Melihat Adat Batak Mandailing di Gebyar Pernikahan Indonesia 2018



Melangsungkan rangkaian pesta pernikahan secara tradisional masih menjadi pilihan sebagian besar calon pengantin di Indonesia, termasuk di kota-kota besar. Kecenderungan ini tetap berlaku pada generasi milenial, yang makin menghargai budaya dan adat daerah darimana mereka berasal. 

Tahun lalu, pesta pernikahan dengan adat Batak Mandailing menjadi sorotan di masyarakat, pada saat pernikahan putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu dan suaminya, Bobby di Medan, Sumatra Utara. Dan kini, Parakrama Organizer menghadirkan tema megah Batak Mandailing ini dalam event tahunan Gebyar Pernikahan Indonesia 2018

Acara tersebut akan digelar pada 10-12 Agustus 2018, di Balai Kartini, Jakarta. Marketing Director Parakrama Organizer, Arief Rachman menyampaikan, pihaknya berupaya menjaga keberlangsungan adat tradisional Indonesia dengan terus menghidupkan nafas budaya pada perayaan hari bahagia bagi setiap lapisan masyarakat, yakni pernikahan.

“Ekshibisi tahun ini bertemakan Batak Mandailing. Keseluruhan acara selama tiga hari akan bercirikan adat Pulau Sumatera, terutama Batak Mandailing yang akan mendominasi area panggung utama, menjangkau sudut ruangan dengan nuansa khas kain Pulau Sumatera,” jelasnya.

Pada adat Batak Mandailing, penganten wanita berkebaya khas dengan kain yang dipakai secara menyilang di depan dada, dan memakai hiasan kepala yang disebut 'Bulang'. Bulang menunjukkan tingkatan hasta atau derajat pada wanita. Untuk laki-laki, memakai tutup kepala yang disebut 'Ompu' dan jas beskap, yang dibalut dengan kain songket. 
 
Inilah salah satu keunikan adat Batak Mandailing, yang selalu memperlihatkan keindahan dari Tapanuli Selatan, dengan kemilau dari kain pengantin yang memberikan nuansa glamour dan bernuansa warna merah. 

Gebyar Pernikahan Indonesia menghadirkan lebih dari 150 vendor pernikahan mulai dari venue, catering, dekorasi, busana, aksesoris, tata rias adat, undangan, paket honeymoon hingga entertainment. Seluruhnya akan menghadirkan ragam informasi pernikahan yang membantu calon pengantin dan keluarga wujudkan pernikahan impian.

GPI 2018 bukan saja menjadi ajang bagi calon pengantin dan keluarganya untuk melihat-lihat vendor pesta pernikahan, tetapi acara ini juga dapat dinikmati oleh masyarakat secara umum, untuk mengenal kemegahan adat Sumatra dan Batak Mandailing dan keseniannya. Disini kita juga dapat melihat keindahan kain-kain khas Sumatera melalui ‘Parade Pengantin Sumatera’ karya Zaenal Songket berkolaborasi dengan Parakrama Organizer di hari terakhir eksibisi, 12 Agustus 2018.

Gebyar Pernikahan Indonesia didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Wonderful Indonesia, Pesona Indonesia, Enjoy Jakarta, Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI), Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI), Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia (ASPEDI), Asosiasi Pengusaha Pernikahan dan Gaun Indonesia (APPGINDO), Himpunan Perusahaan Penata Acara (HASTANA).



foto: Fatahillah Ginting

Tags

please login to comment.

RELATED NEWS

International Islamic Fair 2016: Where The Global Islamic Society Gathered

International Islamic Fair 2016: Where The Global Islamic Society Gathered

READ MORE
Ke Plaza Indonesia, Jangan Lupa Berfoto di Taman Cantik Oriental Ini

Ke Plaza Indonesia, Jangan Lupa Berfoto di Taman Cantik Oriental Ini

READ MORE