Koleksi yang Menandai 25 Tahun Sebastian Gunawan Berkarya

Koleksi yang Menandai 25 Tahun Sebastian Gunawan Berkarya

Hanya segelintir nama desainer Indonesia yang mampu berkarya secara gemilang hingga mencapai 25 tahun, salah satunya Sebastian Gunawan. Desainer yang biasa disapa Seba ini telah menorehkan sederet prestasi dan pencapaian yang sangat panjang, baik di ranah mode Indonesia maupun internasional. Seba dikenal sebagai desainer papan atas yang karyanya selalu menjadi referensi, dan bisa memakai gaun rancangannya menjadi keinginan semua perempuan, untuk merasakan sepotong busana yang paripurna. 

 Sebastian Gunawan bersama partner desainer sekaligus sang istri, Christina Panarese setiap tahunnya selalu mengadakan fashion show tunggal yang menjadi penanda tren yang hendak digulirkan sang desainer. Fashion show tunggal tahunannya selalu antusias ditonton oleh penyuka fashion Indonesia, media, selebritis dan pelanggan dari rumah mode Sebastian Gunawan. Koleksi barunya selalu dinanti untuk melihat gebrakan baru dan kreasi craftmanship seperti apa yang diciptakan oleh desainer yang menjadi salah satu Asian Couturier Extraordinaire dari federasi couture Asia (ASF) ini.

Tahun 2017 ini menjadi tahun ke-25 Sebastian Gunawan berkarya menjadi fashion desainer di Indonesia, hitungan tahun yang istimewa bagi seseorang yang ingin merayakan pencapaiannya. Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese, menapaki dua puluh lima tahun keragaman dan keindahan berkarya dan merayakannya dalam satu sajian presentasi koleksi istimewa berjudul WHISPER/Roar, di Grand Ballroom Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, awal Oktober 2017.

Aura Vintage yang Menawan

WHISPER/Roar mengandung filosofi ‘dari bisik-bisik’, semakin nyaring, dan berubah menjadi sebuah ‘gemuruh’ seiring perjalanan karya Sebastian Gunawan sebagai label. Barisan koleksi yang dipersembahkan seolah menelisik rancangan sejak semula, semakin berkembang, dan menjadi besar, yang ditandai dengan rancangan-rancangan bersiluet dramatis, detail artistik, serta penggunaan bahan yang diolah kembali dengan sangat menakjubkan.

WHISPER/Roar mengeksplorasi kekayaan romantisme gaya berbusana era tahun 40an, tahun 50an, dan tahun 60an yang menyublim menjadi gaya dengan cita rasa dan aroma sangat masa kini.

Inspirasi berhulu ketertarikan Sebastian dan Cristina pada ketrampilan tangan yang tinggi, seperti kecakapan dalam melipat, kecantikan motif serta tekstur yang dihasilkan dari olahannya, hingga keindahan leret warna yang menjadi benang merah koleksi. Ketertarikan itu mempertemukan Sebastian dan Cristina pada eksotisme Asia dalam mengolah detail dengan romantisme busana Eropa yang memiliki kekayaan tekstil dan tekstur bahan yang begitu variatif.

Lewat peragaan ini Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese ingin memberikan pernyataan mode yang hadir dalam beragam potongan; A-line, celana, gaun, jaket pendek, jaket panjang, fitted, duyung, berpadu menjadi koleksi yang sempurna dan subtil. Rancangan juga memanfaatkan ragam bahan yang bertolak belakang, yaitu bahan yang tipis, tebal, kilap, halus, dan kaku, untuk memberi efek berbeda-beda, namun tetap dengan ciri khas label Sebastian Gunawan yang membuat tiap wanita lebih cantik.


  

Ragam Lengan

Kekuatan koleksi terletak pada saat Sebastian dan Cristina mengeksplorasi bagian lengan busana dan menjadikannya sebagai si penghela perhatian dari deretan busana yang ditampilkan. Lengan lurus, bervolume, bertumpuk, pendek, panjang, mengayakan siluet. 

Gaya tahun 1940an yang terlihat dalam siluet gaun lurus yang seakan berbisik tenang namun sekaligus meneriakkan tawaran baru lewat detail bergambar malaikat kecil yang tersusun dari butiran swarovski. Inspirasi gaya New Look tahun 1950an dihadirkan dalam rancangan rok lebar mengembang dari bahan lace kaku berlengan pouf yang diperkaya dengan detail pita yang dilipat, ditekuk, dijahit tindas, di sekujur busana.

Penggunaan bahan kaku dan crispy ala tahun 60an, menggenapkan koleksi. Bahan-bahan yang cenderung bernilai vintage, di antaranya Damask (bahan tebal bertekstur dan bermotif dari hasil tenun), Mikado (jenis sutra mewah dan berat yang cocok untuk memberi struktur gaun), Sifon, Lame Matelasse, Lace, Sequin (bahan dengan kepingan-kepingan kecil yang dijahitkan diseluruh permukaannya), hingga sejenis kulit imitasi yang memberi nilai tambah pada penampilan busana.

  

Detail Dominasi

Gaun demi gaun dirancang selayaknya sebuah karya seni karena dikerjakan dengan kerajinan tangan yang indah. Dibutuhkan ketrampilan tangan yang mumpuni dalam memasang kristal, membubuhkan manik, menyusun payet, sulaman, menekuk pita hingga menjadi sebuah tampilan utuh sebuah desain saat busana dikenakan, termasuk dua gaun pengantin dengan imbuhan kristal bergambar senada.

Kali ini Sebastian dan Cristina menggali lebih jauh detail yang menarik dalam bentuk lipit dan tekuk pita sebagai halnya seni melipat kertas. Sang Perancang juga banyak memainkan teknik pita yang dilipat, dibentuk seperti segitiga, lalu disusun bertumpuk hingga membentuk motif timbul tiga dimensi. Terdapat pula pita yang dijalin selayaknya anyaman keranjang bambu berukuran besar dengan hasil akhir yang memberi kesan indah.

Dengan pengembangan detail yang menarik itu Sebastian dan Cristina telah membuktikan bahwa pita, kristal, manik dan payet dalam koleksinya selalu berhasil membuat tiap lembar busana rancangannya mengekspresikan nilai glamor, elegan sekaligus artistik.

  

Palet warna bermain dalam rentang yang lebar namun saling berkait hingga menjadi benang merah koleksi. Dominasi biru petrolium, meningkahi semburat oranye bata, étaupe, coklat, hitam dan bersejajar dengan kemegahan warna keemasan, rose gold, keperakan, mengalir seperti sebuah ekspresi bisik yang mengalun lembut namun memancarkan rauman sejuta kemewahan.

Palet warna lebar yang bold dan ekspresif, selingan motif dan hiasan yang lumayan besar, semua itu tampak bukan menjadi kebiasaan dan karakter desain Sebastian Gunawan. Boleh jadi variasi look peragaan kali ini menjadi selingan yang menyenangkan bagi Sang Desainer, atau memang tawaran bagi pasar pelanggan yang lebih luas lagi. Apapun itu, kesegaran desain kali ini diolah dengan sangat apik, dan sekali lagi, invigorating!  Selamat menapaki dekade selanjutnya bagi Sebastian Gunawan dan Christina Panarese! 


Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Teguhkan Karakter Busana Syar'i, Lina Sukijo & Si.Se.Sa

Teguhkan Karakter Busana Syar'i, Lina Sukijo & Si.Se.Sa

READ MORE
Koleksi Dian Pelangi 'Allurealist' di Panggung NYFW First Stage

Koleksi Dian Pelangi 'Allurealist' di Panggung NYFW First Stage

READ MORE