Spray Antiseptik tersedia dalam kemasan Spray 50 ml di gerai-gerai terkemuka dengan harga eceran yang dianjurkan Rp. 44.450.

Tags

please login to comment.

RELATED NEWS

Raising Breast Cancer Awareness Through the Lens of Margareth Horhoruw

Raising Breast Cancer Awareness Through the Lens of Margareth Horhoruw

READ MORE
Ada Batik, Songket dan Ikat di Kemasan Pepsodent Baru

Ada Batik, Songket dan Ikat di Kemasan Pepsodent Baru

READ MORE