Pengalaman Tak Terlupakan di Indonesia Hijab Fest 2019

Ingin memberi lebih dari sekedar festival dan event fashion hijab, Indonesia Hijab Fest yang tetap kuat di Bandung kembali terselenggara, lebih besar dan tak terlupakan.

Pengalaman Tak Terlupakan di Indonesia Hijab Fest 2019

Bandung itu Paris van Java, (kota) Paris-nya (pulau) Jawa. Bila kota Paris di Prancis adalah pusat mode dunia, demikian pula halnya dengan Bandung yang menjadi kiblat fashion di negara kita.

Dari Bandung ini lah Indonesia Hijab Fest bergaung ketiga kalinya. Sebuah event yang merupakan kombinasi pameran busana muslim, fashion show, inspiring talkshow, halal culinary, hingga band performance. Pelaksanaan Indonesia Hijab Fest di tahun 2019 ini adalah yang ketiga, setelah sukses diselenggarakan pada tahun 2017 dan 2018. Di tahun ini, tema yang diusung adalah “Rising Hijab Brand”, memberikan ruang dan kesempatan bagi brand-brand fashion hijab yang relatif masih baru untuk tampil memperkenalkan diri ke hadapan publik.

Sebagaimana pernah diulas di media ini juga, sejak tahun 2010-an telah lahir suatu segmen masyarakat yang bisa disebut dengan “Middle Class Muslim”. Alias kelas menengah muslim. Tidak hanya sekedar muslim/muslimah tetapi segmen ini juga berwawasan, berpenghasilan, dan terkoneksi satu sama lain. Segmen ini memiliki selera dan standard tersendiri perihal menjadi seorang muslim. Ada dua kategori yang terkait langsung dengan MCM tersebut. Yakni, kategori fashion (alias busana muslim) dan kosmetik (hanya yang halal, tentu saja).

Sebagai brand yang mengusung kehalalan dalam produk-produk kosmetiknya, tentu saja Wardah sangat mendukung penggunaan hijab yang telah nyata terbukti dalam memuliakan wanita. Apalagi, nilai ekonomi yang berputar di industri hijab juga tidak tanggung-tanggung. Hijab itu selain menyejahterakan, juga turut meratakan perekonomian.

Bila kita menyimak komentar-komentar di rilisan terbaru akun instagram @hijabfest, tampak nyata animo dari para calon pengunjung. Mereka seakan-akan berlomba menyebarkan informasi mengenai event tahunan ini yang berlangsung pada 9-13 April lalu sejak pagi (pukul 09) sampai dengan malam (pukul 8). Tidak jarang ditemui, hampir setiap komentar di laman IG @hijabfest menyebut (mention) 2-3 orang rekan/keluarganya agar bersama-sama datang langsung ke Sasana Budaya Ganesha (Sabuga).

Di tempat kejadian, pengunjung tidak hanya datang dengan kendaraan seukuran mobil saja. Bahkan sampai ada yang hadir dengan bis berukuran sedang. Mengindikasikan mereka datang dari jauh dan secara kompak bersama-sama ingin menghadiri perhelatan hijab yang gaungnya semakin me-nasional ini.

Sebab, event ini bukan berupa bazaar fashion semata. Melainkan hadirnya beberapa talkshow inspiratif, fashiow show, hingga kuliner halal. Bahkan pada hari keempat berlangsungnya Indonesia Hijab Fest tersebut, pihak penyelenggara menghadirkan grup band legendaris Indonesia, Kahitna.

  

Memorable Adventure

Sebagai sponsor utama, jenama kecantikan Wardah ingin menjadikan event ini sebagai “memoreable adventure”, artinya adalah petualangan tak terlupakan. Di mana, lewat event ini pengunjung tidak hanya mencari dan menemukan outfit hijab yang pas dan mencerminkan karakter pribadinya, namun juga berbagai petualangan lain seperti make-up tutorial, beberapa talkshow yang menginspirasi, hingga kehadiran band lawas Kahitna.

Satu di antara beberapa pembicara yang inspiratif di antaranya adalah Ayana Jihye Moon. Seorang muallaf dari negeri Korea. Parasnya yang cantik, sopan serta santun dan cerita perjalanannya menjadi seorang muslim membuat banyak netizen tertarik untuk mengulik profil wanita yang pernah berkuliah di sebuah universitas di Malaysia tersebut. Apalagi beliau sendiri datang dari negeri di mana Islam adalah minoritas. Tema yang beliau usung adalah “My Journey to Islam”.

Ada pula Kang Abay, sang motivator cinta. Seorang novelis (karyanya “Hijrah itu Cinta” dan “Cinta dalam Ikhlas”) yang memotivasi para milenial seputar cinta dan pernikahan. Di panggung Indonesia Hijab Fest 2019, beliau ini satu panggung dengan Arif Rahman Lubis (inspirator dakwah di media sosial) serta duet Anandito (penyanyi) – Anisa Rahma (eks vokalis Cherry Belle).


Sporte dan Bromedistrict

Di antara sekian banyak brand-brand baru yang mengisi pameran busana muslim, ada dua brand yang menarik perhatian kami. Karena value proposition yang mereka tawarkan, sangat berbeda sekali dengan booth-booth yang lain.

Pertama adalah Sporte. Brand ini memberikan solusi bagi para muslimah, terutama dalam melakukan aktivitas olahraga. Yang Sporte lakukan adalah membantu muslimah menutupi auratnya dengan kain yang nyaman namun dengan gaya yang fashionable. Apalagi dengan perilaku terkini para milenial kita, yang tidak bisa melepaskan diri dari olahraga. Sehat iya, keren juga iya.

Brand yang kedua adalah Bromedistrict. Lahir di tahun 2015; di tengah-tengah kebosanan gaya fashion muslim pria Indonesia yang terasa formal dan kaku. Di tahun tersebut, brand ini cukup kontras dengan konteks saat itu; di mana geliat hijrah sedang menggelombang di kota  Bandung namun belum tersedia brand fashion pria yang mengakomodasi salah satu karakter pemuda hijrah kekinian. Yaitu ekspresi keislaman yang lebih maskulin, keren, dan up-to-date.

Bromedistrict juga memiliki semangat yang sama untuk turut berkontribusi dalam ranah dakwah Indonesia, khususnya dakwah untuk pria muda. Semangat DAWAHWERKS, adalah semangat Bromedistrict dalam menyebarluaskan semua kebaikan islam lewat kreatifitas di bidang fashion pria. Bromedistrict ingin mengajak seluruh pengguna brand nya untuk turut serta berkontribusi dalam penyebaran berita baik mengenai agama islam itu sendiri. Sebuah agama yang sudah sedemikian sempurna.

Hadir pula Ustadz Adi Hidayat (UAH). Dalam ceramahnya, beliau menekankan dan mengingatkan bahwa sesungguhnya hijab bukanlah sekedar penutup; melainkan hijab juga akan memuliakan perempuan yang menggunakannya. Dapat disimpulkan, hijab adalah kendaraan bagi para wanita guna menuju surga.

See also:
-- Fashion, Kuliner hingga Kaligrafi di Ramadhan Runway 2020 Kota Kasablanka -- Samar Murad: Blending The Eastern and The Western Trends Into Modest Fashion -- Melihat Pesta Seni Berpadu Lifestyle dalam Art Jakarta 2017 -- Nuansa Festival dan Kisah Persatuan dalam 'Ng Bono' Happa SS 19 --

Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Sumba yang Cantik dalam Olahan Biyan

Sumba yang Cantik dalam Olahan Biyan

READ MORE
Menentukan Personal Style, Seperti Apa?

Menentukan Personal Style, Seperti Apa?

READ MORE