Mereka yang Mengubah Hidupnya Melalui Jafra

Mereka yang Mengubah Hidupnya Melalui Jafra

Bagi masyarakat Indonesia, Jafra bisa jadi (hanya) dikenal sebagai merek kosmetik dan perawatan kulit dengan sistem penjualan direct selling. Perusahaan skincare dan kosmetik asal Amerika ini, kini merayakan 5 tahun keberadaannya di Indonesia. Dan cerita Jafra bukan hanya tentang produk kecantikan, tetapi tentang ribuan perempuan dan keluarga-keluarga di Indonesia yang hidupnya menjadi lebih baik.

Sejak hadir di Indonesia tahun 2013 lalu, hingga kini Jafra Indonesia telah memiliki konsultan (istilah untuk anggota) sebanyak 234.000 yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. 

Jafra berawal dari tahun 1956, oleh sepasang suami istri Jay dan Frank Day yang memulainya dengan misi ke seluruh penjuru dunia untuk menemukan bahan alami terbaik dari alam untuk perawatan kulit. Dan bersama beberapa penelitinya, mereka menemukan Royal Jelly, yang hingga saat ini merupakan kandungan terbaik, yang terbukti mampu menjaga vitalitas tubuh dan kulit manusia, dan berguna untuk anti-aging. (Saat ini, produk Royal Jelly Jafra terjual setiap 6 detik di seluruh dunia).

Tetapi mimpi dan tujuan Jafra bukan terletak pada menciptakan produk kecantikan itu sendiri. Dengan menjadi leader dalam bidang perawatan kulit melalui inovasi dan produk-produk berkualitas tinggi, Jafra memiliki visi dan misi untuk mengubah hidup banyak perempuan di dunia menjadi lebih baik. Memberi kesempatan bagi banyak orang untuk sukses dalam hidupnya. 

Menjadi konsultan Jafra, mereka tidak hanya menjadi lebih baik dengan memiliki kulit yang sehat dan terawat dengan menggunakan produk-produk Jafra, tetapi juga makin percaya diri dengan kemampuan komunikasi yang memadai, dan bisa mencapai kemandirian finansial. Konsultan yang menjalankan peluang bisnis Jafra akan dibekali dengan berbagai pelatihan pengembangan diri dan bisnis secara berkesinambungan. 

Selama 5 tahun ini, -rentang waktu yang masih dini untuk ukuran bisnis- Jafra telah memberdayakan ribuan perempuan di Indonesia, mencetak banyak perempuan muda sukses yang berhasil melalui tahapan-tahapan karir di Jafra. Mereka mampu memperbaiki ekonomi keluarga, membantu orang tua, menyekolahkan anak-anak mereka, dan meraih mimpi-mimpi. 

Cerita sukses ini dituturkan oleh 3 perempuan, yang memulai dengan menjadi member/konsultan Jafra pada tahun 2013 hingga 2014, dan kini telah mencapai posisi Ambassador, peringkat tertinggi dalam Jafra Indonesia. Sebagai bentuk apresiasi dan reward dari Jafra, untuk pencapaian ini mereka mendapatkan masing-masing 1 mobil Mercedes Benz C200 AMG, yang diberikan bersamaan dengan perayaan ulang tahun ke-5Jafra Indonesia. 

Fitri Gustiana, Ayu Ningrum dan Vika Lestari bersama jajaran direksi Jafra International


Mereka adalah Fitri Gustiana, Ayu Ningrum dan Vika Lestari, yang kebetulan semuanya berasal dari Jawa Barat. Fitri Gustiana bergabung dengan Jafra pada tahun 2013, ketika Jafra baru diperkenalkan. Legalitas perusahaan dan produk, merupakan hal pertama dan paling penting yang dilihatnya, karena ia memang berniat untuk membuka peluang usaha bagi dirinya sendiri. Dengan berbagai kegiatan yang ia jalankan, serta peran sebagai istri dan ibu dari 3 anak, fleksibilitas waktu yang ditawarkan dengan menjadi konsultan Jafra merupakan hal yang sangat ia butuhkan.

"Bukan hanya produknya yang bagus, di Jafra saya juga belajar arti kehidupan. Belajar bagaimana membantu banyak orang, bertemu orang-orang dengan latar belakang berbeda dan membantu mereka bangkit dari keterpurukan", tutur Fitri. Menurutnya, kunci suksesnya adalah komitmen terhadap diri sendiri. "Ridho Allah dan orangtua itu perannya paling penting untuk saya sehingga bisa bertahan hingga saat ini. Dari situ kita bisa melewati segala kesulitan, menguatkan mental dan yang pasti, action", tambahnya.  

Ayu Ningrum bergabung dengan Jafra pada November 2013 dan 3 tahun kemudian, pada bulan Maret 2016 ia telah mencapai posisi Ambasador Jafra. Ayu berlatar belakang sebagai dosen. "Saat itu saya sedang kuliah S2 di bidang studi Keperawatan, tapi anak tidak bisa ditinggal. Pada saat galau dan masa-masa 'persimpangan' itu, ada teman yang menginformasikan tentang Jafra. Tidak butuh waktu lama, langsung saya ambil peluangnya. Menurut saya bisnis ini sangat luar biasa, produknya sangat bagus dan berkualitas, perusahaannya besar banget dan ini merupakan big opportunity bagi saya. Banyak orang-orang diluar sana yang mencari peluang untuk bisa fleksibel dalam waktu sekaligus sebagai sumber finansial (dan saya mendapatkannya)".

Perempuan asal Bandung ini tidak ragu untuk mengajak teman-temannya melihat peluang ini, bahkan kini suaminya pun telah bergabung di Jafra. Bagi Ayu, ia selalu ingat faktor 'why', mengapa ia bergabung di Jafra dulu. Itulah yang membuatnya terus berjuang, dan tidak kalah dengan berbagai masalah. 'Why' ini baginya adalah anak dan orangtua. Jadi apapun yang terjadi, ketika ia mengingat 'why' miliknya, ia tidak akan menyerah. 

Vika Lestari merupakan seorang beauty enthusiast yang berasal dari Sukabumi. Vika awalnya bekerja sebagai karyawan, tetapi motivasinya untuk sukses sangat besar. Ia memiliki mimpi-mimpi besar, yang mensyaratkan kemandirian finansial. Ia berpikir bahwa dengan menjadi karyawan, akan butuh waktu lama sekali untuk mencapai mimpi-mimpi tersebut. 

Akhirnya ia memutuskan untuk menjadi enterpreneur, memulai usaha kecil-kecilan. Dan setelah melalui berbagai kekecewaan dalam usahanya, kakaknya lah yang 'menjerumuskannya' dalam bisnis Jafra, dan ia bergabung pada bulan Maret 2014. "Dulu saya anti sekali dengan bisnis mlm seperti ini. Saya pikir beberapa orang memang sukses menekuni mlm, tapi itu bukan untuk setiap orang, hanya orang-orang tertentu yang bisa bertahan. Lagipula saya tinggal di Sukabumi, dan di daerah saya belum ada orang yang kenal Jafra saat itu," ceritanya. 

"Setelah bergabung, 15 hari saya join, dalam 15 hari itu juga saya tutup semua bisnis saya lainnya. Untuk percepatan income, saya belajar product knowledge dan yakin bahwa produk Jafra memang bagus. Lalu saya bisa membuat orang lain juga yakin terhadap produk ini."

Vika mencapai posisi Ambassador Jafra pada bulan Januari 2018. Pencapaian ini sangat tidak mudah. "Saat pertama kali ikut, apa yang saya capai ini sepertinya mustahil, dan jauh banget. Yang saya miliki dulu, pertama kali adalah tujuan saya. Tujuan yang tidak sekedar tujuan, melainkan tujuan yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun dan apapun. Godaannya banyak sekali, termasuk godaan bisnis lain. Saya hanya berprinsip, saya tidak akan pernah menyenangkan orang-orang yang tidak suka pada saya, tetapi saya fokus untuk menyenangkan orang-orang yang sayang dengan saya. Saya hanya ingin menyenangkan keluarga dan orang-orang yang sayang sama saya". 

Kini, mereka telah mencapai mimpi-mimpi mereka, bahkan melampaui apa yang mereka bayangkan sebelumnya, ketika bergabung dengan Jafra. Mereka adalah para perempuan yang berdaya, unlocking their best potential, dan menjadi inspirasi bagi jutaan orang lainnya. Tetapi pencapaian mereka tentu tidak semanis apa yang kelihatan. Mereka harus berjuang dan bahkan berkorban untuk mencapainya. Sanggup untuk menginvestasikan waktu bagi pengembangan bisnis, dan juga mengangkat, memberdayakan orang lain disekitarnya. 

Inilah cerita Jafra di Indonesia, dan seluruh dunia. Tentang transformasi hidup ratusan ribu perempuan, menjadi lebih baik, menjadi lebih berdaya dan mampu 'mengangkat' lingkungannya. 


Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES

6 Make Up Look Inspirasi 6 Kota Besar dengan Rangkaian Wardah Instaperfect

6 Make Up Look Inspirasi 6 Kota Besar dengan Rangkaian Wardah Instaperfect

6 look make up ini dipresentasikan pada fashion show The Unstoppable You dengan 6 desainer & brand.

READ MORE
Bugar selama puasa dengan Light Yoga

Bugar selama puasa dengan Light Yoga

READ MORE