Menjelajah Dunia Imajinasi Anak di Children's Biennale 2017

Bermain di galeri seni tidak pernah seseru dan semenarik ini!

Menjelajah Dunia Imajinasi Anak di Children's Biennale 2017

Menjelajah museum, galeri dan atraksi seni memang menjadi agenda utama kami pada kunjungan ke Singapura kali ini. Meskipun tidak ada agenda seni tertentu yang dituju (sebenarnya ada, pameran/instalasi Life is The Heart of a Rainbow dari seniman ikonik Yayoi Kusama, tetapi sayangnya pameran telah berakhir satu hari sebelum kami tiba di Singapura), tetapi Singapura dengan museum dan galeri seni besarnya yang banyak bertebaran di setiap sudut kota selalu menawarkan pengalaman artistik setiap saat, sepanjang tahun. It's just a google away, or some walking away -just like I experienced. 

Saat berjalan menuju hotel hari pertama mendarat di Singapura, kami merasa sangat beruntung karena mengetahui bahwa National Gallery Singapore terletak hanya beberapa ratus meter dari hotel tempat kami menginap (it's a short walking distance). Sekitar 100 meter menuju gedung National Gallery  kita sudah disambut dengan kanopi trotoar yang bergambar polkadot, ciri khas Yayoi Kusama. Instalasi polkadot merah ini beserta tagar #SGlovesYayoiKusama menggambarkan betapa Singapura sangat mencintai dan menyambut Yayoi -dan karya-karyanya- dengan sepenuh hati. 

Dan saat itu pulalah kami baru mengetahui bahwa sedang berlangsung pameran Children's Biennale di National Gallery, dan seketika menjadi tujuan utama dan pertama jelajah seni kali ini.

National Gallery Singapore terletak di lokasi strategis di area perkantoran utama kota, dekat dengan Esplanade dan area Clarke Quay, dan stasiun MRT terdekatnya adalah City Hall. Gedungnya terdiri atas 2 bangunan/sayap utama, sayap Supreme Court dan City Hall. National Gallery merupakan gedung seni terbaru dan terbesar di Singapura yang merupakan hasil peremajaan gedung bersejarah Supreme Court. Galeri ini menyimpan koleksi terbesar karya seni modern dari Singapura dan Asia Tenggara.


Children'S Biennale

Rasanya beruntung sekali bisa mengunjungi National Gallery ketika Children's Biennale sedang berlangsung disini. Pameran Children's Biennale ini merupakan karya kolaboratif dari beberapa seniman dengan tema dan orientasi dari dunia anak-anak. Tema Children's Biennale yang baru pertama kali diselenggarakan ini adalah 'Dreams & Stories', ingin mengajak semua orang -yang pasti memiliki jiwa anak-anak didalamnya- dalam sebuah perjalanan kreatif. Menjelajah dunia melalui mata kesembilan seniman yang berpartisipasi dalam pameran ini; Chng Seok Tin, Mark Justiniani, Yayoi Kusama, Vincent Leow, Lynn Lu, teamLab, Tran Trong Vu, Ian Woo dan Robert Zhao.

Untuk menikmati pameran ini, kita harus membeli tiket masuk galeri seharga S$20. Jangan kuatir karena untuk anak-anak, tidak dikenakan biaya! Yang bikin iri, tiket masuk ini gratis lho untuk warga negara dan permanen residen Singapura. 

Dalam event Children's Biennale ini, ada intalasi interaktif -yang saya sebut wahana- hasil karya para seniman tersebut, juga serangkaian program seni yang terjadwal. Ada sekitar 9 wahana diantaranya;


THE OBLITERATION ROOM karya Yayoi Kusama.

Inilah wahana paling mengasyikkan dan tentu saja paling fotogenic! Anak-anak betah, orangtua pun sumringah. Bagaimana tidak, ini adalah ruangan penuh properti yang awalnya dicat serba putih bersih. Dan setiap pengunjung -anak- diberikan satu lembar stiker yang berisi banyak polkadot warna-warni. Stiker polkadot ini kemudian bisa ditempelkan disetiap area ruangan dan semua properti. Hingga akhirnya menjadi ruangan yang sangat colorfully-polkadot! Seru! Anak-anak bisa menghabiskan waktu sangat lama hanya untuk bermain-main di wahana ini. 

 


TEAM LAB

Terletak di dalam ruangan di seberang Obliteration Room, wahana Team Lab disini juga sama dengan yang bisa kita temui di lokasi lain, hanya lebih kecil. Ada bola-bola empuk raksasa yang berpendar warna-warni, favorit si kecil! 



FIREWALK: A BRIDGE OF EMBERS by Mark Justiani

Ini adalah wahana yang bagi saya mengerikan, karena kita bagaikan berjalan di jembatan transparan yang sangat tinggi, sehingga tidak terlihat dasarnya. Sebenarnya ini hanya merupakan optical illusion, tetapi bisa menjadi momok bagi penderita fobia ketinggian. Buat anak-anak, mereka dengan santai berjalan melewati 'jembatan' sepanjang 12 meter ini. 


THE SONNET IN BLUE oleh Tran Trong Vu

Maze raksasa yang dibuat dari bunga-bunga handmade berwarna biru. Di sela-sela bunga terdapat bait-bait puisi dari para pelajar di Singapura. 



ROCK & SPHERE karya Ian Woo

Instalasi ini terinspirasi dari bentuk-bentuk batu yang tidak beraturan dan bentuk bola, Ian Woo membuat karya rock & sphere berukuran besar-besar, yang ringan sehingga mudah diangkat dan dipindah-pindah oleh anak-anak. Anak-anak bisa bermain dan berimajinasi menciptakan berbagai bentuk yang tak terbatas. 



DUPLET karya Lynn Lu

Instalasi Duplet ini hanya serupa awan dari kapas, berada di pojok ruangan. Untuk menikmatinya kita hanya perlu duduk di bawah 'awan kapas' ini, dan nikmati musik yang mengalun..



FROM ROCHOR TO KALLANG karya Vincent Leow

Sangkar-sangkar burung kecil yang berwarna-warna pastel, membuat penasaran si kecil apa yang ada di dalamnya. Sangkar-sangkar ditempelkan pada tiang-tiang kayu berwarna putih-krem. Menggemaskan.



Selain wahana-wahana diatas masih ada beberapa instalasi lainnya dalam rangkaian Childrens Biennale yang bisa dinikmati, apalagi jika sudah mengalokasikan waktu seharian berada disini. Kalau anak-anak merasa lapar, jangan kuatir karena National Galeri juga dilengkapi dengan fasilitas food court yang bagus, juga tap drinking water seperti yang lazim berada di ruang publik lainnya di Singapura. 

Selagi berada di National Gallery, sempatkan juga berkeliling ke lantai dua gedung ini, di area Keppel Centre for Art Education. Disini juga ada beragam wahana aktivitas seni, seperti Project Gallery (saya sempat melihat instalasi 'The Blue Who Swims All This Way karya Betty Susiarjo), Children Museum, dan Art Corridor yang sangat menarik untuk anak-anak. Keppel Centre for Art Education memang mendedikasikan space disini sebagai sarana belajar seni dan mengembangkan imajinasi anak-anak secara menarik dan modern. 


Yang juga bikin nyaman, kita bisa menikmati semua wahana seni ini bersama anak-anak, tanpa harus berdesak-desakan dengan orang banyak. Meskipun saat saya berkunjung kemarin adalah musim libur semester bagi anak-anak di Singapura, tetapi jumlah pengunjungnya tidak terlalu banyak. Mungkin karena penduduk Singapura yang tidak sebanyak Jakarta ya :)

Children's Biennale ini berlangsung selama lebih dari 4 bulan, dan akan berakhir pada tanggal 8 Oktober nanti. Bagi saya, wajib untuk menyempatkan berkunjung ke sini jika sudah berencana untuk liburan ke Singapura. Atau bahkan rencanakan khusus untuk berakhir pekan ke Singapura untuk menikmati seni bersama anak-anak di Children's Biennale. Tidak heran National Gallery Singapore mendapat penghargaan 'Best Attraction Experience' dari Singapore Tourism Board, karena program-program artistiknya yang keren. Yes it's that good

Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES