KRAFBINA: Membangun Gerakan Kreatif Mulai dari Desa

Indonesia sejak beberapa tahun terakhir telah menjadikan bidang kreatif sebagai salah satu fokus utama pengembangan ekonomi, dengan mencanangkan sektor ekonomi kreatif merupakan masa depan bangsa ini. Data-data yang ada pun tampak menjanjikan potensi pada sektor ini, terutama dengan adanya Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) yang ditunjuk oleh Pemerintah sebagai 'penganggung jawab' sektor Ekraf (Ekonomi Kreatif).

Namun dengan potensi sumber daya yang luar biasa besar di Indonesia, tentu Bekraf tak mungkin berperan sendirian sebagai penggerak laju Ekraf Indonesia. Indonesia memerlukan banyak suluh-suluh, terutama yang bergerak dari bawah ke atas (bottom-up) yang bisa ikut memajukan sektor kreatif dari individu-individu, karena ide dan gagasan kreatif selalu dimulai dari perorangan.

Salah satu suluh tersebut kini mengemuka, sebuah gerakan kreatif melalui Yayasan Kreatif Bangsa Indonesia (KRAFBINA). Didirikan atas kepedulian pada perkembangan serta keinginan untuk membangun, memajukan, dan meningkatkan nilai jual hasil produk industri kreatif di Indonesia. Ratusan pelaku bisnis dan individu kreatif berhasil disatukan dalam sebuah Komunitas Krafbina yang saling berbagi informasi bisnis dan industri.

“Kami membangun sebuah motto Gerakan Kreatif - Indonesia Cerdas!” Kami ingin membangunkan masyarakat industri kreatif agar lebih keras/giat lagi bekerja. Gerakan Kreatif ini dimulai masing-masing individu mengaryakan diri secara maksimal dengan meningkatkan 'kecerdasan kreatifnya', sehingga menciptakan efek yang berkelanjutan dan masif,” kata Ketua Krafbina, Luwi Saluadji Purboningrat sambil menambahkan,”Ini sebagai langkah awal tindakan inspiratif dan komunikatif bagi sesama pelaku industri kreatif.”

Luwi Saluadji bersama para kolaborator Krafbina

Menurut Luwi, implementasi awal gerakan ini adalah membangun grass root industri kreatif, yaitu : desa. Pembangunan sarana dan prasarana desa sangat mempengaruhi berkembangnya desa yang merupakan sarang dari UMKM dan industri besar. Termasuk dalam hal ini adalah Desa Pariwisata yang dapat menjadi ujung tombak peningkatan Kreatif.

Implementasi dengan skala prioritas akan dikembangkan dari desa ke kabupaten hingga provinsi. Efek dari implementasi ini akan menciptakan individu kreatif dalam satelit-satelit Desa Kreatif yang kemudian akan menjadi proyek percontohan bagi desa sekelilingnya. “Kami fasilitasi dengan menyediakan Platform/Digital Marketing atau Market Place dan Platform Wisata Desa sehingga layak diberi sertifikasi Desa Kreatif Cerdas.”

Dalam perayaan minggu kreatif ini digelar berbagai aktivitas berupa talkshow, lomba dan lain-lain di berbagai bidang yakni Fashion, Beauty & Photography, Culture Heritage, Food & Beverages, Craftmanship & Handicraft, Film & Animations, Entertainment, dan Desa Kreatif Cerdas.

Keragaman acara kreatif tersebut dilaksanakan dalam sebuah minggu kreatif yang digelar secara berkesinambungan mulai September ini di berbagai wilayah Indonesia. Acara yang diberi tajuk besar CREATIVE ART, FASHION & LIFESTYLE (CRAFSTYLE) ini dilangsungkan mulai dari Sleman-Yogyakarta (10 – 16 September 2018), Bandung-Jawa Barat (5 – 15 Desember 2018), Depasar-Bali (25 – 31 Desember 2018) dan berpuncak di Jakarta (10 – 25 NOVEMBER 2019).

Berbagai lembaga baik pemerintahan maupun swasta berkolaborasi mendukung diselenggarakannya acara Crafstyle ini mulai dari Pemerintah Daerah, Pesona Indonesia, BEKRAF, KADIN Indonesia bersama Pokja Fashion dan Pokja Film & Kebudayaan.


Sejak tahapan awal, KRAFBINA telah berhasil menarik keterlibatan beberapa organisasi yang berpengaruh dalam bidang ini, seperti IPMI (Ikatan Perancang Mode Indonesia), IFC (Indonesia Fashion Chamber), IPEMI (Ikatan Pengusaha Muslim Indonesia), KRAFINDO (Kreatif Indonesia), Komunitas Pecinta Songket Aceh, ADPI (Asosiasi Design Produk Indonesia), ICW (Indonesian Creative Week), Northumbria Shool of Fashion – Binus University, ESMOD – Fashion Design and Business School, LA Salle – Singapore, Universitas Gajah Mada (UGM) – Fakultas Kimia Pewarnaan Alam, Institut Teknologi Bandung (ITB) – Fakultas Seni Rupa dan Desain, dan Darwis Triadi School of Photography.

Beberapa individu kreatif juga menjadi volunteer acara ini seperti Marcella Zalianty (Film), Darwis Triadi (Fotografi), Ari Tulang (Fashion), Qiqy Franky (Beauty), Hera Nitihardja (Pariwisata), Dwi Sutarjantono (media), Gatot Harisman (Food) dan masih banyak lagi.


please login to comment.

RELATED NEWS

Be Part of Plaza Indonesia Fabulous 28!

Be Part of Plaza Indonesia Fabulous 28!

READ MORE
What's New at Brightspot Modern Culture Festival

What's New at Brightspot Modern Culture Festival

READ MORE