Ikat Indonesia & Happa, Rayakan Ramadhan dalam Busana Modest Corak Nusantara

Ikat Indonesia & Happa, Rayakan Ramadhan dalam Busana Modest Corak Nusantara

Ramadhan selalu lebih semarak dan berwarna dengan semua koleksi baru busana rancangan desainer dan brand yang ditampilkan dalam banyak event Ramadhan, seperti yang dilakukan oleh Plaza Indonesia melalui perayaan Blessing of Ramadhan kali ini.

Plaza Indonesia mempersembahkan 5 hari fashion show yang menampilkan 5 desainer terpilih, dua diantaranya adalah IKAT Indonesia by Didiet Maulana dan Happa by Mel Ahyar. Dua brand karya dua desainer berdedikasi yang selalu mengusung unsur kekayaan budaya Indonesia dalam DNA brand dan koleksinya. 

Melalui judul koleksi "Surya", IKAT Indonesia by Didiet Maulana membawa koleksi ready to wear yang diramu sebagal tampilan modest fashion, mewakili kedinamisan generasi muda yang memancarkan kehangatan dan optimisme. Diharapkan pemakainya dapat memberikan kehangatan kepada sekitar.

Di atrium La Moda Plaza Indonesia, koleksi yang berjumlah 20 tampilan tersebut ditampilkan dengan padu padan pattern on pattern. Tenun ikat dan lurik berpadu dinamis dengan memperlihatkan keindahan keberagaman. Yang unik kali ini adalah IKAT Indonesia by Didiet Maulana akan melansirkan headscarves motif tenun ikat yang bisa digunakan sebagai alternatif kerudung kepala.

Koleksi "Surya” Ramadhan In Style mengetengahkan potongan baru yang bisa dipakai mulai dari kalangan anak muda hingga dewasa dengan kehadiran teknik potongan loose fit, square sithouette, clear and sleek, contemporary dan dihadirkan juga koleksi alas kaki IKAT dengan bahan lurik dan tenun yang bernafaskan urban dan cocok dipakai pada bulan Ramadhan dengan mengusung nafas Tímur Tengah. 

   

   


Tapak Rentak adalah tema besar Happa by Mel Ahyar pada musim ini, yang salah satu bagiannya diwujudkan menjadi koleksi eksklusif Ramadhan. Mengumpulkan inspirasi dari Makassar, yang menceritakan tentang keberagaman di tanah Makassar dari 4 suku yang ada, yaitu suku Mandar, Toraja, Makassar dan Bugis. 4 suku ini merupakan suku utama dengan tradisi dan kebudayaan yang menonjol, serta sangat mengutamakan agama dalam tradisi dan kesehariannya. 

Meskipun berbeda, masyarakat keempat suku ini bisa hidup berdampingan, tanpa bersinggungan. 4 suku ini juga memiliki kekayaan kain dan sarung yang sangat semarak, dalam warna-warni terang dan berani, yang selalu ditampilkan dalam berbagai kesempatan. Keharmonisan 4 suku dalam semua aspek, termasuk harmoni warna-warni wastranya kini yang diterjemahkan dalam koleksi Tapak Rentak extended, khusus untuk Ramadhan dan Lebaran.