'Indonesia Tren Forecasting', Langkah Perdana Mendokumentasikan Proyeksi Tren Tahunan

'Indonesia Tren Forecasting', Langkah Perdana Mendokumentasikan Proyeksi Tren Tahunan

Siapakah yang mendefinisikan sebuah tren? Dalam banyak periode waktu dan narasumber, jawaban atas pertanyaan ini masih sangat bervariasi. Desainer pada kota-kota mode utama dunia tentu punya peran signifikan, tetapi mereka dan pembuat produk siap pakai pun tergantung pada pemilik sumber daya hulu; pabrikan material, bahan-bahan dan lainnya.

Perusahaan-perusahaan besar seperti jaringan ritel fashion, cat, dan produk pakai lainnya pasti memiliki divisi riset sendiri yang mencurahkan sumber daya yang sangat besar untuk menyusun dan mendefinisikan proyeksi tren setiap tahun. Mereka juga punya peranan yang sangat besar dalam menentukan tren yang kemudian diterima secara luas di masyarakat dan pemakai. 

Indonesia yang kini sudah menggarap sektor ekonomi kreatif dengan lebih serius dengan Badan Ekonomi Kreatif sebagai lokomotif dan penggeraknya, ikut melihat tren sebagai faktor penting yang harus digarap dengan serius. Apakah Indonesia akan 'mengikuti' perumusan tren dari luar negeri yang sudah banyak dilakukan oleh badan tren dunia, ataukah mencoba untuk mengembangkan riset sendiri mengenai hal ini.

Dengan potensi dan kekayaan sektor ekonomi kreatif Indonesia yang luar biasa besar, pada tahun ini untuk pertama kalinya Bekraf menyusun sebuah buku Indonesia Trend Forecasting (ITF) 2017-2018 untuk subsektor desain interior, desain produk, fesyen, dan kriya. Buku ini berusaha untuk memberikan terobosan baru dalam dunia perancangan dan desain, yakni dengan mengompilasi warisan budaya dan kearifan lokal dengan tren global yang sedang diminati oleh masyarakat dunia.

“Melalui serangkaian riset dan tinjauan berbagai literatur, buku ini dapat menjadi referensi yang baik serta strategis bagi pertumbuhan industri kreatif di Tanah Air,” ujar Triawan Munaf, Kepala Bekraf. Triawan juga menambahkan bahwa kurangnya riset dan pengembangan merupakan tantangan dalam subsektor tersebut, sehingga produk-produk yang dihasilkan kurang memiliki daya saing. Oleh karena itu, kehadiran ITF ini diharapkan dapat menjadi solusi dari berbagai tantangan yang dihadapi subsektor desain interior, desain produk, fesyen, dan kriya."



Pentingnya Riset dan Meramal Tren

Pertumbuhan ekonomi kreatif di suatu negara sangatlah dipengaruhi oleh transaksi yang terjadi antara produsen dan konsumennya. Salah satu faktor penting yang dapat meningkatkan transaksi tersebut adalah kejelian produsen dalam memahami perubahan lifestyle yang terjadi dimasyarakat. Dengan memahami lifestyle tersebut, para produsen dapat menciptakan produk-produk yang memang diinginkan oleh para konsumennya.

Maka, diperlukan suatu riset trend forecasting yang berkaitan langsung dengan perubahan pola pikir masyarakat (konsumen), khususnya di kota-kota besar dunia. Dalam persaingan ekonomi terbuka, hasil sebuah riset trend forecasting, yang membahas perubahan pola pikir secara global, menjadi penting karena dapat memberikan gambaran mengenai perubahan lifestyle apa yang akan terjadi pada masyarakat di dunia dan Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

GREY ZONE Trend Forecasting 2017/18

Saat ini kita hidup dalam masa yang amat tidak nyaman, di mana kemanusiaan berada pada sebuah paradigma terbesar sepanjang sejarah: ketergantungan kepada net. Rasa kemanusiaan menjadi sebuah paradigma, di mana kepedulian kepada hal-hal yang tidak berurusan langsung pada keseharian, menjadi lebih penting daripada hal-hal substansial dalam realitas kita sendiri. 

Trend 2017/2018 ini dinamakan “Greyzone” sebagai visualisasi dari sebuah masa, di mana kita kehilangan kemampuan untuk membedakan benar dan salah / hitam dan putih. Peleburan batas antara hitam dan putih, standard penilaian beralih kepada subyektifitas pembuat keputusan tersebut. Sejarah manusia membuktikan, bahwa kegelapan dan cahaya adalah bagian dari kehidupan manusia, yang memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dan bertahan dalam beragam kondisi kehidupan, tertanam dalam gen kita selama ribuan tahun sejarah manusia. Karena itu, meski didominasi oleh kegelapan, di mana kebenaran atau kesalahan menjadi sesuatu yang relatif dan abu-abu, namun bukan berarti tidak ada warna atau harapan yang mungkin muncul akibat adaptasi kemanusiaan kita terhadap masa yang tidak terlalu memberikan kecerahan harapan dan stabilitas sistem kehidupan.

Krisis energi dan malapetaka lingkungan hidup ciptaan manusia, menghidupkan kembali pemikiran-pemikiran konservasi untuk mengembalikan bumi dalam kondisi yang lebih sehat. Tema ARCHEAN diilhami oleh periode awal terjadinya fotosintesa di bumi, mewakili pemikiran tentang esensi kehidupan, pada saat bumi masih berusia muda yang kemudian berproses menjadi sebuah dunia yang memungkinkan keberadaan manusia; merepresentasikan inspirasi Bentukan dari Bumi.

Masalah lingkungan hidup juga mengenai habitat kehidupan yang seringkali mengalami keadaan darurat, juga kebutuhan habitat baru yang perlu dibangun secara cepat namun memenuhi standar kehidupan modern dengan kenyamanannya. Inovasi frugal (hemat) yang mengadaptasi pemikiran-pemikiran kultural, menggunakan material lokal, dan dengan adaptasi teknologi tinggi, memberikan kualitas hidup yang lebih baik pada masyarakat di dunia ketiga dan sebaliknya bagi masyarakat negara maju, membantu ekonomisasi sistem yang sudah kadung memiliki biaya tinggi untuk setiap prosesnya.

Tema VIGILANT merupakan kelahiran kembali tradisionalisme melalui local ingenuity yang didukung oleh teknologi modern atau pengetahuan tinggi. Menampilkan garis-garis perancangan kontemporer yang bersih, kuat dengan relasi kuat dengan tradisi, sehingga tampil dengan kemewahan yang terlihat puristis namun sangat terlihat merupakan hasil dari perancangan dan perhitungan yang cermat, atau Estetika Terhitung.

Terinspirasi dari Bioengineering yang hybrid dengan bidang keilmuan dan teknologi lainnya, seringkali menghasilkan produk-produk dengan tampilan tidak biasa, misterius, agak seram, namun juga indah dan mengagumkan. Tema CRYPTIC merupakan representasi dari gaya hidup berpendidikan tinggi, di mana teknologi bertemu dengan tanggung jawab yang paralel dengan kegemaran bereksperimen. Perancangan secara sistematik dengan menggunakan inovasi material atau teknologi dengan mengadaptasi sifat makhluk hidup, sehingga dinamakan juga Rekayasa Hayati. 

Diilhami oleh Generation Z, yang tidak pernah mengenal dunia tanpa internet dan memiliki kehidupan paralel antara virtual dan real dan memiliki interaksi menarik dengan generasi pendahulunya. Tema DIGITARIAN merepresentasikan campuran gaya estetis dari beberapa generasi. Bagaikan bertualang menembus waktu dari gaya yang satu ke gaya yang lainnya, suatu imajinasi tanpa batas yang dimiliki Generasi Mayantara.


Trend Decoding

Perubahan pola pikir dan gaya hidup masyarakat global harus dapat diterjemahkan ke dalam semangat atau ‘nilai’ lokal yang kita miliki. Industri Ready to Wear Fashion, Muslim & Modest Fashion, Textile & Pattern, Product Styling, dan Interior Furnishing adalah di antaranya yang sangat memerlukan prediksi trend. Buku ini merupakan salah satu dari rangkaian Buku Trend Forecast & Decoding yang berisi konsep pengembangan produk lokal dengan global insight, yang dapat dijadikan sumber inspirasi dan tools dalam proses kreatif. Desain dengan kepekaan tren, dapat menghadirkan kesegaran yang akan diminati baik pasar lokal maupun global.

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Product of The Week; Printed Cap by Ma.na

Product of The Week; Printed Cap by Ma.na

READ MORE
Saat para Cistels Mengantri Koleksi Riamiranda

Saat para Cistels Mengantri Koleksi Riamiranda

READ MORE