“Mimpi di dalam Mimpi” Buah Kuas Karya Liffi Wongso

Pada 13 Februari 2020, digelar pameran seni lukis, mural, dan papercut karya Liffi Wongso di Artspace, West Building Artotel Wahid Hasyim, Jakarta, yang berjudul “Mimpi di dalam Mimpi”. Pameran seni tunggal ini merupakan hasil kerja sama antara Atreyu Moniaga Project, wadah para seniman muda yang dipimpin oleh Arteyu Moniaga, bersama Artotel Group.

Liffi Wongso adalah seniman muda kelahiran Jakarta. Hobinya sejak kecil, menggambar, dilanjutkan sebagai karir profesional dengan menjadi mahasiswa jurusan DKV. Untuk menantang dirinya dalam menjalani seni lukis secara serius, Liffi Wongso mengikuti program inkubasi yang diselenggarakan Atreyu Moniaga Project. Konsistensinya dalam melukis tersebut membuahkan hasil.

Sebagai seniman, art comission pertama kali yang pernah ia lakukan adalah kerja sama dengan PT Pertamina, yaitu membuat ilustrasi untuk peluncuran Bright Gas. Warna tabung gas magenta yang ikonik sesuai dengan seleranya, warna-warna cerah. Ketekunannya dalam mendalami seni lukis membuat gadis umur 22 tahun ini berhasil menggelar pameran sebanyak empat kali. Liffi diundang untuk mengikuti beberapa pameran kelompok di Indonesia dan Jepang. Ia juga meraih Runner Up of Merchandise Design oleh Museum Textile Indonesia pada Desember 2018. Pada akhir tahun 2019, Liffi Wongso berkesempatan untuk mengilustrasikan buku Sunny Everywhere (2019) karya Sunny Dahye. “Mimpi di dalam Mimpi” merupakan pameran solo ketiganya.

Pameran seni tunggal “Mimpi di dalam Mimpi” merupakan hasil tangan Liffi Wongso yang terinspirasi mimpinya. Setelah bermimpi, ia tuangkan ke dalam kertas kecil terlebih dahulu dalam sketsa sebagai konsep. Ketika proses pelukisan, ia improvisasi kembali dengan mencurahkan ke dalam cat air di atas kertas. Lukisan-lukisan yang dipajang merupakan metafora dan cuplikan-cuplikan mimpi. Salah satu lukisannya merupakan pertemuannya dengan seorang penyihir dalam mimpi. Wajahnya yang tidak sedap dipandang ia ubah menjadi bunga dengan warna-warna ceria yang indah. Dalam mendapatkan mimpi yang absurd dan berkelanjutan, sebelum tidur ia membaca buku, kemudian memikirkan suatu tokoh atau peristiwa yang menarik. Hal yang ia inginkan muncul di dalam mimpi pun terwujud dan ia tumpahkan ke dalam lukisan. Seni papercut yang disajikan juga merupakan kreasinya dalam memperkaya karyanya.


Karya Liffi Wongso dalam “Mimpi di dalam Mimpi” begitu cantik dan menawan. Detail seperti shading dan garis yang ia sajikan memberi kedalaman dan karyanya. Penempatan cahaya dengan pigura kayu yang hangat memberikan kesan nyaman kepada pengunjung. Hal ini sesuai dengan tujuan penciptanya. Liffi ingin setiap orang yang datang dan menikmati pameran ini dapat merasa seperti di kamarnya. Ia juga berharap, ketika para pengunjung pulang, dapat memberikan buah tangan berupa pengalaman dan kehangatan kamar dari kamar buatannya di Artspace Artotel Wahid Hasyim, Jakarta.


Seperti tujuan sang seniman, rasa nyaman dan kerinduan akan kehangatan kamar terus tersangkut dalam diri dari sepulangnya melihat pameran. Tak hanya itu, inspirasi untuk konsisten dalam menghadapi hobi juga ikut terbawa sebagai oleh-oleh. Liffi Wongso dengan para peri cantik nan misteriusnya terus terbayang hingga terlelap. 

Pameran “Mimpi di dalam Mimpi” berlangsung dan dibuka untuk umum sejak tanggal 13 Februari sampai dengan 5 April 2020.

See also:
-- Ide Aktivitas Menyenangkan bersama Anak: Membuat Marbling Art -- Rinaldy Yunardi Menjadi Pemenang Utama dalam Kompetisi 'Wearable Art' Dunia -- Pameran Fashion Peranakan dalam 'Tiga Negeri' oleh Tiga Desainer Indonesia -- ArtJog MMXIX –Art Is Common: Common|Space --

Tags

please login to comment.

RELATED NEWS

Bazaar Art Jakarta 2016, Bukan Hanya Pameran Seni

Bazaar Art Jakarta 2016, Bukan Hanya Pameran Seni

READ MORE
Tracing The Subtle Signs in Windi Apriani’s Latest Work

Tracing The Subtle Signs in Windi Apriani’s Latest Work

READ MORE