Saat para Cistels Mengantri Koleksi Riamiranda

Saat para Cistels Mengantri Koleksi Riamiranda

People queue for fashion. Sejak era belanja saat ini yang disebut sebagai non-linear purchase, kita sudah lazim melihat antrian orang untuk mendapatkan sebuah benda fashion. Saat diskon, pembukaan toko dan saat merilis produk (product launching). 

Bukan cerita baru ketika orang mengantri untuk membeli ketika peluncuran koleksi kolaborasi retail seperti H&M dan seorang desainer kenamaan dunia. Tetapi di ranah modest fashion, kita bisa melihat sebuah kehebohan baru dari label riamiranda; loyal customer yang rela antri untuk bisa membeli koleksi terbarunya. 


Modest.id menyaksikan saat peluncuran koleksi ready-to-wear Principia di butik riamiranda di Bintaro. In fact, pada hari tersebut, Sabtu 18 Februari 2017 koleksi busana seri Principia diluncurkan di seluruh butik riamiranda di seluruh Indonesia. Fyi, seri ini sudah ditampilkan pada event tahunan 'Riamiranda Trend Show 2017' bersama dengan semua lini yang akan diproduksi sepanjang tahun ini. Sebelumnya di bulan Januari koleksi ini juga telah diluncurkan melalui e-commerce blibli.com (yang langsung sold-out dalam hitungan menit), tentu saja dengan beberapa item/jenis yang berbeda.

Saat-saat peluncuran sebuah koleksi seperti kali ini merekam antusiasme para cistels (sebutan bagi #rmlc, riamiranda loyal customer) yang sangat tinggi terhadap koleksi baru -dan terbatas- dari desainer muslim muda ini. Seperti terlihat di butik riamiranda Bintaro, beberapa orang pertama sudah datang sejak pukul 06.30, dan antrian semakin panjang menjelang pukul 09.00 saat butik dibuka. Mereka ternyata bukan hanya dari Bintaro dan sekitarnya, tetapi juga dari Bekasi, Meruya dan Jakarta Timur. 

Pada saat jam buka butik tersebut ada sekitar 40 orang yang mengantri, belum termasuk yang datang setelah jam buka. Cukup padat mengingat ukuran butik yang tidak terlalu besar. Begitu dibuka para pengantri ini akan langsung membentuk antrian di depan kasir, sambil dibagikan katalog oleh sale assistant. Karena produk baru tersebut akan dipajang di rak dekat kasir, sehingga customer 'hanya' berkesempatan melihat dan memegang langsung produk-produk tersebut sembari mengantri untuk bertransaksi. 

 

Agak mengherankan memang, karena mereka tidak merasa perlu untuk mencoba baju tersebut, apakah cocok atau sesuai ukurannya. Yang menjadi prioritas adalah bisa membeli baju-baju ini, sebelum kehabisan. Padahal, mereka juga dibatasi hanya boleh membeli maksimal 3 item per orang, aturan yang diberlakukan baru-baru ini untuk mengantisipasi praktik jual beli kembali (resale) yang kurang etis. Yang menarik, saya melihat banyak juga bapak-bapak yang di dalam antrian. Karena mereka bukan hanya 'berfungsi' menemani istrinya berbelanja, tetapi juga menjadi personel tambahan, sehingga mereka bisa membeli 6 pieces busana.

Apa sih yang membuat mereka rela mengantri untuk membeli produk riamiranda ini? Saat saya tanyakan, beberapa dari mereka menjawab, karena ini adalah produk terbatas, dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, produk yang dilaunching sudah akan langsung soldout pada hari itu juga. Kalau datang langsung ke butik saat hari peluncuran, maka mereka bisa leluasa memilih varian produk tersebut. Kali ini, ada 25 SKU produk yang diluncurkan, meliputi atasan dan outer. Harganya? Bagi yang familiar dengan riamiranda, pasti sudah hafal. Harga atasan-atasan ini berkisar antara 825 hingga 900 ribu rupiah! Harga yang bisa dikategorikan tinggi untuk busana casual-premium.

  

Dengan harga 'semahal' itu, rata-rata mereka dengan antusias membeli lebih dari satu, dan banyak juga yang membeli kuantitas maksimal, 3 potong busana. Beberapa dari mereka bahkan mengaku, kalau boleh beli lebih, maka mereka akan membeli sebanyak kuantitas maksimal tersebut. "Karena saat launching itu yang penting kebagian dulu. Nanti di rumah bisa dicoba, dilihat-lihat lagi mana yang cocok. Kalau ada yang kurang cocok atau ternyata tidak pas, maka saya akan jual lagi", kata salah seorang pengantri. Jadi jaminan dan keyakinan bahwa produk-produk terbatas riamiranda ini gampang lakunya, maka mereka juga tidak segan untuk mengeluarkan uang banyak untuk membeli. 

"Baju-baju ria yang baru launching seperti ini pasti banyak yang memburu. Jadi kita nggak ragu untuk beli, karena mudah dijual lagi di Instagram, yang beli biasanya penggemar Ria yang ada di luar kota", lanjut salah satu cistel ini. "Selain itu, kalau kita bosan dan ingin beli lagi, baju-baju ini juga bisa kita jual lagi (preloved item), misalnya hanya dipakai 1-2 kali, masih seperti baru dan kita masih bisa jual dengan harga tinggi. Paling dikurangi 50ribu dari harga beli", lanjutnya.

 

Saya penasaran lagi, apakah suami-suami mereka tidak protes jika mereka belanja baju dengan harga tidak murah, dan dengan frekuensi yang lumayan sering. Jawaban beberapa cistel mengejutkan dan sangat menarik.

"Suami saya malah suka kalau saya pakai baju-baju riamiranda. Bahkan jika ingin beli baju merk internasional di mall, saya disarankan beli baju ria saja." Hmm, ternyata karakter penampilan yang diciptakan melalui koleksi riamiranda -kalem, feminin, keibuan, lembut, pastel, dan modelnya tidak neko-neko- selain disukai si pemakai, juga disukai oleh para suami. 

Tetapi yang penting bagi loyal customer ini, baju-baju riamiranda ini bisa meningkatkan rasa percaya diri mereka. "Dari dulu saya suka sekali rancangan Ria dan sampai sekarang makin ketagihan. Nggak tahu kenapa ya, pokoknya (pakai baju-baju riamiranda ini) bener-bener nambah pede. Mungkin karena karakter desainnya cocok dengan kami". Beberapa cistel lain juga berpendapat sama. Mereka tetap bisa mengekspresikan fashion dan berpenampilan up-to-date, sekaligus simpel dan tidak terlalu pusing untuk memikirkan padu padan gaya. 

Well, kita semua cukup 'terpana' dengan fenomena riamiranda ini, sekaligus mengacungkan jempol karena brand dalam negeri ini mampu menonjol dan membuat trend sendiri, di tengah banyaknya label fashion asing yang masuk ke Indonesia. Sampai jumpa pada peluncuran berikutnya, cistels! 

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Product of The Week; Printed Cap by Ma.na

Product of The Week; Printed Cap by Ma.na

READ MORE
riamiranda on Muffest 2016; Challenging Its Comfort Zone

riamiranda on Muffest 2016; Challenging Its Comfort Zone

READ MORE