SMK Kecil di Pinggir Kudus yang Berprestasi Hingga Tingkat Internasional

SMK Kecil di Pinggir Kudus yang Berprestasi Hingga Tingkat Internasional

Dari luar sekolah menengah ini terlihat biasa saja, seperti sekolah lain pada umumnya. Berada di pinggiran kota Kudus, yang berjarak sekitar 6 kilometer dari pusat kota. Untuk mencapainya, kita akan melewati jalan kecil di pinggir sawah dan perkebunan setelah berbelok dari jalan utama. Di sepanjang jalan ini juga terdapat beberapa komplek sekolah lainnya, sehingga di pagi hingga siang hari jalan ini akan disibukkan dengan lalu-lalang siswa-siswi yang bersepeda onthel ke sekolah.  

Yang istimewa, persis di sebelah gerbang masuk SMK ini, pada fasad bangunan terdepan dari sekolah ini kita akan menjumpai Butik SMK NU Banat. Butik dengan dinding kaca ini menjual beragam busana muslim dan perlengkapannya, dengan mengusung brand Zelmira. Betul, Zelmira yang menjadi kebanggaan SMK NU Banat yang telah go international dengan tampil di panggung Centerstage Asia's Premiere, Hongkong. 


Di belakang butik ini adalah gedung utama sekolah, yang hanya terdiri atas satu bangunan berlantai dua. Meskipun tidak terlalu besar, bangunan sekolah tampak bersih dan sangat terawat. Yang menarik lagi, memasuki halaman sekolah ini kita bisa melihat dua area fasilitas utama yang juga menjadi keunggulan SMK ini.

Fashion lab, sebuah ruangan luas berpendingin udara yang menjadi ruang praktik utama para siswi SMK. Di dalamnya kita bisa melihat belasan mesin jahit di tengah-tengah ruangan, kemudian di belakangnya ada area meja-meja besar untuk membuat pola. Di sampingnya, beberapa unit komputer yang dilengkapi dengan aplikasi fashion terkini, serta mesin bordir dengan teknologi terkini yang terkoneksi dengan komputer desain.

Di sekeliling ruangan berjajar rak dan lemari, mulai dari area rak buku referensi fashion, lemari-lemari yang menyimpan busana karya siswa, rak display, hingga jajaran manekin. Fashion lab yang luas ini bisa menampung sekitar 30-an siswi yang melakukan berbagai aktivitas di dalamnya. Di 'dapur' inilah koleksi 'milestone' Zelmira yang sudah dimuat berbagai media internasional dikerjakan oleh ke-empat desainer yang merupakan siswi SMK NU Banat, yang disupervisi dan dimentori oleh beberapa desainer dari Indonesia Fashion Chamber (IFC).



Bukan hanya laboratorium fashion ini saja yang menundang decak kagum. Di area semi terbuka sebelah fashion lab, terdapat panggung runway fashion show -sepanjang kurang lebih 20 meter- semi permanen, lengkap dengan layar latar (background) LED-ready, serta tata pencahayaan berupa lampu sorot permanen di atas runway! Benar-benar panggung catwalk berstandar tinggi seperti yang biasa kita lihat pada fashion show di kota besar.   

Saat berkesempatan menyaksikan show disini, saya benar-benar terkesan bagaimana sebuah SMK di kota kecil ini bisa menyelenggarakan sebuah presentasi peragaan busana semacam ini. Dan lebih kagum lagi, karena semua fasilitas ini telah dimiliki oleh sekolah -bukan menyewa-, atas bantuan Bakti Pendidikan Djarum Foundation.


Melihat semua pencapaian, prestasi dan fasilitas sekolah ini, banyak orang tentu akan berpendapat bahwa SMK NU Banat sangat beruntung karena bisa mendapatkan semua bantuan dan fasilitas dari berbagai pihak luar. Djarum Foundation dengan bantuan berbagai sarana dan hardware, serta para praktisi desainer dari IFC yang melatih dan membimbing para siswa dan guru disini. Faktor tersebut menjadi salah satu kunci dan jalan bagi terbukanya kesempatan para siswi untuk menunjukkan karya terbaiknya, hingga bisa berprestasi di level internasional.

Memang sinergi seperti inilah, antara SMK dan entitas, yang diharapkan terjadi pada semua SMK di Indonesia. SMK NU Banat berhasil mewujudkan sinergi ini, karena ada usaha dari pihak sekolah untuk secara proaktif menarik peluang-peluang semacam ini. Tetapi bukan itu saja. Dengan pola pendidikan yang tepat, peningkatan mutu tenaga pendidik, serta ditunjang oleh infrastruktur dan fasilitas pendukung pendidikan yang memadai, SMK mampu bersaing dan maju. 

Untuk menyebarkan semangat dan mewujudkan hal tersebut, salah satu program yang sudah dirintis dan akan terus dilakukan antara lain oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia melalui Direktorat Pembinaan SMK yang bekerjasama dengan pihak swasta dan Indonesia Fashion Chamber melalui Workshop Revitalisasi SMK bidang Tata Busana yang diselenggarakan di Kudus pada bulan November 2016 ini. Semoga upaya ini bisa menjadi langkah strategis agar semakin banyak SMK-SMK di Indonesia yang bisa berprestasi sama bahkan melebihi SMK NU Banat Kudus. 


See also:
-- 'Fashion on Seine River in Paris', Kiprah Akhir Tahun Indonesian Fashion Chamber -- SMK Kecil di Pinggir Kudus yang Berprestasi Hingga Tingkat Internasional -- Menanti Zelmira menjadi Merek Modest Fashion Internasional --

Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Menggulirkan Regenerasi Desainer Fashion Muslim Indonesia

Menggulirkan Regenerasi Desainer Fashion Muslim Indonesia

Islamic Fashion Institute saat ini menjadi satu-satunya institusi pendidikan yang fokus dalam mencetak desainer-desainer fashion muslim baru.

READ MORE
Online Bullying dan Amena Khan yang Mundur dari Kampanye L'Oreal Paris

Online Bullying dan Amena Khan yang Mundur dari Kampanye L'Oreal Paris

READ MORE