Wardah Persembahkan 'Equator Treasure', Pamerkan Rancangan Terbaru dari 6 Desainer

Wardah Persembahkan 'Equator Treasure', Pamerkan Rancangan Terbaru dari 6 Desainer

Pada panggung Indonesia Fashion Week 2019 yang berlangsung pada 27 – 31 Maret 2019 di Jakarta Convention Center, Wardah kembali menjadi official makeup partner dan menggandeng 6 fashion designer ternama Indonesia mempersembahkan panggung kolaborasi Beauty & Fashion Show dengan mengusung tema ‘Equator Treasure’. 

Melalui program Wardah Fashion Journey, Wardah mengedepankan aspek sustainability, bagaimana sebuah brand kecantikan memberikan dukungan kepada industri mode mulai dari asosiasi mode, desainer, hingga terlibat di pekan mode dalam dan luar negeri. Bekerja sama dengan IDFW, Wardah menghadirkan inspirasi kecantikan dan mode yang relevan dengan gaya hidup halal masa kini, sehingga dapat diikuti oleh siapa aja. Tema 'Equator Treasure' merupakan inspirasi utama, yang terdiri dari 6 look makeup. Untuk merepresentasikan inspirasi kecantikan tersebut Wardah berkolaborasi bersama 6 desainer yaitu, Dian Pelangi, Barli Asmara, Zaskia Sungkar, Khanaan, Malik Moestram, dan Ria Miranda.


Dian Pelangi memilih inspirasi dari rimbunnya hutan belantara Kalimantan, serta para penjaga yang mendedikasikan hidupnya untuk melindungi kecantikan alam Borneo. Dengan hadirnya rancangan blazer, vest yang dikolaborasikan dengan permainan belt dan stripe serta detail pada bagian bahu dan pinggang, Dian menghadirkan koleksi yang terasa lebih boyish dari koleksi sebelumnya. Sentuhan payet berwarna keemasan juga menjadi aksen yang mempercantik koleksinya. Tema makeup 'Fairy Forest' diterapkan untuk rancangan Dian kali ini.


Untuk pertama kalinya Barli Asmara menampilkan lini pakaian terbarunya yaitu, Barli Asmara Premium Ready-to-Wear Collection. Lini ini merupakan gradasi antara lini ready-to-wear, premium, couture, dan bridal yang sudah ada di labelnya. Koleksi ini terinspirasi dari kekaguman Barli terhadap kecantikan, ketangguhan, dan kestabilan seorang ballerina. Dalam kesempatan ini Barli akan menampilkan 24 rancangan romantis dan ultra-feminine berbahan tulle, organdi, serta renda yang dibalut warna off-white. Tidak hanya itu terinspirasi dari indahnya senja di pantai Kalimantan dalam koleksi ini Barli memasukkan kesan bohemian dan vintage melalui detail macrame dan untaian yang membuat koleksi ini cocok digunakan sebagai busana resort di daerah khatulistiwa. Alluring Horizon makeup look yang diaplikasikan Wardah pada koleksi Barli Asmara. 


Konsep make-up Island Charm yang berkesan berani, bersanding dengan karakter modis dan elegan yang telah melekat pada brand milik Zaskian Sungkar. Tradisi, budaya dan adat-istiadat masyarakat Kalimantan juga menjadi sumber inspirasi dari 15 tampilan modest wear yang hadirkan oleh Zaskia. Kombinasi mengejutkan ini melahirkan koleksi ‘Hulu Berkirana’. Mayoritas koleksi terdiri dari gaun bersiluet fitted yang santun berpadu dengan kain tenun Kalimantan dimana warna-warni benang tenun menjadi corak dominan di atas warna hitam dan earth tone yang menjadi fondasi rancangan Zaskia. Outerline hitam juga menegaskan sisi maskulin yang selalu ada dalam karakter Zaskia.


Tampilan Coral Paradise makeup look dari Wardah menginspirasi Ria Miranda untuk kembali menampilkan koleksi Lasia bernuansa romantis dan feminin dengan pilihan warna pastel, seperti cream, baby pink, dan baby blue. Keanggunan lace handmade dengan signature logo Ria Miranda dalam rajutan benang yang tak lekang waktu menjadi fokus dalam koleksi ini. 12 rancangan yang terdiru dari gaun, tunik, kebaya, dan atasan dengan print yang terinspirasi dari Prancis, serta berbagai kerudung dengan bahan-bahan yang nyaman digunakan.


Alkulturasi berbagai budaya dan suku yang hidup bersama dalam harmoni serta kecantikan beragam suku dan etnis menjadi konsep riasan glamour nan elegan yang diberi nama Radiant Opulence, yang menginspirasi Khanaan untuk membawa kecantikan berbusana wanita-wanita Indonesia pada zaman kolonial ke masa kini. Siluet sarung menjelma menjadi gaun berpotongan loose berbahan sutra, chiffon dan organdi, serta mutiara klasik juga dieksplorasi menjadi pakaian nyaman bagi wanita modern. Masih setia pada batik tulis kontemporer yang telah menjadi identitas labelnya, Khanaan juga mengambil inspirasi dari garis ombak lautan yang berlekuk-lekuk dan membungkusnya dalam dominasi warna earthtone, sedikit hitam dan sentuhan biru.