Gaya Mobo-Moga dan Tren Tulle Pada Koleksi I.K.Y.K

Sebenarnya banyak yang bisa 'dilihat' pada koleksi I.K.Y.K kali ini, yang tampil pada hari pertama Jakarta Fashion Week (JFW) 2018. The Appreciator, adalah nama yang disematkan pada koleksi SS 2018 ini. Menurut Anandia Putri, sang Creative Director, ini adalah koleksi yang sangat personal baginya, yang sangat menggambarkan gaya personal dan pilihan outfitnya sehari-hari. Meskipun kita -saya- tahu, karakter I.K.Y.K adalah juga karakter Anandia Putri, dari banyak koleksi sebelumnya -terutama koleksi lama- yang pernah dikeluarkannya. 

Mungkin ini mencerminkan gaya I.K.Y.K yang lebih jujur, yang merupakan preferensi personal sang desainer, less sophisticated, but ultra wearable. Memang, terlihat berbeda nuansanya dengan beberapa koleksi yang kita tahu, seperti gaya Japanese-rural yang a bit complicated spt pada JFW 2017 tahun lalu, atau winter-wear inspired seperti yang ditampilkan pada Virgin Australia Melbourne Fashion Festival 2017. 

The Appreciator ini terinspirasi dari gaya Mobo-Moga -sebuah referensi mode yang sangat jarang diketahui orang, bahkan saya yakin hampir semua pembaca disini juga baru mendengarnya kali ini- pada era sekitar tahun 1930-an di Jepang. Rupanya, Mobo-Moga berarti modern-boy modern-girl, menggambarkan gaya berpakaian modern kaum muda Jepang saat itu, dimana para gadis -moga- akan lebih sering memakai celana panjang dan pria-pria muda -mobo- lebih dress-up dengan busana gaya barat, bell-bottom trousers, floppy tie, colored shirt and round-rimmed roido spectacles.

    



Dalam interpretasi yang disesuaikan dengan personal style-nya, Anandia Putri membuat koleksi yang feminine namun tetap santai, dengan beberapa gaya maskulin pada warna dan polanya. Dan memadukannya dengan elemen-elemen yang sangat berbeda, untuk menciptakan tampilan yang sama sekali baru. Bisa dibilang, The Appreciator ini merupakan personal project dari Anandia Putri, koleksi busana yang akan dikenakannya sehari-hari.

Koleksi SS 2018 ini terdiri atas 12 pakaian wanita dan 5 pakaian pria, dengan berbagai bahan seperti silk, satin, tulle, dan organza. Pakaian wanita dalam koleksi ini terus mengikuti gaya khas I.K.Y.K yang oversize, laid back dan dewasa. Sementara pakaian prianya cenderung santai namun tetap rapi.

Yang menarik lagi, Anandia Putri menambahkan elemen berbeda yang mencolok -pada beberapa set busananya-, yang -rasanya- belum pernah dipakainya selama ini, yaitu bahan tulle dan organza. Kedua material ini memiliki efek yang bisa membuat tampilan menjadi standout, sedikit quirky dan fun. Penggunaan tulle sebagai elemen pada koleksi sebenarnya tidak terlalu mengejutkan, melihat tren pada musim ini (3-6 bulan terakhir) tulle sudah kita lihat cukup banyak wira-wiri pada beberapa peragaan busana dunia, dan juga beberapa ritel fashion global yang mengeluarkan koleksi bernuansa tulle.

  

  

  

Jadi, tidak heran jika koleksi busana tulle I.K.Y.K ini nantinya akan banyak diminati para pecinta fashion dan pemburu tren. Apalagi, I.K.Y.K memberikan tawaran look yang cukup berbeda, meskipun item fashion ini lebih dekat pada tren beberapa saat, bukan timeless pieces.

Tetapi, seperti mengutip Anandia Putri, "saya berharap koleksi ini masih bisa dipakai 2-3 tahun mendatang dan dikombinasi dengan koleksi I.K.Y.K sebelumnya untuk menciptakan sebuah gaya yang timeless".  Agree.

See also:
-- Cerita Para Nyonyah ala Yogiswari Pradjanti -- 1 Februari 2017, Indonesia Fashion Week Dimulai! -- Subtle Prints & Deep Colors, Yuk Lihat Koleksi Terbaru Suqma x Melody Laksani -- WETAN Side, Koleksi Terbaru Zelmira Terinspirasi Arsitektur Kudus --

Tags

please login to comment.

RELATED NEWS

Koleksi Edgy Oline Workrobe Kolaborasi dengan Diela Maharani

Koleksi Edgy Oline Workrobe Kolaborasi dengan Diela Maharani

READ MORE
Semangat Borneo di Cultural Trunk Show, Indonesia Fashion Week 2019

Semangat Borneo di Cultural Trunk Show, Indonesia Fashion Week 2019

READ MORE