Kanker Payudara. Peduli Sudah, Aksi?

Bulan Oktober ini kita seperti tidak henti-henti 'disadarkan' tentang kanker payudara. Mungkin peduli dan mengerti seluk beluk kanker ini sudah. Tapi apakah sudah melakukan sesuatu untuk itu?

Kanker Payudara. Peduli Sudah, Aksi?

Bulan Oktober adalah bulan peduli kanker payudara, dan ini adalah gerakan global yang diinisiasi pertama kali pada tahun 1992. Fyi, Evelyn H. Lauder meluncurkan The Breast Cancer Awareness (BCA) Campaign pada tahun 1992 dengan dibuatnya Pink Ribbon atau Pita Pink, simbol universal untuk kesehatan payudara. Dan sejak itu, kampanye ini selalu dilakukan setiap tahun di bulan Oktober di seluruh dunia. 

Mengapa banyak sekali pihak dan komunitas -non medis- yang peduli dan bergerak untuk menyebarkan pesan tentang kanker payudara ini? Pertama, karena fakta bahwa ini adalah kanker paling umum yang menyerang wanita di seluruh dunia. 1 dari 8 orang wanita di negara berkembang terkena kanker payudara. Dan kedua, karena banyaknya wanita yang terkena, kanker ini telah menyentuh banyak orang setiap harinya. Baik seseorang yang sedang melalui diagnosa kanker payudara, kerabat, keluarga, suami, anak-anak yang merawat orang yang terkena kanker payudara, atau mereka yang sekadar ingin hidup di dunia tanpa penyakit ini. Dan yang ketiga, adalah fakta bahwa kanker ini sangat-sangat bisa dicegah.

Saya belum akan membahas aksi yang bisa kita lakukan, tetapi terlebih dahulu mengingatkan kembali apa yang perlu kita tahu tentang penyakit ini. Tahu untuk bisa peduli. Sampai saat ini belum diketahui pasti apa penyebab kanker payudara, tetapi ada beberapa faktor resiko, diantaranya adalah;

  • SEJARAH KELUARGA: Memiliki satu anggota keluarga derajat pertama (ibu, adik atau kakak perempuan, atau anak perempuan) dengan kanker payudara memberi risiko kanker payudara dua kali lipat. Memiliki dua anggota keluarga derajat pertama dengan kanker payudara memberi risiko kanker payudara hingga tiga kali lipat.
  • USIA: Risiko kanker payudara meningkat saat wanita beranjak usia. Sekitar 1 dari 8 kanker payudara ganas ditemukan pada wanita di bawah 45 tahun, sementara 2 dari 3 kanker payudara ganas ditemukan pada wanita berusia 55 tahun dan di atasnya. Di Indonesia, data dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI) menyebutkan bahwa kini, 30% penderita berusia di bawah 40 tahun!
  • GENETIK: Sekitar 5% hingga 10% kasus kanker payudara dinilai turun-temurun, hasil langsung dari cacat gen yang diturunkan oleh orang tua. Faktor ini dianggap cukup kecil.
  • GAYA HIDUP: Konsumsi alkohol, rokok dan berat badan berlebih atau obesitas setelah menopause bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Bukti bahwa aktivitas fisik dapat mengurangi risiko kanker payudara semakin banyak.
  • PERNIKAHAN USIA DINI. Di Indonesia, menurut YKI, pernikahan usia dini menjadi faktor resiko yang cukup tinggi, selain itu menstruasi dini menjadi salah satu faktor meningkatnya kasus kanker payudara di Indonesia.


Apa Aksimu?

Sebagai wanita, dan secara pribadi, aksi paling penting yang bisa kita lakukan adalah MENCEGAH dan MENDETEKSI. Diagnosa awal ketika kanker masih kecil dan belum menyebar adalah faktor penting untuk menurunkan risiko kematian. Karena ingat bahwa kanker ini tidak memberi gejala khusus, jadi kita yang harus berinisiatif untuk mencegah dan mendeteksinya.

Ada lima hal yang bisa kita lakukan;

  1. Memeriksa payudara. Mulai usia 20an, lakukan pemeriksaan rutin tahunan payudara oleh dokter atau perawat. Lakukan pemeriksaan sendiri dan laporkan pada dokter jika terdapat perubahan di payudara.
  2. Mammografi. Awali pemeriksaan mammografi setiap tahun sejak usia 40 tahun atau usia lebih dini apabila memiliki risiko tinggi.
  3. Menjaga berat badan yang sehat. Menambah berat badan berarti menambah risiko penyakit. Konsumsi serat dan makanan yang diperkaya anti oksidan.
  4. Aktif berolahraga. 
  5. Kurangi risiko. Batasi alkohol dan jangan merokok. (Boleh merokok, asal tidak dinyalakan ;)

Selain itu, aksi yang bisa (kalau menurut saya, wajib) kita lakukan adalah ikut menyebarkan kepedulian ini kepada teman, keluarga, dan siapapun di lingkaran komunitas kita. Seperti yang telah dilakukan oleh The Breast Cancer Awareness Campaign, yang pada tahun ini menyebarkan tema 'Take Action, Together to Defeat Breast Cancer'. 

Tahun ini, Kampanye BCA menyoroti dampak sesungguhnya dari arti sebuah kebersamaan dengan menghubungkan berbagai influencer untuk membawa latar belakang dan perspektif mereka yang beragam untuk komunitas global. Dari blogger, teman-teman media, ahli medis, para survivor, bersama-sama berbagi berbagai saran, tips yang dirancang untuk mendorong sebuah aksi dengan cara yang menginspirasi, mendukung orang lain dan promo kesehatan dan kesejahteraan.


Pink Ribbon & kampanye BCA di Pondok Indah Mall

please login to comment.

indy mawardah

Peduli kanker karena ibuku meninggal juga karena kanker


RELATED ARTICLES