Karakter Generasi Milenial di Dunia Kerja. Kamu termasuk?

Karakter Generasi Milenial di Dunia Kerja. Kamu termasuk?

Siapa sih yang disebut generasi Milenial? Secara umum, generasi ini adalah mereka yang lahir dari tahun 1982 hingga 1994, sehingga saat ini berusia antara 18-34 tahun. Disebut pula generasi Y, yang bisa dibilang merajai dunia kerja pada saat ini. Menurut Wikipedia, Millennials (atau disebut juga Gen Y) adalah pengelompokan demografi berdasarkan usia, yang berada diantara gen X dan gen Z. Tidak bisa ditentukan tahun pasti batas awal dan akhirnya, tetapi ahli demografi dan peneliti biasanya menggunakan batas kelahiran antara 1980an awal hingga pertengahan 1990an sebagai batas akhir kelahiran generasi ini. 

Setiap generasi pasti membawa arus, tren dan karakternya masing-masing, yang bisa sangat terlihat secara umum. Gen Y inilah yang pertama kali tumbuh dan besar bersama teknologi dan Internet, yang nantinya akan mempengaruhi karakter generasi secara signifikan. Now they're -we are- in our most productive time, menjadi angkatan kerja dominan, yang akan membawa bahkan menentukan perubahan besar dalam dunia kerja.


Mengapa membawa perubahan? Karena dalam dunia kerja ini lah karakter gen milenial sangat berbeda dengan generasi sebelumnya, Gen X. Dogma kerja keras untuk kaya -yang menjadi mantra bapak-bapak kita dulu-, sudah tidak berlaku dan tidak lagi dipercaya sebagai kunci meraih kebahagiaan dan kesuksesan hidup. Bekerja di kantor di kubikel, pergi pagi pulang sore, sedikit banyak sudah tergusur dengan 'trend' kerja yang fleksibel dan on point.




Bagaimana sih karakter generasi kita, milenial ini? Menurut Ario Dimas, seorang digital marketing specialist yang sangat mengerti trend ini, berikut beberapa karakter milenial yang menonjol:

  • Generasi ini sangat mengejar aktualisasi diri, uang menyusul. Jadi mengerti akan posisi dan peran kita di dunia ini sangat penting, ketimbang hanya mengejar uang.
  • Berani mengambil resiko, dan akan sangat membenci pekerjaan yang statis.
  • Mengutamakan diri sendiri, baru perusahaan. Jadi tidak ada lagi loyalitas terhadap perusahaan, becoz we work with the company, not for the company. Jadi perusahaan diposisikan sebagai partner kerja, bukan lagi superior.
  • Ini juga mencerminkan karakter yang self sentris (hello selfie & narcisistic generation), tapi juga disaat yang sama mampu memberikan performa terbaik bagi pekerjaan.
  • Milenial cenderung mengutamakan diri dahulu, bahkan dia akan bekerja total pun dengan alasan pertama untuk membuktikan pada lingkungan bahwa kontribusinya signifikan bagi perusahaan. Dan diakui lingkungan adalah hal yang sangat penting baginya.
  • Kemudian suka belajar hal baru, tetapi kerap tidak fokus. Punya attention span yang lebih rendah. Milenial akan memilih untuk mendapatkan materi pelatihan secara online, dimana ia bisa mengatur sendiri 'intake' keahlian yang bisa dikuasainya, ketimbang mengikuti pelatihan terpusat di tempat tertentu selama beberapa lama. 
  • Lebih berinisiatif dan kreatif
  • Mementingkan keseimbangan, sehingga mereka bisa saja berkorban bekerja ekstra waktu selama beberapa hari, untuk kemudian mengambil waktu yang sama untuk traveling. Atau memilih tempat kerja yang sangat cair, tidak ada sekat antara bekerja dan bermain.
  • dan mementingkan 'legacy', apa yang akan dunia ingat tentang saya. Ini mengapa milenial sangat peduli pada jejak digital, dimana mereka akan 'memberitahukan kepada dunia' apa saja pencapaian yang telah diperolehnya. 
Dengan karakter tesebut, tidak heran seorang milenial pasti akan peduli pada profil online mereka di sosial media, terutama yang berpengaruh pada karirnya. Karena mereka percaya bahwa online impression sama pentingnya dengan impresi secara tatap muka. Memiliki profil di LinkedIn menjadi penting, dan berdasarkan data LinkedIn, generasi milenial yang sangat digital savvy ini, kini sangat memanfaatkan media sosial untuk mendapatkan pekerjaan (bye-bye kolom lowongan kerja di koran).  Dan 64% milenial mengakui bahwa LinkedIn mempunyai positive impact terhadap karir mereka, dibandingkan dengan generasi sebelumnya. 


Nah, apa saja sih yang diinginkan seorang milenial dalam dunia kerja? Bisa jadi sangat beragam, tetapi aspirasi berikut ini sangat menonjol:

  • Kesempatan untuk bersinar cepat dan melesat, karena itu milenial sangat menghindari perusahaan yang birokratif.
  • Tantangan kerja yang menarik dan tidak membosankan
  • Gaji dan tunjangan yang berbeda dan diatas rata-rata
  • Mengharapkan dukungan perusahaan untuk belajar
  • dan peraturan kerja dan suasana kantor yang jauh dari kaku. 


Nah, bagaimana pendapatmu, yang saya yakin masih termasuk dalam kelompok usia milenial ini? Apakah karakter-karakter tersebut mewakili aspirasimu dalam dunia kerja? Share with us ;) 




(feature image from here)


please login to comment.

indy mawardah

No, im 96


RELATED ARTICLES

#muslimvotemuslim Inisiasi Hijabers yang Mendadak Viral

#muslimvotemuslim Inisiasi Hijabers yang Mendadak Viral

READ MORE
Less is More; Menilik Gaya Hidup Minimalis

Less is More; Menilik Gaya Hidup Minimalis

READ MORE