Eksplorasi Kami dalam 3 Koleksi Baru di JFW 2018

Eksplorasi Kami dalam 3 Koleksi Baru di JFW 2018

Bisa dibilang Jakarta Fashion Week 2018 kali ini menjadi masa tersibuk bagi KAMI -label modest wear milik Istafiana Candarini, Nadya Karina dan Afina Candarini- yang koleksinya ditampilkan pada 3 slot fashion show berbeda. JFW 2018 sekaligus merupakan momen perdana brand modest wear ini menggunakan nama baru KAMI, rebranding dari 'Kami Idea' yang sebelumnya sudah lekat di hati publik dan penggemarnya selama hampir 9 tahun. 

Kali ini KAMI juga menjadi salah satu label yang bergabung dalam Indonesia Fashion Forward, program pengembangan kapasitas desainer dari JFW yang sudah berjalan selama 6 tahun. Sebagai desainer/brand IFF pada tahun berjalan, KAMI menampilkan koleksinya setelah melalui proses pembinaan dan mentoring dari JFW dan CFA London selama hampir satu tahun. Hasilnya, penyegaran image brand menjadi KAMI, dan pemantapan posisi sebagai brand modest wear, yang menampilkan busana santun bagi wanita yang smart dan bersahaja, baik berhijab maupun tidak.


Koleksi yang ditampilkan pada fashion show IFF di hari pertama JFW 2018 berjudul Promenade, sebuah tampilan dan gaya baru yang coba diterapkan KAMI yang berbeda dengan apa yang ada di benak kita tentang label ini. Promenade mengambil inspirasi dari Jepang pada awal abad ke-20, ketika Jepang mengalami masa restorasi Meiji. Masa itu masyarakat Jepang mulai terbuka dan menerima kebudayaan dari Barat, dan terjadi asimilasi kebudayaan timur dan barat. 

Kimono dengan dalaman kemeja, pemakaian topi, serta banyak kombinasi menarik dari percampuran kebudayaan tersebut yang akhirnya menjadi dasar dari inspirasi koleksi Promenade. Bahan yang digunakan dalam koleksi ini adalah linen, katun, organza, dan silk. Warna pada koleksi Promenade ini dominan dengan broken white, navy, cream, dan mint.

Menjadi brand yang ditempa dalam program IFF, membuat KAMI tertantang untuk mengeksplorasi lagi kekuatan yang dimiliki oleh brand ini, untuk menciptakan tampilan dan nuansa baru dalam koleksinya. Tidak hanya piawai dalam bermain motif dan warna 'kalem', KAMI juga selalu tertantang untuk menggunakan teknik-teknik craftmanship yang berbeda-beda terutama untuk koleksi premiumnya. Seperti dalam Promenade ini, KAMI lebih mengekspos padu padan dan kekuatan material seperti linen dan organza untuk menciptakan siluet baru. 



Promenade

Koleksi kedua yang dipamerkan KAMI pada hari kedua JFW 2018 berkolaborasi dengan Philips Indonesia adalah RAFAE. Deretan busana berupa dress, tunik, dan palazzo bergaya semi casual yang ringan, nyaman dikenakan pada kesempatan apapun. Kekuatan koleksi ini ada pada motif digital print serupa bulu burung, yang merepresentasikan sayap-sayap malaikat. Secara filosofis, menurut Nadya Karina, Creative Director KAMI, sayap-sayap ini seperti pelindung bagi setiap orang yang menuntut ilmu. 

(Perumpamaan ini seperti yang pernah diriwayatkan oleh Abu Darda, seorang sahabat Nabi, bahwa Allah akan memberi jalan kemudahan bagi siapa saja yang berjalan untuk mencari ilmu. Malaikat membuka sayap-sayapnya untuk menuntun dan melindungi para pencari ilmu, menandakan begitu mulianya kedudukan mereka yang selalu belajar dan menuntut ilmu.)

Koleksi ini ditampilkan bersamaan dengan peluncuran dua produk garmen care terbaru dari Philips Indonesia, yaitu setrika uap Perfect Care Optimal yang memberi jaminan anti gosong (no burn guarantee) dan Steamer Easy Touch Plus yang bisa menghilangkan kusut dan kerutan pakaian dengan mudah. 


Rafae


Kolaborasi ketiga KAMI pada event fashion tahunan ini adalah dengan EPSON, perusahaan digital imaging dan solusi cetak ternama. KAMI yang memang identik dengan koleksi bermotif (print), kali ini bersama EPSON, menghadirkan material yang dicetak secara digital dengan printer digital textile Epson Surecolor F Series yang menggunakan teknologi PresicionCore, yang mampu merealisasikan warna-warna solid dan menampilkan gradasi warna. Kolaborasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa digital textile printing kini tidak terbatas dan berperan signifikan dalam perkembangan fashion. 

Dengan tema Cacti, KAMI merancang motif kaktus yang dibuat sedemikian rupa, sehingga tidak membosankan. Motif kaktus tampil dalam warna monokrom, hingga tampil manis dengan kombinasi warna feminin. Meskipun demikian, KAMI tidak menampilkan busana full print, seperti yang diperlihatkannya pada koleksi Rafae. Motif print diatas material poly-crepe dipadupadan dengan material lainnya yang polos. Dengan cerdas dan playful, KAMI memberikan sentuhan ornamentasi pada motif kaktus, sehingga motif yang muncul terlihat lebih berdimensi dan dinamis. 

Siluetnya pun dibuat menarik dengan permainan simpul, dan potongan asimetris yang membuat tampilannya terasa fresh, dan lebih modern. Cacti akan menjadi koleksi yang sangat dinanti-nanti oleh penggemar setia KAMI, dengan motif dan eksekusi potongan yang irresistible. Sebuah koleksi final yang apik bagi KAMI! 


Cacti

See also:
-- Menakar Tawaran Baru Sayee untuk Pasar Modest Fashion Indonesia -- Teguhkan Karakter Busana Syar'i, Lina Sukijo & Si.Se.Sa -- Eksplorasi Kami dalam 3 Koleksi Baru di JFW 2018 -- Melirik Laku Wajik Tenun Kediri --

Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES

First Wishlist this Season; Danjyo Hiyoji Bizarre Blossom

First Wishlist this Season; Danjyo Hiyoji Bizarre Blossom

READ MORE
Inspirasi Dayak dengan Tampilan Mewah ala Jeny Tjahyawati

Inspirasi Dayak dengan Tampilan Mewah ala Jeny Tjahyawati

READ MORE