Semangat dan Inspirasi Fashion Dari dan Untuk Bandung

Semangat dan Inspirasi Fashion Dari dan Untuk Bandung

Bandung kota kreatif, bukan sekedar visi atau jargon yang dilekatkan pada kota ini. Bandung secara intrinsik, secara alami telah memiliki semua sumber daya dan energi kreatif ini sejak lama, yang melekat pada orang-orangnya. Kemudian secara sadar dan berkesinambungan potensi kreatif ini dikelola bersama-sama oleh pemerintah dan masyarakat.

Daya kreatif yang menonjol pada Bandung, sejak jaman dulu adalah fashion. Dikenal sebagai Paris van Java menjadi bukti pernyataan tersebut. Yang terekam dengan baik adalah perkembangan Clothing Company (CC) dan Distro di kota Bandung, dimulai dari dua dekade yang lalu. Keduanya pun menjadi arus utama tren fashion di Bandung.

Selama ini, tren streetwear dari budaya populer barat menjadi acuan utama CC dan Distro ini, bisa dilihat dari mayoritas nama distro dan image yang ditampilkannya. Beberapa event besar yang menjadi Kickfest menjadi ajang fashion populer di Bandung. Belakangan baru muncul beberapa brand yang merefleksikan local wisdom dan diminati pula oleh pasar. 

Tetapi potensi kreatif fashion Bandung sebenarnya jauh melampaui kondisi saat ini, terutama dengan memanfaatkan lebih banyak lagi konten dan inspirasi lokal, dan kreasi fashion segar yang original. Upaya ini salah satunya dilakukan melalui perhelatan seperti fashion week yang bisa dijadikan referensi di kota Bandung. 

Opening 23 Fashion District

23 Fashion District yang diadakan sejak tahun 2017 menjadi sebuah event fashion besar yang diinisiasi oleh pusat perbelanjaan 23Paskal Shopping Centre dan Indonesian Fashion Chamber (IFC). 23 Fashion District menampilkan keunggulan dan keragaman produk ready to wear craft fashion Indonesia yang mengacu pada perkembangan Indonesia Trend Forecasting sehingga dapat turut menggerakkan ekosistem industri mode tanah air dan mewujudkan Indonesia sebagai pusat mode dunia.

Peran pusat perbelanjaan yang berorientasi fashion seperti 23 Paskal sangat penting, sebagai wadah sinergi para pelaku ekonomi kreatif sektor fashion, dan menguatkan Bandung sebagai kota fashion di Indonesia, seperti yang diungkapkan oleh M. Satriawan Natsir, General Manager 23Paskal Shopping Center.

Pentingnya peran desainer sebagai penggerak tren ini juga disampaikan oleh Ali Charisma, National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC). "Bandung punya euforia fashion sejak lama, terutama ragam streetwear yang kuat. Dengan masuknya inspirasi dari para desainer ini, diharapkan bisa memperkuat karakter tersebut. Seperti kota besar fashion, misalnya London, yang industri dan gaya perkotaannya hidup, dengan infusi para desainer besar, yang punya kekuatan untuk mempengaruhi. Selama ini saya melihat Bandung perlu support desainer nasional, yang sangat potensial seperti para desainer yang tampil di event ini. Kami percaya ujung tombak mode itu ada di desainer karena kuatnya kreatifitas dan orisinalitas yang dibawa. Dan semoga ini bisa menjadi inspirasi semua pelaku usaha fashion di Bandung."

Para desainer Indonesia ini melalui rancangan ready-to-wear memiliki komitmen untuk memberdayakan potensi lokal, menggunakan sumberdaya dalam negeri untuk diolah sedemikian rupa sehingga bisa menampilkan wajah fashion yang kekinian dengan kualitas tinggi. Seperti Sofie, dengan rancangan yang menampilkan gaya androginy, sisi tangguh perempuan melalui busana berstruktur tegas, powerful coat yang sangat fungsional sekaligus fashion-forward. Rancangannya banyak menggunakan kain Indonesia seperti tenun yang bernuansa mono-tone, sehingga tidak terlihat etnik.


Atau seperti Nuniek Mawardi dan Irna Mutiara, dua diantara desainer Bandung yang selalu concern untuk memberdayakan potensi lokal di sekitar Jawa Barat, seperti Majalaya dan Tasikmalaya. Daerah-daerah yang dekat dengan Bandung ini memiliki potensi kain dan tekstil yang berbeda-beda, yang bisa dikembangkan dan dieksplorasi dengan sentuhan keahlian dan kreativitas seorang desainer, sehingga produksinya berkembang, dan memiliki efek multiplier terhadap ekonomi masyarakat. Bandung bisa menjadi kota pusat fashion yang mengakomodasi hal ini.

Antusiasme terhadap gaya street wear yang dinamis, muda, fluid dan adaptif terhadap perubahan jaman juga sangat tampak pada rancangan brand dan desainer muda seperti Danjyo Hiyoji, Raegita Zoro, Bateeq, Eugeneffectes, Wilsen Willim, Belinda Amaliyah, Aldre dan lainnya. Menghembuskan semangat dinamis yang senada, namun mereka semua memiliki karakter, ciri khas dan cerita kuat yang mampu membuat setiap brand tersebut distingtif satu dengan lainnya. 


  

  

Demikian pula dengan industri distro dan clothin company di Bandung. Berdasarkan laporan Pikiran Rakyat pada bulan November 2017, pasar distro dan CC di Bandung mengalami perlambatan dengan tingkat kunjungan yang menurun antara 30 hingga 40%. Hampir senada dengan perlambatan ritel yang terjadi di kota besar seperti Jakarta, perubahan gaya hidup generasi muda milenial menjadi salah satu penyebab dominan. Konsumen memilih untuk shifting konsumsinya menjadi leisure; traveling dan experience. 

Untuk membuat produk fashion tetap diminati masyarakat, kreativitas dan inovasi adalah syarat mutlak. Tren yang bergulir melalui kreasi orisinal para desainer bisa terus menjaga antusiasme pasar untuk membeli produk fashion lokal. 

23 Fashion District mengemban tujuan tersebut, dengan menghadirkan fashion show selama 3 hari di main atrium 23 Paskal dengan panggung besar dan megah, yang diharapkan bisa menarik perhatian publik fashion Bandung. 

Untuk menunjang gelaran fashion show, 23 Fashion District 2018 menghadirkan pop-up market sebagai ruang bagi desainer dan brand fashion Indonesia untuk memasarkan keragaman dan keunggulan produknya. Selain itu juga digelar Seminar Trend Forecasting 2019/2020 dengan tema “Singularity” dalam rangka memperkenalkan perkembangan tren fashion terbaru kepada pelaku usaha di bidang mode dan masyarakat luas.

Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES

The Ramadhan Edit, Gaya Ramadhan dan Lebaran dari ASOS.com

The Ramadhan Edit, Gaya Ramadhan dan Lebaran dari ASOS.com

READ MORE
Modest Fashion Highlights in 2016 (part 1)

Modest Fashion Highlights in 2016 (part 1)

READ MORE