Batik Bermotif Tenun Sumba Koleksi Alleira Ramadhan


Bagaimana bila motif-motif tenun Nusa Tenggara Timur, khususnya tenun Sumba diaplikasikan dalam batik? Alleira Batik melakukan terobosan ini dalam koleksinya yang terbaru menyambut Ramadhan 2017. Koleksi ini ditampilkan dalam peragaan busana di Lamoda Cafe, Plaza Indonesia.

Motif-motif tenun Sumba yang cenderung besar ini ditampilkan sebagai corak utama dengan perpaduan warna yang kontras sehingga terlihat menonjol. Tentu timbul pertanyaan, bagaimana proses pengerjaan motif batik semacam ini. Menurut Anita Sanin, Creative Director Alleira Batik, untuk mendapatkan hasil seperti motif tenun sumba ini tetap menggunakan cap, tetapi tidak bisa sekaligus menghasilkan motif yang besar. Dibutuhkan kejelian untuk membuat sebuah simetri dan perpaduan motif yang tepat, dan tidak kaku. Hasilnya, benar-benar terlihat seperti motif tenun Sumba yang sudah kita kenal, tetapi dengan sentuhan gradasi dan motif berbayang khas Alleira. 


  

Koleksi yang diberi judul 'Anavarna' ini diperagakan dalam beberapa sequence, dan kali ini Alleira menampilkan satu sequence khusus dengan model Duta Besar serta istri Duta Besar Negara sahabat, seperti Madame Nino dari Georgia, Madame Diana dari Belarus, Madame Houda dari Tunisia, Madame Tahsina dari Pakistan, Madame Zhanar dari Khazakstan, Madame Patricia dari Colombia, Madame Kayo dari Singapura, Madame Chieko dari Jepang dan Madame Soon Jae dari Korea Selatan.

Sesuai dengan temanya, Anavarna dikaitkan dengan rupa yang cantik, diharapkan dapat merefleksikan kemurnian dan kemenangan di hari yang suci. Momen religious yang melambangkan kebahagiaan menginspirasi koleksi kali ini untuk dibuat dalam bentuk yang dinamis dan elegan. Karenanya pada koleksi ini warna yang digunakan didominasi oleh warna warna lembut serta monokrom yang dipadukan dengan warna terang, seperti hitam, putih, biru, merah bata serta oranye.

“Selain itu, penggunaan motif yang berbeda dari setiap koleksinya menandakan betapa Indonesia kaya akan semua hal, bukan hanya dari segi budaya dan bahasa saja, namun juga kekayaan motif dan gambar tradisionalnya yang memiliki banyak arti”, tambah Anita. 

Penggunaan motif “Tenun Sumba” yang memiliki keindahan dekoratif yang di desain dengan komposisi motif simetris, melambangkan keseimbangan dan keharmonisan hidup manusia, hal ini diharapkan dapat menjadi kekuatan dan membawa kebahagiaan dalam menyambut masa Ramadhan. Siluet loose dan loose fitted mengisi rangkaian busana yang dibuat dalam bentuk caftan, tunic, vest, loose blouse, dresses, cardigan (outer), basic pants dan culottes pants.


  

  

Tags

please login to comment.

RELATED NEWS

Simbiosis Berbagai Elemen Karya Desainer Lasalle pada JFW 2019

Simbiosis Berbagai Elemen Karya Desainer Lasalle pada JFW 2019

Idealisme dan kesegaran desain para desainer muda lulusan LaSalle College mampu mencuri perhatian dalam gelaran Jakarta Fashion Week 2019

READ MORE
Koleksi Wilsen Willem Ajak Perempuan Peduli Kesehatan Jantung

Koleksi Wilsen Willem Ajak Perempuan Peduli Kesehatan Jantung

READ MORE