Trend Forecasting 2019/2020; Singularity

Trend Forecasting 2019/2020; Singularity

Ikhtiar untuk memberikan arah, menuju industri kreatif fashion Indonesia yang lebih maju dan berdikari, terus bergulir. Dimulai dari tahun lalu, BEKRAF melalui Tim Indonesia Trend Forecasting (ITF) telah melakukan proses riset dan kemudian menerbitkan 'Trend Forecasting' 2017-2018, sebuah arahan, decoding (terjemahan desain) dalam bidang fashion yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha ekonomi kreatif. 

Buku/Modul Trend Forecasting pertama yang pernah diterbitkan secara resmi ini, bisa jadi masih memiliki banyak kekurangan, baik sejak proses riset hingga interpretasi tren yang disajikan. Tetapi, ini merupakan sebuah langkah tepat dan konkrit menuju visi Indonesia untuk menjadi salah satu pusat mode dunia. Indonesia harus memiliki terjemahannya sendiri, arahan terhadap kecenderungan fashion yang bisa menjadi referensi para pelaku usaha dan juga publik. 

Proses riset untuk menentukan tren fashion melibatkan pengamatan terhadap pola pikir, gaya hidup masayarakat, khususnya di kota-kota besar dunia yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Bukan semata-mata meneliti perubahan dalam elemen desain, namun terlebih meneliti perubahan pola pikir masyarakat yang dipengaruhi aspek sosial, politik, ekonomi hingga kemajuan teknologi. Respon terhadap elemen-elemen ini kemudian diungkapkan dalam satu kesatuan tema dan baru diterjemahkan dalam berbagai tawaran desain.

Proyeksi tren tersebut disosialisasikan secara meluas, termasuk ke pelaku bisnis mode agar dapat meningkatkan daya saing, kualitas, dan nilai tambah bagi produk fashion dalam negeri.

Tim ITF telah merilis 'Trend Forecasting 2019-2020', yang baru-baru ini dipresentasikan dalam perhelatan 23 Fashion District 2018 di 23 Paskal, Bandung. Seminar tren ini menghadirkan pembicara Nuniek Mawardi selaku Konsultan Indonesia Trend Forecasting dan Ketua IFC Chapter Bandung, Ali Charisma selaku Fashion Designer dan National Chairman IFC, dan Tri Anugrah selaku Trend Expert Indonesia Trend Forecasting.


Seminar Trend Forecasting 2019/2020 bertujuan untuk memperkenalkan perkembangan tren fashion kepada pelaku usaha di bidang mode dan masyarakat luas, khususnya di kota Bandung dan daerah sekitarnya. 

Seminar Trend Forecasting 2019/2020 yang diselenggarakan 23 Fashion District merupakan bentuk sosialisasi Indonesia Trend Forecasting secara berkelanjutan. Program ini untuk mendukung terwujudnya mimpi Indonesia menjadi kiblat fashion dunia. Dengan target sebagai barometer fashion dunia, maka Indonesia harus menjadi pusat acuan tren bagi industri fashion global.

Tren Forecasting 2019-2020: Singularity


Indonesia Trend Forecasting 2019/2020 mengangkat tema Singularity yang terkait perubahan zaman, yakni gambaran suatu keadaan yang mengindikasikan beragam pergeseran teknologi dan sikap-sikap yang menyertainya, dan gambaran masa depan yang masih diraba. Dalam konsep Singularity terdapat unsur pertanyaan, kekhawatiran, optimisme, serta harapan akan apa yang terjadi di masa depan.

Tema Singularity diturunkan dalam empat tren utama, yaitu Exuberant, Neo Medieval, Svarga, dan Cortex. Exuberant terkait sikap positif dan antusias dalam memandang kecerdasan intelektual (AI) sekaligus perasaan santai. Tema ini menunjukkan keceriaan dan optimisme lewat permainan warna yang colorful dengan unsur seni urban atau futuristik dan perpaduan gaya sporty yang santai dengan gaya formal yang cenderung feminin.

Neo Medieval mengusung unsur romantisme abad pertengahan yang mencerminkan sikap khawatir akan kemungkinan di masa depan yang memicu timbulnya “benteng pertahanan”. Pandangan ini membangkitkan romantisme dalam sejarah, di mana tema abad pertengahan menyatu dengan kemajuan teknologi. Secara visual, tema ini memunculkan kesan gaya khas pejuang futuristik, kuat, tegas, dan elegan dengan palet warna yang netral dan membumi.

Svarga melihat sisi kemanusiaan dari kecerdasan buatan, yaitu jembatan dari beragam perbedaan tampilan untuk menjadi satu harmoni. Keterbukaan ini menciptakan multikulturasi. Konsep desain dalam tema ini memperlihatkan tabrak corak yang tetap memperhatikan keseimbangan antara satu dengan yang lain.

Cortex merupakan paradoks kecerdasan buatan di era evolusi digital, ketika digitalisasi membaur dengan seluruh aspek kehidupan manusia. Kecerdasan buatan dipandang dapat membantu manusia dalam proses riset desain, yang berujung pada inovasi. Inovasi material dengan bantuan teknologi mewarnai tema ini, termasuk bentuk abstrak terstruktur, tidak terduga, fleksibel, dan dinamis dalam siluet maupun tekstur.

Keempat tren utama tersebut juga telah di-breakdown dalam sub-sub tema yang dideskripsikan dengan look, gaya dan karakter tertentu. Konten Tren Forecasting 2019-2020 selengkapnya, bisa dilihat dan diunduh segera di bit.ly/BekrafITF. 

please login to comment.

RELATED ARTICLES

L.tru Menerjemahkan Preferensi Gaya Modest Wear Kekinian

L.tru Menerjemahkan Preferensi Gaya Modest Wear Kekinian

READ MORE
Hello, L.tru Menyapa Dengan Koleksi yang Segar dan Berwarna

Hello, L.tru Menyapa Dengan Koleksi yang Segar dan Berwarna

READ MORE