Meet 3 Characters; Runny Soemadipraja, Kenangan Manis & Rosie Rahmadi

Meet 3 Characters; Runny Soemadipraja, Kenangan Manis & Rosie Rahmadi

Dalam strategi pengembangan sektor ekonomi kreatif, BEKRAF mengelompokkan muslim/modest fashion sebagai satu bidang tersendiri, walaupun masih dalam satu subsektor fashion. Seperti terlihat dalam Indonesia Trend Forecasting yang diluncurkan BEKRAF pada awal tahun ini.

Ini karena potensinya yang luar biasa dan Indonesia yang niscaya menjadi Pusat Fashion Muslim dunia, sehingga strategi pengembangannya pun berbeda. 


Dalam ranah modest fashion, kita bisa melihat dalam satu dasawarsa terakhir popularitas modest fashion yang berkembang sangat pesat, secara industri maupun dalam pada ranah gaya hidup. Tetapi, popularitas ini tampaknya masih belum bisa memunculkan nama-nama baru yang bisa sejajar dan menjadi generasi baru desainer yang dikenal luas oleh masyarakat. 

Nama-nama the new emerging fashion designers yang muncul dan populer semenjak tahun 2010 seperti riamiranda, Dian Pelangi, Jenahara, Etu, Kami Idea, dkk masih mendominasi dan menjadi 'jaminan'. Tidak bisa dipungkiri, generasi ini mendapatkan 'momentum' yang rasanya tidak akan terjadi lagi, dan juga memiliki karakter yang sudah establish dan fasih diingat oleh konsumen.

Tantangan berat bagi desainer dan pemilik brand untuk menembus pasar ini, dan menjadi ikon-ikon baru modest fashion di Indonesia. Salah satunya adalah menemukan karakter yang spesifik dan mudah dikenali oleh konsumen fashion. Hampir semua desainer mengetahui dan mengklaim bahwa karyanya memiliki karakter yang berbeda, tetapi hanya sedikit yang terealisasi dalam karyanya. Tiga nama ini termasuk desainer/brand yang sangat berkarakter, yang bisa memperkaya khasanah gaya dan mode busana santun Indonesia.  

Runny Soema di Pradja, Kenangan Manis dan Rosie Rahmadi, ketiganya desainer/brand yang berasal dari Jawa Barat, dan tergabung dalam IFC chapter Bandung. Bandung yang disebut sebagai kota kreatif, karena memang banyak sekali melahirkan cikal pelaku di bidang industri kreatif. 

Dalam event perdana 23 Fashion District di 23 Paskal Shopping Center, Bandung bulan ini, ketiganya menampilkan koleksi mini bersama dengan 40an desainer lain dari seluruh Indonesia. 

Runny Soema di Pradja

Runny bukan nama baru karena sejak lima tahun terakhir telah meramaikan pasar modest fashion dengan label miliknya Legan. Legan merupakan lini busana casual siap pakai, bergaya mature dan plain, yang menurut Runny diproduksi untuk memenuhi kebutuhan hijabers kebanyakan. Melalui lini dengan namanya sendiri, Runny Soema di Pradja, ia membuat busana runway collection dan special design yang bisa menjadi wadah idealismenya, dan memiliki karakter kuat yang berbeda. 

Mengusung tema  ANSEI yang diambil dari karakter Jepang, merupakan perenungan atas gonjang ganjing keadaan negara saat ini dimana konflik terjadi dimana-mana dan perpecahan mulai terasa. Hasil perenungan tersebut diwujudkan dalam aplikasi patchwork yang menggambarkan bahwa perbedaan yang ada dapat menghasilkan harmonisasi yang indah.



Kenangan Manis

Label Kenangan Manis diambil dari sebuah gambaran pengalaman manis yang diperoleh dari setiap pengalaman yang dilakukan oleh sang desainer, Yufie Kartaatmaja ketika mengeksplorasi kekayaan budaya Indonesia dengan mewujudkan inspirasi tersebut dalam bentuk karya busana. Kenangan Manis juga merupakan sebuah harapan untuk dapat menjadi bagian dari pengalaman manis yang dimiliki oleh para pecinta produk buatan Indonesia. Kenangan Manis akan selalu berupaya memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia dalam bentuk kain tenun yang diaplikasikan pada model busana khusus wanita yang bergaya urban serta kekinian.

POISE- IT merupakan tema koleksi Kenangan Manis MAJALAYA#2, dimana kain sarung tenun Majalaya menjadi inspirasi utama dan material aplikasi pada karya. POISE –IT sendiri terinspirasi dari post-it, selain pelafalannya yang sama juga memiliki konsep bertumpuk komposisi bertumpuk yang memiliki peran penting bagi banyak orang karena digunakan sebagai pengingat. Sedangkan arti poise adalah tenang, nyaman dan seimbang. Secara garis besar, koleksi ini menggambarkan perempuan dengan pembawaan yang tenang, pribadi yang seimbang dan nyaman dengan dirinya sendiri sebagai perempuan Indonesia.

Konsep Digitarian yang diusung dalam GREY ZONE Trend Forecasting 2017/2018 dihadirkan oleh koleksi POISE – IT dalam komposisi siluet bertumpuk, asimetris dan detail dekonstruktif yang menekankan bentuk serta desain yang melanggar aturan struktural normal tapi tetap artistik. Paduan warna didominasi oleh monochromatic tone seperti hitam, putih dan abu-abu dengan kombinasi pink-melon. Sarung tenun Majalaya dengan motif geometris dipadukan dengan batik motif geometris juga, katun polos, serupa linen polos, organdi dan denim yang menjadi material utama dari keseluruhan koleksi. 



Rosie Rahmadi

Filosofi bunga matahari, selain bentuknya yang menyerupai matahari bunga ini merupakan simbol kepatuhan yang tidak pernah menunjukkan pembangkangan. Bunga yang bergerak mengikuti arah matahari, sebagai sifat yang sering diartikan sebagai kesetiaan. Kelopaknya yang berwarna kuning cerah menjadi simbol persahabatan, simbol kebahagiaan, kegembiraan, dan keceriaan.

Gambaran tersebut menginspirasi Rosie Rahmadi untuk menampilkan 8 outfits busana muslim Ready to Wear dengan ciri khasnya yaitu dress feminin dengan konsep keindahan disampaikan melalui kesederhanaan, sangat sesuai untuk pribadi feminin, elegan, namun tidak berlebihan. 

Karakter Rosie ditampilkan melalui siluet full dress A-line yang berpotongan di atas pinggang, menyerupai empire line. Menggunakan material katun, linen, satin, tafeta, organza, serta brokat, dengan styling kerudung yang menjuntai asimetris dan layer-layer panjang sebagai gambaran keseluruhan inspirasi

Dalam koleksi ini warna kuning sebagai simbol dari bunga matahari itu sendiri justru dibatasi, dan lebih menonjolkan warna coklat dan warna merah muda (pink) agar menjadi tidak biasa. 








please login to comment.

RELATED ARTICLES

Samar Murad: Blending The Eastern and The Western Trends Into Modest Fashion

Samar Murad: Blending The Eastern and The Western Trends Into Modest Fashion

International designers today have to make fresh innovation in order to compete in the global market. Samar Murad does it by blending both the Eastern and Western styles into her modest collection. Modest ID talked to Samar Murad about the message be...

READ MORE
Chenille: Bringing Colorful Prints to Modest Fashion

Chenille: Bringing Colorful Prints to Modest Fashion

Many Muslim designers today try to bring more colors to modest fashion. Modest ID talked to Afsana Haji -the designer of Chenille- at the International Islamic Fair (IIF) 2016 about her brand, design inspirations, and Indonesian modest fashion.

READ MORE