'Inauguration Show' 13 New Members of IFC

'Inauguration Show' 13 New Members of IFC
Sebuah organisasi yang baik mampu berkontribusi nyata terhadap kemuajuan di bidang atau industri bersangkutan, dan menjadi wadah untuk mengakselerasi kapasitas anggotanya. 

Indonesian Fashion Chamber (IFC) sebagai organisasi fashion dengan anggota terbanyak di Indonesia saat ini, secara konsisten membuktikan komitmennya dalam memajukan industri fashion di Indonesia. Secara internal, IFC memiliki program tahunan nasional yang diadakan pada setiap awal tahun, yakni January Board Meeting (JBM) yang dihadiri oleh anggota IFC dari seluruh chapter di Indonesia. Pertemuan ini sebagai Rapat Kerja Nasional untuk mengevaluasi seluruh aktivitas tahun sebelumnya, dan menentukan program kerja untuk tahun berjalan.

“IFC berkomitmen akan melanjuti program dan kegiatan yang telah dirintis dan dikembangkan di tahun-tahun sebelumnya dengan lebih optimal serta ditunjang program dan kegiatan baru yang berkesinambungan. Sehingga IFC dapat berperan aktif dalam mendorong industri fashion di tanah air. Program dan kegiatan IFC mendatang akan lebih ditekankan pada pengembangan bisnis dalam dan luar negeri yang mengacu pada dinamika perubahan gaya hidup dan teknologi terkini. Dengan memiliki pondasi bisnis yang berkualitas, member IFC tentu dapat berkontribusi dalam memperkuat fashion Indonesia. Secara bersamaan, IFC akan memberikan perhatian pada sektor-sektor lain dalam ekosistem industri fashion, termasuk memasarkan potensi fashion Indonesia di pasar internasional,” papar Ali Charisma, National Chairman IFC.

Pada setiap event JBM yang diadakan secara bergiliran di setiap kota/chapter, fungsi rekruitmen dan pengembangan kapasitas desainer juga selalu direalisasikan, dengan membuka kesempatan pada para desainer untuk menjadi member baru IFC. Program ini tentu sudah disosialisasikan pada satu tahun sebelumnya, sehingga event JBM juga menjadi formalitas pelantikan anggota baru. 

Pada JBM 2019 ini, IFC menerima 13 anggota baru yang merupakan para desainer fashion dari berbagai kota. Perlu dicatat, bahwa anggota baru IFC bukan berarti desainer pemula. Mereka bisa jadi sudah berkecimpung lama dalam industri ini, di kota masing-masing. 13 desainer tersebut adalah yaitu Novita DP, Agied Derta, Olivia Soesanto, Yunius Mujianto dari Semarang; Erika Ardianto, Raegitazoro, Amelia Dianty, Emmy Theen dari Jakarta; Irmasari Joedawinata dari Bandung; Dissa Indriyana, Rainah Badubah dari Surabaya; Alfatir Muhammad dan Noor Umer dari Malang.

Setiap anggota baru IFC harus mempresentasikan karyanya pada Inauguration Show, yang menjadi bagian dari JBM 2019. Inauguration Show ini menjadi ajang untuk menyambut para anggota baru ini kedalam organisasi, sekaligus untuk memperkenalkan karya para desainer ini kepada anggota lainnya, dan kepada masyarakat umum. 

Agied Derta

Irmasari Joedawinata

Seperti diungkapkan oleh salah satu desainer anggota baru, Irmasari Joedawinata yang berasal dari Bandung, ia merasa beruntung bisa bergabung menjadi anggota IFC karena bisa membuka banyak peluang baru bagi pengembangan karir desain dan bisnisnya. "Ternyata, banyak hal, banyak aspek yang saya bisa pelajari disini, yang tadinya belum saya ketahui. Menjadi anggota IFC bisa membuka banyak kesempatan, juga networking yang sangat bermanfaat bagi bisnis fashion saya."

Irmasari merupakan desainer dan co-founder dari label modest fashion asal Bandung Maima Indonesia. Maima sendiri telah berdiri sejak tahun 2014 dan menjadi salah satu brand modest wear yang digemari hijabers muda. Sejak kemunculannya, Maima selalu mencuri perhatian pasar hijabers dengan desainnya yang khas; monokrom, casual dan effortless dengan material utama kaos dan katun, loose cutting, dan selalu memiliki sentuhan handcraft modern. 

Maima pun rutin mengikuti berbagai event modest fashion di Indonesia, dan bergabung sebagai tenant tetap di curated store District 12 di Mal FX Sudirman, Jakarta. Maima semakin populer di sosial media instagram, dan koleksinya pun banyak dipakai oleh para hijabers dan selebriti instagram (selebrgam).

Pada Inauguration Show 2019 ini, Irmasari memperkenalkan brand dengan namanya sendiri, Irmasari Joedawinata, yang berbeda dengan Maima meskipun memiliki benang merah, karakter yang sama dengan Maima. Untuk lini eksklusifnya ini, ia mengatakan bahwa desainnya akan lebih deluxe, dengan detail dan teknik yang lebih rumit, pilihan bahannya pun berbeda dan harga jual yang lebih tinggi daripada Maima. 

Alfatir Muhammad - Noor Umer

Novita DP - Raniah Badubah

Desainer lainnya yang juga menampilkan modestwear adalah Raniah Badubah dari Surabaya. Raniah dikenal sebagai desainer wedding dan muslimah gown, yang rutin menampilkan koleksinya di event fashion di Surabaya dan kota lain di Jawa Timur. Raniah memamerkan koleksi Touch of Versailes yang bergaya romantis dan feminin dengan warna-warna lembut, mewakili kebutuhan gaun muslimah yang tidak akan tergerus oleh tren fashion.  

Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Designer to Watch; Aldre Indrayana

Designer to Watch; Aldre Indrayana

READ MORE
"A Fashion Designer is Never A Dress Maker"

"A Fashion Designer is Never A Dress Maker"

READ MORE