L.tru Menerjemahkan Preferensi Gaya Modest Wear Kekinian

L.tru Menerjemahkan Preferensi Gaya Modest Wear Kekinian

To walk leisurely, and fabulously. 

Rasa dan kecenderungan terhadap fashion, pilihan busana, bagi banyak orang sangat dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal, inilah fakta yang tersurat dalam catatan sejarah kebudayaan, dari masa dahulu kala. Dulu saat referensi fashion hanya berasal dari sumber yang sangat terbatas, masyarakat pun mampu membentuk tren. Berkembang hingga kini dimana informasi tersedia tak terbatas, over-informed, over-referenced, dan over-supply, masih terlihat satu hingga beberapa tren atau kecenderungan global yang diadopsi oleh sebagian besar generasi. 

Seperti gelombang besar generasi Y atau milenial, yang nyatanya membawa perubahan di semua -banyak- lini kehidupan, termasuk gaya hidup dan konsumsi. Perubahan dan pergeseran gaya hidup dan konsumsi ini menimbulkan pengaruh besar pada ekonomi, melejitnya leisure economy yang menggoyang eksistensi banyak pelaku dan produsen konvensional. Leisure economy yang menggeser good-based consumption menjadi experience based, berorientasi pada kesenangan dan pengalaman. 

Pelaku usaha mau tidak mau, suka tidak suka harus pula mengakselerasi diri untuk menyejajari kecepatan perubahan ini, riding the wave. Karena milenial saat ini yang telah mencapai usia produktif, menjadi penentu pola konsumsi. Bagaimana generasi milenial pembentuk tren leisure ini menyelaraskan preferensinya pada bidang fashion, menjadi sebuah subjek telaah dan tantangan semua pelaku ritel fashion.

Yuswohady, dalam salah satu presentasinya mengungkapkan, sektor fashion termasuk yang sangat terimbas tren leisure economy ini. Konsumen mengurangi belanja pakaian, untuk dialihkan dalam belanja leisure dan experience lainnya. Sektor fashion harus bisa beradaptasi dengan tren ini, salah satu teorinya yaitu 'leisuretail', konsep fashion atau ritel yang memiliki unsur-unsur leisure dan memberikan pengalaman baru bagi pemakainya.

Gaya Sporty Luxurious untuk 2018

Tren leisure ini yang tampaknya menjadi gagasan atau telaah utama brand retail fashion L.tru, dalam mengembangkan rangkaian koleksi tahun 2018 ini. Rangkuman tren baru tersebut dimunculkan dalam show tahunan L.tru 2018, bertajuk Let's Talk. Sejak kelahiran brand ini, dan disusul dengan annual show perdana pada tahun 2017, L.tru memang membuka diri seluas-luasnya, menyerap inspirasi sebanyak-banyaknya, bagi pengembangan brand ini kedepannya. Dengan tetap berpijak pada karakter dan DNA brand, sebagai label busana muslim bagi perempuan yang smart dan memiliki personal style, dengan statement gaya yang effortless, dan smart styling

Koleksi yang menjadi arahan tren satu tahun kedepan bagi koleksi L.tru ini memiliki garis besar sporty luxurious, tampilan yang ringkas, sporty dan berkesan dinamis berpadu dengan gaya luxury, tampilan yang lebih mewah. Sebuah padanan dua gaya yang berbeda, mengusung rileks dan kesan aktif dari sporty look, tetapi tetap 'tampil' dan berkelas dengan pilihan material dan padu padan yang lebih lux. Gaya sporty luxurious, sebenarnya banyak diadopsi misalnya oleh kaum jetset, dan sebagian sosialita saat leisure moment-nya. Tetapi kali ini, L.tru dengan cerdas membuat sebuah bentuk gaya yang distinct, ala L.tru.

Perempuan muda, generasi milenial masa kini yang mencari pengalaman dan kesenangan (leisure) dengan caranya sendiri, mengutamakan fashion yang mendukung gaya hidupnya, yang terlihat aktif, dinamis, kekinian, laid back & effortless (anti ribet), sekaligus layak tampil (hello instagram). Gaya ini diwujudkan dalam koleksi yang  bergaris sporty -sesuai tren global athleisure yang masih bertahan-; padanan celana longgar dan celana pensil yang banyak lebih banyak porsinya, aksen garis samping, dan mempertahankan dan mengembangkan aksen rajut menyerupai kerah maskulin yang pertama kali diperkenalkan melalui koleksi Dear Woman.

  


  

Bermain sporty look, bukan berarti L.tru menampilkan warna monokrom. Eksplorasi warna dan material menghantarkan pada warna-warna royal dan jewel, dalam tone yang dalam (deep tone). Disinilah gaya luxury dimasukkan. Material velvet dan satin yang dipadankan dengan bahan lain menjadikan warna-warna hijau, biru, orange, ungu terlihat  membiaskan kilau mewah dalam takaran yang tidak berlebihan, level up the look to some degree, while maintaining the modesty. 

Dalam olahan warna dan padu padan material, L.tru membuat tampilan velvet dan bahan-bahan yang dianggap lux, tampil lebih wearable dan lebih dan lebih santai, tidak berlebihan dipakai dalam aktivitas keseharian. 

Meskipun dibagi dalam 4 sub tema, namun keseluruhan koleksi bisa kita lihat dalam 2 kelompok besar, kelompok yang lebih berwarna dan yang cenderung monokrom dan berpotongan klasik. Sekuen kedua dengan warna-warna monokromatik yang menenangkan dalam gelombang emas metalik, kelabu, nude, ochre dan broken white, menyuguhkan pilihan bagi pribadi yang lebih menyukai spektrum warna ini.

Inovasi lainnya juga dihadirkan melalui kerudung instan yang praktis, dengan rancangan baru yang belum pernah ditampilkan sebelumnya, menggunakan bahan velvet, siapa sangka?


   

Show tahunan L.tru di tahun kedua ini kembali menghadirkan kejutan, dan tentu saja inovasi-inovasi baru melalui rancangannya. L.tru tidak ingin bermain aman dan konservatif dengan nuansa yang sama, tetapi mencoba mengeksplorasi tampilan baru, dengan ramuan yang kuat dan terukur, untuk menciptakan sofistikasi, excitement dan melawan kejenuhan dalam industri busana muslim siap pakai. 

Tawaran L.tru dalam koleksi Let's Talk ini jelas akan menjadi pengalaman baru bagi para pemakai busana muslim, yang menimbulkan rasa penasaran sekaligus kegairahan baru dalam fashion.  

    

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Bermain Koleksi Unisex ala Aldre Indrayana

Bermain Koleksi Unisex ala Aldre Indrayana

READ MORE
Hello, L.tru Menyapa Dengan Koleksi yang Segar dan Berwarna

Hello, L.tru Menyapa Dengan Koleksi yang Segar dan Berwarna

READ MORE