Merayakan dan Menggairahkan Tren Fashion dari Kota Malang

Merayakan dan Menggairahkan Tren Fashion dari Kota Malang

What's better way to commence 2018, than put your best, most fun outfit, and see sequences of fashion trends on runway?! 

Pesta fashion di awal tahun. Ini yang dilakukan oleh lebih dari 100 desainer dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam Indonesian Fashion Chamber. Mereka berkumpul di Malang, kota yang terpilih pada tahun ini sebagai tuan rumah acara tahunan asosiasi fashion ini untuk berkonsolidasi, merencanakan program satu tahun kedepan, menyambut anggota baru dan tentu saja, merayakan dan mempresentasikan tren fashion ke hadapan masyarakat luas.

Malang menjadi tempat yang istimewa, dengan potensi dan keragaman wisata yang paling populer di Jawa Timur. Salah satu tujuan wisata utama di Jawa Timur, dengan destinasi wisata alam yang lengkap dari pegunungan hingga pantai, wisata kreatif, dan tentu saja, kuliner yang tak habis-habis. Malang juga menjadi kota penyangga utama bagi kota metropolitan Surabaya, yang berjarak hanya 2 jam perjalanan.

Dibanding Surabaya -dan kota besar lainnya- industri dan geliat fashion di kota Malang memang masih lebih kecil skalanya, dan belum diperhitungkan sebagai kota mode. Tetapi dalam 2 tahun terakhir, pekerja-pekerja mode dari Malang mulai bangkit dan bekerja keras untuk menggerakkan sektor ini. Salah satunya para desainer yang tergabung dalam IFC Chapter Malang, merupakan chapter (cabang) termuda dalam Indonesia Fashion Chamber, yang menyadari bahwa Malang memiliki banyak anak muda kreatif dalam bidang fashion, dan melihat bahwa sektor ini bisa menjadi besar beriringan dengan pariwisata yang menjadi unggulan.

Desainer-desainer IFC Malang juga secara aktif mengajak pemerintah daerah untuk membangun ekosistem fashion, yang sebelumnya belum tergarap dengan baik. Dari tahun 2017, beberapa desainer Malang telah berpartisipasi dalam event fashion nasional dengan menggandeng Pemerintah Daerah, seperti Dinas Koperasi Pemkot Malang pada MUFFEST 2017, Dinas Pariwisata Kabupaten Malang dalam Jakarta Fashion Week 2018 dan kini, bersama Pemerintah Kota Malang menyelenggarakan Malang Fashion Trend 2018. Ini menjadi bentuk promosi untuk Kota dan Kabupaten Malang, sekaligus menunjukkan bahwa Malang memiliki talenta dalam bidang fashion yang bisa dibanggakan.

Malang Fashion Trend 2018

"Malang itu mbois", ungkapan yang sangat mengena ini disampaikan Wakil Walikota Malang, yang membuka parade Malang Fashion Trend, di Hotel Harris Malang, 29 Januari 2018 lalu. Mbois, artinya bergaya dan berpenampilan menarik dengan percaya diri, sebuah catchphrase/istilah khas yang hanya dikenal di area Jawa Timur, bagian selatan. Secara karakter, orang-orang Malang dan Jawa Timur ini tidak ragu untuk berpenampilan rapi, dan bergaya. Ditambah dengan filosofi Arema, yaitu kalau sudah di Malang, semuanya bisa berbeda-beda suku, warna, karakter, bahasa, tetapi tetap jaya dan menjunjung semangat yang sama. 

Ungkapan tersebut juga merefleksikan kepercayaan diri dari Pemerintah Kota Malang terhadap masyarakat dan daerahnya, bahwa tren fashion akan terus berkembang dan bergerak di Kota Malang, dan mudah diterima terutama oleh semua lapisan masyarakat.

Perhelatan Malang Fashion Trend 2018 ini digelar dalam satu rangkaian dengan event tahunan January Board Meeting IFC. Dibuka dengan menampilkan karya para finalis Malang Fashion Design Competition, sebuah kompetisi desain yang diikuti 256 peserta dari Malang, Surabaya dan kota lain disekitarnya. Menarik, karya 20 finalis yang masing-masing menampilkan 2 desain koleksi ini menampilkan aspirasi para (calon) desainer untuk mengangkat potensi yang bisa dieksplorasi dari daerah Malang dan sekitarnya. Tema-tema yang sangat dekat dan berkarakter 'arek Malang' banyak ditampilkan, seperti kampung Jodipan Malang, kampung warna-warni yang menjadi landmark baru kota Malang, hasil kreativitas para seniman dan anak-anak muda kreatif di Malang. Juga tema Arema, simbol sportivitas dan semangat yang menjadi kebanggaan masyarakat Malang.

Karya Adibah Bahrak menampilkan tema kampung Jodipan


Karya Rofita bertema Arema

Selain karya finalis kompetisi, Malang Fashion Trend juga mempersembahkan fashion show karya terbaru dari desainer kebanggaan IFC yaitu Ali Charisma, Deden Siswanto, Lenny Agustin, Sofie , Oka Zulkarnaen, Wedha Gita , Hannie Hananto , Geraldus Sugeng , Bramanta Wijaya, Mudrika Paradise dan seorang desainer muda berbakat asal Malang Elma Faricha. Karya para desainer berpengalaman ini bisa memberikan inspirasi signifikan bagi para fashion enthusiast di kota Malang, untuk menyemarakkan industri fashion yang berakar dari unsur-unsur potensi lokal. 




Pada malam tersebut juga diperkenalkan sebuah wadah komunitas dengan nama IFC Community. Sekitar 35 orang yang resmi tergabung di IFC Community Chapter Malang dari berbagai kalangan yang bergerak di bidang fashion. Mereka berasal dari kalangan mahasiswa tata busana, dosen tata busana, make-up artist, desainer pemula, fotografer, fashion reporter, pengrajin aksesori, hingga pengusaha konveksi. Komunitas yang bersifat terbuka ini bisa terlibat aktif menggulirkan tren, yang akhirnya akan meningkatkan sektor ekonomi kreatif terutama fashion di kota Malang. 

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Koleksi Raya KAMI yang Makin Cantik dengan Renda & Bordir

Koleksi Raya KAMI yang Makin Cantik dengan Renda & Bordir

READ MORE
Your Everyday Staple Fashion Item; Sarung!

Your Everyday Staple Fashion Item; Sarung!

READ MORE