Shafira 'Bungo Nagari' Memukau di IFW 2017
By ketupatkartini - Feb 21, 2017Bukan hanya soal fashion, sekali lagi Shafira membuktikan kepiawaiannya mengemas sebuah pesan dan misi besar.
Indonesia Fashion Week 2017 telah selesai lebih dari dua minggu lalu, -1 hingga 5 Februari 2017-, tetapi ada sebuah persembahan yang teramat istimewa, bagi saya dan mungkin juga banyak orang yang menyaksikannya, yang rasanya tidak mungkin terlupakan dan berlalu begitu saja. Di hari ketiga, Shafira mempersembahkan 'Bungo Nagari', pergelaran fashion yang menampilkan koleksi utama Shafira pada 2017 ini.
Latar belakang, cerita mengenai ide dan perjalanan sang Bungo Nagari sebelumnya telah saya tulis pada artikel pertama dan kedua ini, bagaimana Shafira memilih bordir dan sulam Bukittinggi sebagai inspirasi dan tema utama tahun ini. Juga bagaimana Shafira melibatkan sekian banyak pihak dari Sumatra Barat dalam prosesnya, sehingga bukan hanya sebatas menjadi inspirasi, tetapi masyarakat Sumbar dan Bukittinggi khususnya juga ikut merasa 'terwakili' dan memiliki dalam misi ini.
Misi memperkenalkan dan menyebarluaskan kekayaan ragam budaya Indonesia, kali ini adalah bordir dan sulam Bukittinggi, yang sebenarnya sudah tersohor sejak lama. Sentra kerajinannya pun cukup banyak dan sangat berkembang di Bukittinggi, dan dilestarikan -dipakai- secara luas dan turun-temurun oleh masyarakatnya. Ragam hias tenun dan sulam Bukittinggi diterapkan pada seluruh busana dalam koleksi Bungo Nagari, dengan cara dan sudut pandang yang baru, desain yang mengagumkan.
Tidak salah jika sebelumnya saya menyebut show Shafira sebagai sorotan utama sepanjang IFW 2017. Kita bisa melihat sebuah proses yang panjang, serius, passionate, intensif, dalam menciptakan koleksi Bungo Nagari. Selama lebih dari 6 bulan tim Shafira menggodok 'koleksi' ini, termasuk riset dan meramu pola, motif, teknik, dan material yang tepat, terlibat langsung dengan pengrajin di Bukittinggi, untuk membuat sulam dan bordir sebagai unsur utama. Hasilnya, 60 set pakaian wanita dan pria yang luar biasa indah, koordinasi warna yang menawan, dan sentuhan desain yang matang.
Shafira mengembangkan siluet baju kurung yang longgar (oversized) menjadi koleksi blus dengan eksplorasi detail pada bagian tangan, jaket longgar dengan detail swarovski yang membentuk motif songket pucuk rebung, rok bergaya aristrokrat dengan bordir kerancang penuh yang kaya detail hasil pekerjaan tangan, dan palazzo yang terlihat edgy dengan taburan aplikasi bordir bungo nagari. Dari beberapa koleksi yang sudah diperlihatkan pada media, Shafira benar-benar membuat koleksi busana dengan look yang fresh, detail yang sangat rapi dan intricate, serta inspiratif karena memiliki surprising factor yaitu aksen bordir dan sulam yang sangat relevan dengan budaya Indonesia.
Dengan koleksi yang dicitrakan sebagai busana siap pakai premium (ready-to-wear deluxe) tersebut Shafira membuat terobosan sekaligus setting the bar high untuk ranah fashion santun di Indonesia. Di tengah kecenderungan para desainer dan label fashion lainnya yang kini banyak membuat karya yang cenderung instan, teknik yang itu-itu lagi (seperti digital print), kehadiran Shafira dengan inisiatif ini bisa menjadi sebuah angin segar sekaligus menginspirasi banyak desainer lainnya untuk mau mengeksplorasi lebih luas, dalam membuat karya fashion yang signifikan.
Show yang memukau dan emosional
Tetapi bukan hanya koleksinya. Shafira mengemas perhelatan dengan apik. Menyuguhkan multi-keindahan dan budaya dari Sumbar-Bukittinggi kepada semua penonton yang hadir pada saat itu; rangkaian busana modest-modern berbasis sulam & bordir, lukisan keindahan alam melalui tata visual, kesenian musik dan tari sebagai pembuka, dan yang tidak kalah memesona, musik latar yang sungguh luar biasa. Show kali ini sungguh emosional, terutama bagi mereka yang punya ikatan dan kecintaan terhadap Sumatra Barat, sekaligus mengundang pesona bagi mereka yang baru mengenalnya. Selama beberapa lama pengunjung dibuat terpesona dengan keanggunan busana muslim, padu-padan warna yang segar dan kaya, ditambah taburan kristal swarovski menjadikannya makin sempurna. Dipuncaki dengan parade seluruh model berjalan di panggung bersama-sama, berlatar musik/lagu tradisional Sumbar 'malam bainai'. Lagu yang sentimental, merdu dan cantik ini diaransemen sedemikian rupa sehingga menjadi latar yang sempurna untuk menutup show ini. Perpaduan semuanya di panggung menjadikan pemandangan tersebut menggetarkan hati, hingga saya melihat beberapa pengunjung dengan mata berkaca-kaca, yang lain tak habisnya bertepuk tangan dan menggumamkan lontaran kekaguman.
That was one hell of emotional show! Rasanya begitu bangganya pada budaya Indonesia, pada budaya negeri sendiri yang demikian cantiknya, demikian istimewanya. Bagi masyarakat Sumatra Barat, mereka sungguh diingatkan akan kebesaran dan kekayaan budayanya, begitu kagum bahwa ragam hias asli Bukittinggi ternyata bisa diolah dengan sophisticated menghasilkan busana yang modern dan bisa dibanggakan pada dunia internasional. Begitupun diingatkan bahwa musik dan lagu tradisional Sumatra Barat ternyata sedemikian indahnya, tidak hanya berjaya di kampung halaman tetapi juga bisa memukau dunia.
Selamat dan bangga untuk Shafira!
See also:
--
Shafira 'Bungo Nagari' Memukau di IFW 2017 --
Pergelaran Koleksi Shafira Sebagai Sorotan Utama di IFW 2017 --
Tampilan Baru Zoya di 2018 --
Koleksi Ramah Lingkungan dan Upaya Fashion Berkelanjutan dari Shafira --
Tags
RELATED ARTICLES
aldrie by L Tampil di BRICS+ Fashion Summit di Moscow Rusia
Dec 20, 2023Bersama Ali Charisma, menjadi delegasi Indonesia Fashion Chamber dalam event internasional ini
READ MORE