Rekonstruksi Sajadah ala Lasouk

Sajadah modern yang eco-friendly ini sudah dijual di Dubai, Malaysia dan Singapore!

Rekonstruksi Sajadah ala Lasouk

Gen-M, generasi muslim masa kini dengan karakter utama religius, terbuka dan modern, menjadi gerbong perubahan dan modernisasi dalam segala bidang kehidupan yang tak terpisah dengan keisalamannya. Arus utama Gen-M ini terjadi di seluruh dunia, dengan wajah Islam yang makin dikenal dan makin mampu bersuara. Generasi ini mampu mendobrak dan membuat pembaruan-pembaruan yang membuat wajah Islam semakin terbuka, modern, inklusif, selaras dengan perkembangan masa dan teknologi yang makin maju. 

Generasi inilah yang menginspirasi Nadja dan Haekal, entrepreneur lintas negara dalam menciptakan sebuah produk yang sangat dekat dengan muslim, sajadah. Alas shalat ini hampir pasti dimiliki oleh setiap muslim di manapun berada, dan mudah ditemukan di setiap rumah dan tempat-tempat umum lainnya. Sajadah bisa dibilang sangat berbeda dengan perangkat muslim/ah lainnya, misalnya busana muslim atau bahkan mukena, yang kini perkembangannya luar biasa, baik dari ragam bentuk dan model, hingga materialnya. 

Brand- brand sepertinya lebih nyaman berkreasi dengan mukena, menciptakan desain yang berbeda-beda, namun tidak demikian dengan sajadah. Selama ini desain sajadah biasanya mengikuti paduan mukenanya, atau berdesain dengan material karpet klasik. Baru beberapa tahun terakhir, kita bisa melihat beberapa inovasi produk sajadah.

Produk sajadah inovasi baru diperkenalkan dengan nama brand Lasouk, yang berasal dari kata 'Souq' yang berarti pasar di Maroko. Sebagai brand internasional yang kini berpusat di Singapura, Lasouk sangat terinspirasi dan berjiwa Maroko. Brand ini bermula ketika kreator Lasouk, Nadja dan Haekal bermukim di Maroko. Motif-motif arsitektur Maroko yang khas dan kaya kini diterapkan sebagai motif-motif sajadah Lasouk. Motif geometri yang berwarna-warni tersebut dire-kreasikan dengan corak dan warna yang lebih minimalis, sehingga tampilannya pun tampak segar!  

Berawal dari Pengusaha Yoga Mat

Awalnya, Nadja dan Haikal merupakan pengusaha yoga mat yang berpengalaman, yang telah dikenal luas di Kanada. Lasouk berangkat dari ide menghadirkan sajadah bagi wanita milenial yang dinamis dan aktif yang ingin selalu ingin memiliki item yang stylish dan conscious termasuk item yang digunakan saat beribadah. Dengan pengalaman pengolahan produk yoga mat, lahirlah sajadah Lasouk dengan material organik rubber dan suede, yang ringan dan terlihat begitu urban. 

Desain bukan satu-satunya kelebihan Lasouk. Sajadah ini didesain dengan paket komplit; visual yang baik, kenyamanan ketika dipakai dan juga ramah lingkungan. Sajadah Lasouk sangatlah nyaman dengan menggunakan bantalan tebal yang mampu melindungi lutut dari kemungkinan cedera otot. Motif bagian atasnya menggunakan tinta berbasis air dan suede sintetis yang dapat menyerap kelembaban dengan baik. Sementara untuk lapisan bawah sajadah, Lasouk menggunakan karet natural dengan grip yang kuat sehingga sajadah terhampar dengan baik tanpa takut terlipat maupun slip. 

Lasouk juga memikirkan siklus after-use produknya. Ketika sajadah Lasouk yang kita gunakan telah lawas, sajadah ini dapat terurai dengan baik secara alami karena menggunakan material yang ramah lingkungan seperti motif dengan tinta air dan karet alami.  


Inspirasi Maroko dengan Nilai

Pasar-pasar di Marrakech, Maroko yang dikenal sejak dulu sebagai pusat inspirasi nan eksotis dengan hamparan karpet, sutra, kaftan, bumbu-bumbu, perhiasan dan lampu-lampu tak pudar menjadi kekaguman banyak orang.  Maroko yang merupakan salah satu negara favorit Nadja dan Heikal juga dipenuhi dengan deretan islamic arts dan bentuk geometri islam yang memukau. 

Untuk menghargai kekayaan inspirasi Maroko, Lasouk berkomitmen mendukung pendidikan  di Maroko dengan bekerjasama dengan badan social bernama Education for All Morocco (Efamorocco). Badan yang telah didirikan sejak 2007 ini telah membantu banyak remaja wanita berusia 12-18 tahun yang hidup di pedesaan terpencil di Maroko untuk mendapatkan pendidikan. “Setiap penjualan 300 sajadah, kami dapat mensponsori pendidikan satu remaja wanita di Efamorocco selama satu tahun,” ujar Heikal- founder Lasouk. Sebelumnya badan sosial ini juga didukung oleh Pangeran Harry dan Meghan Markle.

Sudah lebih dari satu tahun Lasouk masuk ke Indonesia, dan dipasarkan di beberapa e-commerce. Kali ini, Lasouk juga berpartisipasi dalam Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2020, yang berlangsung pada 21-23 Februari 2020 di Jakarta Convention Center. 

  

Lasouk di Muslim Fashion Festival 2020

See also:
-- Menghadirkan Keindahan Motif Indonesia Dalam Sajadah -- Rekonstruksi Sajadah ala Lasouk -- Persepsi dalam 'Calligraffiti' El Seed --

Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Dudin Abdurrahman Menjawab Tantangan Muslim Zaman Now

Dudin Abdurrahman Menjawab Tantangan Muslim Zaman Now

Desain tempat wudhu sekaligus wastafel, memberi solusi kepada muslim zaman now yang taat menjalankan perintah agama namun fleksibel menanggapi dunia modern.

READ MORE
Menghadirkan Keindahan Motif Indonesia Dalam Sajadah

Menghadirkan Keindahan Motif Indonesia Dalam Sajadah

'Bingkisan' indah ini dipersembahkan oleh Ikat Indonesia dan Lasouk, yang menebarkan kebahagiaan dan estetika menawan dalam produk sajadah.

READ MORE