45 Perupa Memaknai Indonesia; Pameran Seni Rupa Pertama di Plaza Indonesia

Seniman yang berpartisipasi mulai dari Nasirun, Djoko Pekik, hingga mantan dosen dan mahasiswa ISI

Untuk pertama kalinya Plaza Indonesia mempersembahkan Fine Art Exhibition dengan mengusung tema Menjadi Indonesia. Pameran seni rupa ini merupakan bagian dari rangkaian program Indonesia Food & Art Festival dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72. Dibuka untuk umum mulai tanggal 17 – 27 Agustus 2017 di Function Hall, Plaza Indonesia Level 2, kegiatan ini bertujuan untuk melengkapi bulan nasionalisme Indonesia sekaligus mengapresiasi keindahan negeri ini.

Fine Art Exhibition: Menjadi Indonesia merupakan kolaborasi Plaza Indonesia dengan 45 seniman dari Jakarta, Yogyakarta, dan Bali dengan melibatkan Suwarno Wisetrotomo selaku kurator seni. Pameran ini akan menampilkan karya-karya terbaru seniman dalam berbagai konsep, berupa lukisan, patung, instalasi, dan pertujukan seni.

Memaknai perjalanan 72 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, Fine Art Exhibition: Menjadi Indonesia mencoba untuk merawat semangat keIndonesiaan, dalam semangat saling menyapa untuk memahami keberagaman. Indonesia pada dasarnya terus berada dalam proses 'menjadi', menyediakan dirinya untuk terus dimaknai dan dibentuk.

Zamri Mamat, General Manager Marketing & Communication PT. Plaza Indonesia Realty Tbk menyampaikan “Melalui Fine Art Exhibition: Menjadi Indonesia, Plaza Indonesia memberikan ruang kepada seniman ternama Indonesia untuk dapat mengekspresikan arti solidaritas bangsa melalui karya-karyanya. Disini, kami juga berharap pengunjung Plaza Indonesia dapat terinspirasi melalui pesan yang ingin disampaikan oleh para seniman tersebut dan menumbuhkan sikap menghormati perbedaan.”

 

Bingkai Kasih Sayang (Katirin, 2017) & Kerja..Kerja...Kerja (Nasirun, 2017)

 

Karya Soebroto, mantan dosen ISI senior yang mendapat tempat khusus di hati banyak seniman lainnya

 

Dinding Harapan (Ridhi Winarno, 2017) & Holopis Kuntul Baris (Djoko Pekik, 2017)

Partisipasi seniman yang terlibat dipilih melalui seleksi dan disaring berdasarkan aspek-aspek yang telah ditetapkan. Suwarno Wisetrotomo, Kurator Fine Art Exhibition: Menjadi Indonesia menjelaskan “Sesuai dengan tema yang ditetapkan bersama Plaza Indonesia, pemilihan 45 seniman ini didasarkan atas bagaimana pemaknaan seniman akan tema yang dapat di presentasikan kepada khalayak umum. Kami mengajak berbagai seniman lintas generasi, lintas agama dan lintas suku untuk mencoba menyikapi perkembangan negeri ini di usianya yang ke-72. Kita akan melihat generasi Joko Pekik (1938), generasi Erica (1971) hingga generasi seniman muda seperti Triana (1995) dalam menyikapi situasi dan kondisi bangsa saat ini.” 


Selama Fine Art Exhibition: Menjadi Indonesia berlangsung, Plaza Indonesia juga menggelar berbagai program seperti Meditation In The Art Space bersama Suhaila Nordin yang merupakan Founder Niat Living Bali pada tanggal 19 Agustus 2017. Sedangkan pada tanggal 23 Agustus 2017 akan diselenggarakan Art Talk & Live Art dengan menghadirkan pembicara Charmie Hamami (Christie’s Deputy Chairman, Southeast Asia), Esti Nurjadin (Owner of D Gallerie), Suwarno Wisetrotomo (Art Curator), dan Heri Dono (Artist).

45 seniman yang berpartisipasi pada Fine Art Exhibition: Menjadi Indonesia ; Agung Sukendra, Akmal Jaya, Andrik Musfalri, Arie Kadarisman, Bambang Pramudianto, Basrizal Albara, Bayu Wardhana, Benni Kampai, Budi Umbrux, Diah Yulianti, Joko Pekik, Dodi Irwandi, Dunadi, Dian Anggraini, Edo Palli, Erica Hestu Wahyuni, Feri Eka Candra, Hari Budiono, Heri Dono, Hojatul Islam, Indi Hariadi, Indra Dodi, Ipong Purnama Sidhi, Ivan Sagita, Joko Gundul, Jhoni Saputra, Katirin, Klowor Waldiyono, Komroden Haro, Lugas Syllabus, Melodia, Nasirun, Noor Ibrahim, Putu Sutawijaya, Rini Winarno, Rismanto, Sarnadi Adam, Sigit Santoso, Subroto SM, Taufik Ermas, Triyana Nurmaria, Tri Suharyanto, Wayan Cahya, Wiediantoro, dan Wiyono.

Seniman yang hadir saat pembukaan pameran

Zamri Mamat, menambahkan “Kami berharap melalui pameran seni rupa ini dapat menjadi wadah komunikasi antara seniman dengan penikmat seni. Serta menumbuhkembangkan apresiasi masyarakat akan seni itu sendiri, menilai dan menghargai karya seni”. 

please login to comment.

RELATED NEWS

I Bislacchi – A Tribute To Fellini

I Bislacchi – A Tribute To Fellini

READ MORE
The Coolest Design Festival in Town, CASA Indonesia

The Coolest Design Festival in Town, CASA Indonesia

Bagi pecinta seni, desain dan arsitektur di Jakarta dan sekitarnya, pameran desain ini tidak boleh dilewatkan.

READ MORE