Komitmen Luar Biasa Yves Rocher untuk Kecantikan & Bumi

Bayangkan sebuah desa yang asri, hijau, dipenuhi dengan lahan dan kebun tanaman organik yang terawat, diberdayakan untuk diolah menjadi bahan-bahan perawatan tubuh? Sounds dreamy, so peaceful and ideal. Area seperti itu benar-benar ada, dan terwujud. Sebuah area desa seluas 60 hektar di La Gacilly, Prancis, dimiliki dan kemudian diberdayakan oleh Yves Rocher, pendiri brand kecantikan legendaris. 

Yves Rocher memulai semua ini sejak 60 tahun yang lalu, yang kemudian menjadi sebuah brand kecantikan yang diberi nama dengan namanya sendiri. Bergerak dengan satu misi: to make beauty accessible to every woman while always promoting respect for nature.

Sedari awal, Yves Rocher berkomitmen untuk membuat produk yang selaras dengan alam, menggunakan 100% bahan aktif dari tanaman (botanical), dari sumber yang natural dan traceable. Bahan aktif botani adalah ekstrak tumbuhan yang ditanam secara lokal ataupun dari tempat lain yang sangat bermanfaat bagi kebutuhan kulit, seperti Edulis dengan kemampuan melembabkan dan Aphloia dengan sifat detoksifikasi. 

  

Berkomitmen untuk seoptimal mungkin menggunakan bahan yang ditanam dan diolah sendiri, sebuah desa di La Gacilly secara bertahap dikembangan menjadi kebun tanaman organik. Bahan-bahan untuk membuat produk kecantikan Yves Rocher sebagian besar berasal dari kebun ini. Sekitar 1500 spesies tanaman tumbuh di desa ini, dan Yves Rocher membudidayakan 250 tanaman yang menjadi bahan baku dari produk-produk kecantikannya, sehingga semuanya traceable dan dimanfaatkan secara bertanggungjawab. 

Brand Yves Rocher yang kemudian diteruskan oleh sang anak dan cucu, semakin kuat untuk menunjukkan komitmennya pada bumi dan lingkungan. Sejak 2010 semua produk shampoo bebas dari silikon, dan tidak menggunakan micro beads untuk produk scrub dan exfoliants. Yves Rocher juga mengembangkan kemasan plastik khusus dari bahan daur ulang, dengan 50% lebih sedikit kandungan plastik daripada kemasan produk lain di pasaran. 


Desa La Gacilly sendiri menjadi wujud dari visi sang pendiri, Yves Rocher. Desa ini menjadi sangat dikenal di seantero Prancis dan Eropa, dengan prinsip pemberdayaan agro-ekologinya. Lebih dari 350 juta produk dihasilkan dari desa ini, setiap tahunnya. Yves Rocher Eco-Hotel Spa juga didirikan di sini, dan menjadi tujuan wisata yang sangat unik dan berwawasan lingkungan. 

Damai, dekat dengan alam, sebuah keindahan yang akan kita dapat saat mengunjungi La Gacilly. sebuah pengalaman interaktif untuk menikmati La Gacilly, bisa kita akses di mysecretvillage.com.

Apa saja produk-produk favorit dari Yves Rocher? Nantikan di post berikutnya ya. 

See also:
-- Komitmen Luar Biasa Yves Rocher untuk Kecantikan & Bumi --

Tags

please login to comment.

RELATED NEWS

Adakah Facial Foam yang Benar-Benar Melembabkan Wajah Setelah Mencuci Muka?

Adakah Facial Foam yang Benar-Benar Melembabkan Wajah Setelah Mencuci Muka?

READ MORE
Exfoliasi Aman Setiap Hari dengan Maxi-Peel

Exfoliasi Aman Setiap Hari dengan Maxi-Peel

READ MORE