Meningkatkan Daya Kreativitas dan Aktivitas Anak dengan Mendongeng

Keluarga adalah sekolah pertama anak. Orang tua berperan sebagai pendidik dan pemerhati pertumbuhan dan perkembangan anak. Dalam membantu perkembangan anak, orang tua dituntut untuk dapat melakukan berbagai cara agar anak menjadi seorang yang aktif dan kreatif.

Membangun kreativitas anak terdapat banyak tantangan. Anak cenderung lebih suka bermain game, bermain bersama teman-temannya, atau beraktivitas di luar sehingga para orang tua cukup kesulitan dalam membangun komunikasi dan kedekatan dengan anak. Salah satu cara yang paling ampuh dan terbukti selama berabad-abad lamanya dalam memberi pelajaran serta kreativitas kepada anak adalah dengan mendongeng.

Mendongeng merupakan aktivitas menceritakan suatu kisah kepada anak oleh orang tua. Mendongeng tidak selamanya harus sebelum tidur. Hal ini bisa kita lakukan ketika sepulang kerja, sebelum berangkat kerja, ketika anak sedang bermain, atau ketika makan. 

Dengan mendongeng, anak dibiasakan untuk peduli terhadap sesuatu dengan cara menyimak dan memperhatikan. Mendongeng juga akan memunculkan rasa penasaran anak terhadap kata atau suatu konsep yang tidak ia pahami. Apabila anak bertanya, kita sebagai orang tua harus menjawabnya dengan seringkas dan sejelas mungkin. Bila suatu hal cukup sulit dijelaskan, bisa kita jelaskan dengan mendongeng.

Mendongeng tidak selamanya harus bersumber dari suatu kisah atau buku. Kita sebagai orang tua yang paling mengenal kebutuhan anak dapat mengarang dan merangkai cerita sendiri. Akan tetapi, berhati-hati dalam merangkai cerita. Jangan buat anak sampai trauma atau ketakutan karena cerita yang terlalu sadis atau vulgar.

Pemilihan cerita untuk anak

Buku cerita anak begitu banyak dan dapat dengan mudah ditemukan di toko buku terdekat. Alangkah baiknya, sebelum memberikan cerita kepada anak, kita membacanya terlebih dahulu. Agar kita tahu yang mana yang baik dan tidak untuk anak, ada baiknya kita juga sering membaca. Dengan begitu, kita dapat membedakan apakah ada suatu makna terselubung dalam suatu cerita.

Cerita yang baik atau buruk bergantung kepada perspektif kita sebagai pembaca, begitu pula dengan cerita anak. Ilustrasi yang menarik tidak selamanya berisikan kisah yang baik untuk anak, begitu pun sebaliknya. Apabila kita telah selesai menceritakan suatu cerita kepada anak, sebaiknya jangan kita sebutkan apa amanat yang terkadung dalam cerita. Biarlah sang anak yang memberikan pemahaman dan interpretasinya terhadap cerita tersebut. Pemahaman yang ditangkap tersebut tidak ada yang benar maupun salah. Hal yang dipahami anak akan berubah seiring berjalannnya waktu.

Dalam pemilihan jenis cerita, bisa kita berikan variasi antara dongeng nusantara maupun terjemahan asing. Munculnya beragam kisah akan menambahkan kreativitas anak. Akan tetapi, sebaiknya kita lebih memberikan dongeng nusantara kepada anak. Selain membudayakan adat dan budaya Indonesia, cerita nusantara jauh terhindar dari isu etnis, ras, dan agama.

Cara mendongeng

Mendongeng tidak hanya dapat dilakukan di atas kasur. Kita dapat melakukannya sambil berdiri, menggunakan benda-benda di sekitar seperti garpu, pensil, guling. Dengan menggunakan benda-benda sehari-hari, hal ini akan menumbuhkan imajinasi anak ketika beraktivitas.

Selain itu, kita dapat mendongeng tidak hanya dalam waktu beberapa menit. Kita dapat melakukannya secara bertahap. Pertama, menceritakan awal cerita hanya dengan membacakan cerita. Kedua, melanjutkan cerita dengan benda-benda di sekitar. Selanjutnya, kita ajak teman-teman atau saudara si buah hati untuk ikut melanjutkan dongeng.

Dalam mengisahkan suatu cerita, kita dapat memberikan peran kepada sang anak. Ajaklah keluarga untuk berpartisipasi dalam kegiatan mendongeng. Dengan memberikan peran kepada anak, kita mengajarkan bagaimana berperan sebagai sesuatu, meningkatkan kreativitas anak, juga kita membuat anak sehat dengan bergerak. Orang tua pun ikut sehat karena bergerak ke sana kemari untuk menghibur si buah hati.

Apabila anak tidak tertarik ketika diajak untuk didongengkan, jangan paksa anak agar lepas dari aktivitas yang ia lakukan. Bacalah dongeng tersebut di dekat anak, maka sang buah hati akan datang dengan sendirinya karena rasa penasaran akan cerita. Dengan begitu, anak tidak merasa trauma atau enggan mendengarkan kita bercerita. Bila kita memaksanya, mereka akan semakin fokus terhadap kegiatannya seperti bermain gameatau bermain boneka.

Anak meniru segala perilaku orang tua. Oleh karena itu, agar anak mau mendengar dongeng dan ikut membaca buku cerita, kita sebagai orang tua harus memberikan contoh dengan kegiatan membaca. Semakin sering kita memperlihatkan kepada anak dengan bermain smartphone, semakin anak juga ikut bermain dengan tab atau gamenya. 

Selama mendongeng, mendongenglah secara wajar. Lakukan dengan nada yang lembut, tidak perlu dibuat-buat atau berteriak. Sesuaikan dengan kondisi tubuh anak dan lingkungan sekitar ketika mendongeng. Bila anak sedang lelah, mendongeng lah dengan memangku anak. Ajak anak beraktivitas ketika anak masih penuh energi. Berhati-hati juga ketika tempat mendongeng penuh perabotan karena akan membahayakan anak.

Bila anak antusias dalam mendengarkan dongeng, jadikanlah mendongeng sebagai rutinitas. Lakukanlah kegiatan mendongeng pada hari dan waktu yang sama, tidak perlu setiap hari. Dengan menjadikannya rutinitas, anak akan menantikannya dan memudahkan para orang tua untuk membacakannya.

Dongeng Aku dan Kau

Membentuk suatu peran atau cerita secara mendadak memang agak cukup membingungkan. Oleh karena itu, DANCOW meluncurkan Dongeng Aku dan Kau dalam rangka Hari Anak Nasional yang dapat memberikan pilihan dongeng kepada orang tua. DANCOW juga menyediakan kartu yang berisikan tokoh sehingga memudahkan orang tua dalam merangkai kisah dan peran.

DANCOW juga meluncurkan 12 cerita nusantara dalam setiap produk susu yang dibeli dan disesuaikan dengan umur si kecil. Dongeng yang disajikan adalah dongeng yang aman dan menarik bagi anak sehingga orang tua tidak perlu ragu untuk menceritakannya kepada anak. Dongeng Aku dan Kau juga tersedia dalam bentuk video interaktif yang dapat diakses melalui dancowparentingcenter.com.

Tags

please login to comment.

RELATED NEWS

Critical Thinking for Media, Kritik dan Rekomendasi Anak terhadap Media

Critical Thinking for Media, Kritik dan Rekomendasi Anak terhadap Media

READ MORE
Katakan 'Iya Boleh' Bisa Membantu Anak Mengembangkan 5 Karakter Unggul

Katakan 'Iya Boleh' Bisa Membantu Anak Mengembangkan 5 Karakter Unggul

READ MORE