Menemukan Kembali Keragaman & Keindahan Tenun Indonesia dalam 'Warna Alam'

Pameran produk tenun 'Warna Alam' di area Promenade Senayan City, 31-6 November 2016


Indonesia memiliki kekayaan budaya dan wastra, salah satunya kain tenun. Tidak (belum) terhitung banyaknya daerah penghasil tenun di seluruh Indonesia, yang banyak diantaranya mempunyai tradisi dan kecakapan menenun secara turun temurun sejak jaman dahulu. Tetapi seperti juga kekayaan budaya lainnya, tenun Indonesia pun menghadapi banyak tantangan, seperti jumlah penenun yang semakin menurun, stagnasi dalam ragam motif tenun dan bahkan punahnya sebagian motif asli suatu daerah. 

Cita Tenun Indonesia yang merupakan perkumpulan pecinta tenun yang bertujuan melestarikan tenun Indonesia telah berdiri sejak 2008 dan sejak itu pula telah melakukan banyak program dan kegiatan pelestarian, pelatihan dan pengembangan perajin tenun yang mencakup banyak daerah di seluruh Indonesia. CTI banyak bekerjasama dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam implementasi programnya, seperti yang baru saja dilakukan yaitu program Sustainable Hand Woven Eco Textile yang mendapat dukugan dari European Union (EU) dan HIVOS. 

Program ini menitikberatkan pada pelestarian, pendampingan perajin tenun dan peningkatan nilai tambah produk tenun di 4 daerah binaan, yaitu, Kabupaten Jembrana di Bali bagian Barat, Sulawesi Tenggara, Jawa Tengah bagian Utara dan Jawa Tengah bagian Selatan. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup perempuan penenun, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. “Tujuan utama proyek ini adalah untuk memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan ekonomi dan pengurangan kemiskinan di Indonesia, melalui pemberian dukungan terhadap pengembangan rantai nilai tekstil tenun tangan tradisional yang ramah lingkungan secara berkelanjutan.

CTI menggunakan pewarnaan alam dalam program ini, sehingga semua kain tenun yang dihasilkan perajin binaan adalah produk kain tenun dengan warna alam. Warna alam dipilih tentu saja karena ramah lingkungan, dan menciptakan usaha dan produksi yang berkelanjutan. Warna alam ini dihasilkan oleh daerah-daerah yang memang menjadi sentra pewarna alam tekstil, dan ragam warnanya pun akan berbeda-beda antara satu daerah dengan yang lain.


   

Pada kesempatan ini CTI menampilkan karya-karya dari dua desainer tekstil, empat desainer interior & produk, dan empat desainer fesyen dalam bentuk sebuah exhibition. Dua desainer tekstil yang turut serta adalah Koesoemaningsih yang merupakan mitra desainer untuk daerah binaan Jawa Tengah bagian Selatan dan Utara serta Kabupaten Jembrana, Bali, dan Ae Kusna untuk daerah binaan Sulawesi Tenggara. Untuk empat desainer interior & produk yang turut serta, CTI bekerja sama dengan Ary Juwono mitra desainer untuk daerah binaan Jawa Tengah bagian Utara, Roland Adam untuk daerah binaan Jawa Tengah bagian Selatan, Yuri Alfa untuk daerah binaan Kabupaten Jembrana di Bali bagian Barat, dan Koestriastuti untuk daerah binaan Sulawesi Tenggara. Empat desainer fesyen terkemuka juga ikut serta dalam acara fashion show IPMI Trend Show 2017,. Mereka adalah Chossy Latu sebagai mitra desainer daerah binaan Jawa Tengah bagian selatan, Auguste Soesastro untuk daerah binaan Jawa Tengah bagian utara, Didi Budiardjo untuk daerah binaan Kabupaten Jembrana di Bali bagian barat, dan Denny Wirawan untuk daerah binaan Sulawesi Tenggara akan memperlihatkan koleksi yang menjadi kebanggaan Indonesia.

Kain tenun dengan warna alam ini di tangan para desainer tersebut diolah menjadi produk fashion, interior dan produk pakai/hias. Tentu saja produk-produk ini akan mempunyai nilai tambah yang cukup besar, dengan kualitas dan artistik yang luar biasa mengagumkan. Produk-produk ini pun akan dipasarkan oleh CTI, di 2 gerainya di Jakarta, dan sebagai lanjutan dari pameran 'Warna Alam' ini, CTI akan menyelenggarakan bazaar kain tenun tradisional selama acara IPMI Trend Show 2017, di The Hall Senayan City, 8-12 November 2016.



please login to comment.

indy mawardah

Etnik banget


RELATED NEWS

Batik Pewarna Alam Bisa Jadi Produk Unggulan Indonesia

Batik Pewarna Alam Bisa Jadi Produk Unggulan Indonesia

Batik pewarna alam mempunyai keunggulan dibanding batik biasa karena lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan (sustainable) sehingga bisa menjadi produk unggulan Indonesia di pasar internasional.

READ MORE
Pameran Fashion Peranakan dalam 'Tiga Negeri' oleh Tiga Desainer Indonesia

Pameran Fashion Peranakan dalam 'Tiga Negeri' oleh Tiga Desainer Indonesia

READ MORE