Kematangan Norma Hauri dalam Koleksi Royal London-Jaipur

Kematangan Norma Hauri dalam Koleksi Royal London-Jaipur

Mengenal Norma Hauri sebagai nama yang mengusung modest wear dengan pendekatan fashion sense yang tinggi dengan sentuhan klasik dalam setiap karyanya, saya terbiasa memiliki ekspektasi terhadap apa (koleksi baru) yang akan ditampilkan oleh sang desainer, Norma Moi. Siluet royal dan klasik yang berkesan beyond elegant selalu menjadi mantra yang diwujudkan dalam kreasinya. Sosok wanita kuat, anggun dan agung selalu tersematkan dibalik busana-busana rancangannya.

Namun ekspektasi tersebut rupanya meleset kala menyimak koleksi terbarunya yang ditampilkan pada IPMI Trend Show 2020, 7 November 2019 di Senayan City, Jakarta. It's beyond expectation, rasanya sangat menyenangkan dan puas menikmati sajian koleksi yang dipamerkan, meskipun terasa sangat singkat. Deretan busana bergaya royal yang mampu lepas dari imaji siluet tunggal; gaun berpinggang ramping bersiluet hour glass sempurna. 

Kolonialisme Inggris di lndia menjadi inspirasi dan tema baru kali ini, setelah sebelumnya Norma muncul dengan Keraton Jawa-nya yang bercampur dengan gaya kolonial tahun lalu. Kembali ke arsip mode klasik barat yang selalu ia tuju, Norma tertarik dengan perpaduan kerajaan klasik Inggris gaya dengan budaya India yang kaya dan penuh warna. Di antara semua kota di India, Jaipur menjadi "tujuan" inspirasi untuk koleksi baru tersebut. Jaipur adalah ibu kota negara bagian Rajasthan India. Mengingatkan pada keluarga kerajaan yang pernah memerintah wilayah itu dan, pada 1727, mendirikan apa yang menjadi sekarang disebut Kota Tua, atau "Kota Merah Muda" karena warna bangunan khasnya.

  

Dengan 15 set tampilan, koleksi "LDN / JAI" masih sangat dipengaruhi oleh potongan tahun 1940 hingga 1950an, beberapa looks terilhami dari pakaian seragam pejabat Britania, dan sangat terlihat dominasi teknik draping yang terinspirasi oleh Sari India. Disini terlihat kematangan sang desainer dalam memilih dan mengolah material yang digunakan, yang sangat mempengaruhi elegansi dan karakter superioritas yang menawan. Campuran beragam kain kaya tekstur seperti beludru, jacquard, satin, tulle, organza, gabardine, dan taffeta terhampar. Warna-warna berani dari fuchsia, koral, dan hijau menunjukkan warna-warni dan kekayaan India, sementara biru royal dan hijau melambangkan kerajaan Inggris, semuanya diperkaya dengan detail bordir dan payet serta dilengkapi dengan topi dan fascinator berukuran besar. 

  

Gaun bertumpuk juga menjadi salah satu yang mencuri perhatian, dengan material berkilau yang mewah, membawa lambaian yang glamor dan flamboyan, maksimal! Rasanya ingin menyematkan banyak kata-kata superlatif, untuk presentasi Norma Hauri kali ini. Serasa membangkitkan nostalgia dan gaya glamor, merayakan high-fashion dengan begitu menyenangkan dan percaya diri! 

  


See also:
-- 'Inauguration Show' 13 New Members of IFC -- Franka Soeria Naikkan Level Modest Fashion Indonesia melalui #Markamarie -- Wastu yang Dirindu -- Pergelaran Koleksi Shafira Sebagai Sorotan Utama di IFW 2017 --

Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Eksplorasi Kami dalam 3 Koleksi Baru di JFW 2018

Eksplorasi Kami dalam 3 Koleksi Baru di JFW 2018

READ MORE
Desain Terakhir Karl Lagerfeld untuk Fendi Ditampilkan di Milan Fashion Week

Desain Terakhir Karl Lagerfeld untuk Fendi Ditampilkan di Milan Fashion Week

Banyak sekali legacy yang ditinggalkan sang perancang iconic dunia ini, salah satunya tentang loyalitas dan perjalanan menuju kesempurnaan.

READ MORE