Harus #diRumahAja, Masih Beli Baju Lebaran?

Harus #diRumahAja, Masih Beli Baju Lebaran?

Sekedar survei kecil-kecilan ke sejumlah teman melalui aplikasi Whatsapp, apakah Ramadhan hingga Lebaran kali ini tetap beli baju baru? 3 orang menjawab tidak, 1 orang menjawab hanya beli untuk anak-anak. Asumsi atau hipotesisnya, sebagian masyarakat memang menahan membeli barang-barang non-esensial, termasuk baju baru. Pandemi Covid-19 ini menyebabkan disrupsi nyata di segala bidang.  Dalam sektor konsumsi paling terlihat, toko-toko dan pusat perbelanjaan tutup. Hanya konsumsi makanan dan kesehatan yang tidak berkurang. Bukan hanya di sisi supply, permintaan untuk produk-produk non makanan dan kesehatan juga berkurang drastis, karena penurunan pendapatan tiba-tiba ataupun pengetatan pengeluaran.

Tetapi belanja online tetap kencang dan justru meningkat. Masuk akal karena orang-orang harus tinggal di rumah saja, dan tetap harus memenuhi kebutuhannya. Belanja online meningkat. Peningkatan transaksi yang terjadi di beberapa ecommerce terutama pada produk sanitasi, makanan ringan, makanan instan, multivitamin, obat-obatan, alat kesehatan dan sembako. 

Bagaimana dengan sektor fashion? Kementrian perindustrian menyatakan bahwa industri tekstil -dan turunannya, fashion- merupaan salah satu industri yang terkena hard hit atau terdampak paling besar karena pandemi ini. Industri fashion secara umum mengalami penurunan omset penjualan 50 hingga 70%, terutama karena periode pandemi ini bertepatan dengan masa Ramadhan dan lebaran, yang biasanya para pedagang dan produsen fashion mencatat penjualan paling besar. 

Beberapa brand dan desainer lokal pun harus membuat penyesuaian di sana sini. Kapasitas produksi diturunkan, para pekerja yang harus dirumahkan ataupun pulang kampung, hingga bersiasat memproduksi masker untuk menjaga pemasukan. Toko offline semuanya tutup, event pameran yang sedianya akan dilaksanakan beberapa kali harus dibatalkan semua, membuat para desainer dan brand harus benar-benar memutar otak untuk menyiasati keadaan ini.

Kembali ke perilaku belanja di bulan Ramadhan, banyak pula data yang menunjukkan keadaan yang stabil, yang masih memperlihatkan gairah dan antusiasme yang tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ria Miranda yang baru saja mengeluarkan koleksi Hari Raya, menyatakan bahwa untuk momen Ramadhan hingga Idul Fitri, permintaan untuk koleksinya tetap tinggi dan kapasitas produksinya pun masih sama dengan rencana awal. Hanya saja, untuk koleksi setelah Ramadhan ini, memang dilakukan pengurangan jumlah produksi.


Begitupun dengan Kami, yang tetap meluncurkan koleksi Raya untuk beberapa e-commerce sekaligus. Nadya Karina dari Kami mengatakan bahwa permintaan terhadap busana Kami untuk lebaran ini tetap tinggi, salah satu faktornya karena pihak brand yang jauh-jauh hari telah memperlihatkan koleksi baru yang akan diluncurkan di periode Ramadhan, dalam beragam aktivitas seperti fashion show. 

Yeri Afriyani, founder Calla menyebutkan bahwa kondisi pandemi ini tidak terlalu berpengaruh terhadap dinamika bisnisnya, karena sejak awal penjualan Calla memang berbasis online. Dan pada saat Ramadhan, permintaan terhadap koleksinya juga lebih tinggi daripada bulan-bulan sebelumnya.

Blibli, salah satu e-commerce terbesar di Indonesia juga menyatakan hal yang senada. Justru tantangan di masa pandemi ini, Blibli meluncurkan berbagai inisiatif yang membantu penggiat fashion lokal mempertahankan kelanjutan bisnisnya. Blibli memperkuat komposisi pada kategori women fashion di bulan Ramadhan ini dengan berkolaborasi dengan 12 brand fashion ternama yang terbagi ke dalam sembilan koleksi modest wear (busana Muslim) dan tiga koleksi non-modest wear (busana non-Muslim). Berbagai brand tersebut termasuk Buttonscarves, Diario x Nagita Slavina, Kami., Iskanti, Puru Kambera Apparel, Ria Miranda, Vivi Zubedi, Zyta Delia x Mega Iskanti, dan Zyta Delia Kartini. Selain itu, terdapat juga Calla the Label, Kala Studio, dan ATS the Label. Kisaran harga koleksi hijab dan busana dari brand fashion ini antara 175 ribu hingga 1.5 juta rupiah. 

  

koleksi eksklusif Ramadhan blibli.com

Blibli malah memproyeksikan peningkatan total order sebesar 2x lipat untuk keseluruhan kategori fashion pada Ramadhan 2020, dibandingkan dengan Ramadhan tahun lalu. Faktor pendorongnya, koleksi eksklusif Ramadhan dengan brand yang lebih banyak, dan direktori khusus yang didedikasikan untuk Busana Muslim, dan juga laman khusus Blibli Hasanah yang baru saja diluncurkan bulan lalu.  

Desey Muharlina Bungsu, Vice President Fashion Women Category Blibli mengungkapkan, Blibli melihat minat pelanggan masih tinggi untuk membeli baju baru, baik untuk sehari-hari maupun untuk momen Lebaran. Terbukti dengan respon baik terhadap koleksi eksklusif yang dihadirkan sejak diluncurkan. Meskipun ada perubahan pola belanja karena situasi pandemi, beberapa koleksi eksklusif dari desainer dan brand tertentu pun terjual habis. 

koleksi Calla di blibli.com

Lagipula, yang namanya baju lebaran masa kini, -lihatlah koleksi Ramadhan atau koleksi Raya keluaran brand-brand tersebut- tidak lagi didominasi busana beraksen mewah. Gayanya versatile, artinya bisa sangat masuk digunakan untuk berbagai aktivitas lainnya. Jadi ini bisa jadi gambaran bahwa masyarakat memang memiliki optimisme bahwa kondisi ini akan segera berlalu, sehingga keluar rumah lagi untuk beraktivitas dan bertemu dengan orang lain. 

Beberapa informasi tersebut bisa menjadi gambaran bahwa untuk segmen masyarakat tertentu, situasi di tengah pandemi tidak menyurutkan kehendak untuk membeli baju baru untuk Lebaran. Bisa jadi kondisinya berbeda, tidak bisa mudik dan lain-lain, tapi tetap banyak yang tidak berbeda kan di hari Lebaran? Sukacita berkumpul bersama keluarga di rumah, makan masakan spesial, membuat foto keluarga dan foto-foto lainnya (yang kemudian bisa diunggah ke instagram ;:) dengan dandanan terbaik, video call dengan keluarga besar yang ada di kampung atau kota lain, dan berbagi kebahagiaan dengan berbagai cara. 

 


See also:
-- Harga Jutaan Koleksi Ramadhan Ria Miranda x Blibli.com, Masihkah Ludes di Hari Peluncuran? -- Harus #diRumahAja, Masih Beli Baju Lebaran? -- Meet This Hottest Brand; All The Horses -- How to Layer like I.K.Y.K --

Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Trend Forecasting 2019/2020; Singularity

Trend Forecasting 2019/2020; Singularity

READ MORE
'Indonesia Tren Forecasting', Langkah Perdana Mendokumentasikan Proyeksi Tren Tahunan

'Indonesia Tren Forecasting', Langkah Perdana Mendokumentasikan Proyeksi Tren Tahunan

READ MORE