Fashion Symphony 2018, Mengangkat Keindahan Kain Indonesia dengan Semangat Kewirausahaan

Fashion Symphony 2018, Mengangkat Keindahan Kain Indonesia dengan Semangat Kewirausahaan

Panggung fashion sejatinya adalah milik siapa saja yang bisa membuktikan sebuah karya, bukan hanya dominasi segelintir desainer dengan nama yang telah tersohor. Sebuah perayaan karya dan eksistensi digelar oleh Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Jakarta Selatan, yang bertajuk Fashion Symphony 2018, menghadirkan dan memberi sorotan bagi karya dan produk dari 20 lebih pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

IWAPI Jaksel menjadi wadah bagi lebih dari 150 anggota, pengusaha berbagai produk dan jasa, yang 80 persennya merupakan ukm mikro. Melalui IWAPI, ibu-ibu pengusaha kecil ini mendapatkan berbagai kesempatan pengembangan dan peningkatan kapasitas usaha, serta fasilitas untuk mengikuti berbagai event dan aktivitas. Salah satu program unggulan IWAPI Jakarta Selatan adalah Fashion Symphony, yang pada tahun ini merupakan kali kedua penyelenggaraannya. 

Fashion Symphony menjadi 'panggung' dengan skala dan eksposure yang lebih besar, digelar di venue terbaik (Sheraton Grand Jakarta Gandaria City) menghadirkan fashion show berstandar tinggi, sehingga produk fashion para anggota yang telah terkurasi bisa mendapat presentasi dan sorotan yang jauh lebih besar, dan lebih dikenal masyarakat.  

  

koleksi Egienmom - House of Pipie

Menurut Indira Hadi, koordinator acara Fashion Symhony, event ini sekaligus untuk memotivasi seluruh anggota, bukan hanya IWAPI Jaksel tapi juga seluruh anggota IWAPI di seluruh Indonesia. "Produk fashion anggota yang sebagian besar adalah UKM merupakan produk unggulan yang mengangkat budaya Indonesia, dengan kualitas yang sangat baik, berkualitas global. Melalui kegiatan ini juga kami ingin menginspirasi seluruh perempuan Indonesia dalam memiliki semangat yang sama dalam mendukung peranan wanita sebagai penggerak perekonomian Indonesia”


Julie Laiskodat, Ketua DPC IWAPI Jakarta Selatan menyatakan, “tahun in Fashion Symphony 2018 yang merupakan bagian dari program IWAPI JakSel 2018 berbeda dengan tahun lalu. Hampir seluruh

pendukung acara, dari mulai pengadaan panggung, sound system dan dokumentasi adalah usaha milik dari anggota IWAPI JakSel, termasuk juga pendukung riasan model, Sari Ayu Martha Tilaar yang juga adalah anggota. Semua produk fashion yang ditampilkan di Fashion Symphony kali ini memiliki konten lokal 100%, dan mengangkat wastra asli Nusantara."

Julie menambahkan, “Selain itu, IWAPI Jaksel sejak Mei 2018, membuka butik yang bernama Bilang Bilang yang terletak di Gandaria City Mal, maka Fashion Symphony 2018 ini juga adalah panggung dari produk seluruh pelaku usaha yang berada disitu.”

Tenun Nusa Tenggara menjadi tema Fashion Symphony secara keseluruhan. Fashion Show dibuka dengan menampilkan kain tenun khas/yang dihasilkan oleh 22 daerah/kabupaten di NTT, yaitu Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, Lembata, Maumere, Ende, Flores Timur, Alor, Sapu, Rote, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah, Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu dan Kabupaten Malaga. Peragaan kain tenun ini dipersembahkan oleh Levico Butik.


Ke-20 brand UKM yang menampilkan karyanya pada panggung Fashion Symphony 2018 adalah Mari Berkain, Azuraa, Nengmas Kids Batik, Saroengan, Nona, EgienMom, Semesta Gallery, House of Pipie, Roemah Katumbiri, Roemah Kebaya, Kain, House of Shiloh, Jarit, Jani Signature, Jeany Wang, DRU Jewellry, Sageeta Bags, Sylvo Leather, Lashes by Moza dan Levico Butik.

Fashion Symphony menjadi ikhtiar bersama yang menyebarkan semangat kewirausahaan agar perempuan Indonesia bisa mandiri secara ekonomi dan selalu terus meningkatkan kualitas baik produk maupun jasanya, dengan harapan masyarakat akan makin lebih mencintai dan menggunakan produk dalam negeri, khususnya produk UKM.

  

Jarit Tenun - Jeany Wang