Cerita 'Memedi Sawah' nan Elok dari 3 Ratu Batik

Cerita 'Memedi Sawah' nan Elok dari 3 Ratu Batik

Fashion seharusnya bisa lebih banyak lagi mencerminkan kearifan lokal, menceritakan keunikan budaya, melestarikan dan meneruskannya kepada generasi selanjutnya. 

Seperti yang diceritakan oleh Hendri Budiman melalui labelnya 3 Ratu Batik, dalam koleksi The Scent of Scarecrow. Ditampilkan pada Jogja Fashion Week 2018, akhir November lalu. Ini tentang memedi sawah (orang-orangan sawah) yang dibuat petani untuk menakui-nakuti burung, sang hama yang mengancam panen. 

Sang desainer yang berasal dari Jogja, pernah tinggal dekat dengan sawah, dan akrab dengan segala ekosistem yang ada di sawah. Memedi sawah salah satunya, dibuat oleh petani, berbentuk menyerupai manusia dengan topi caping dan tangan yang terentang, bertugas menjadi sosok yang menakut-nakuti burung agar tidak mendekat ke sawah. 

Memedi sawah melambangkan harapan petani untuk bisa panen dengan hasil yang banyak, dengan menakuti hama, tetapi tidak mematikannya. Ada keberlangsungan dan kesadaran untuk menjaga ekosistem alami disana. 

Sosok memedi sawah yang biasanya dicitrakan sebagai sosok menakutkan (memedi=menakut-nakuti), sebenarnya tidak seperti itu, karena memiliki filosofi yang bagus, tentang menjaga kelestarian alam. Memedi sawah berperan besar dalam membentuk ketahanan pangan, dengan panen yang berhasil. Karena itulah Hendri kemudian menciptakan motif batik memedi sawah bernuansa warna coklat sogan kekuningan, yang unik. 

  

  

Batik memedi sawah ini menjadi fokus koleksi, merupakan batik kombinasi cap dan tulis. Dibangun dengan sangat apik melalui kombinasi material dan warna, warna coklat, kuning, biru menyerupai ekosistem di sawah. Pengerjaan material, sebagiannya dibuat unfinished pada tepian, seperti scare crow yang biasanya diberi 'baju' ala kadarnya, serabut benang dan sobekan kain disana sini. 

Selain katun pada batik, Hendri juga memakai lurik, dan beberapa versi tenun bali dengan pewarna alam. Kombinasi material batik, lurik dan tenun memang menjadi resep yang dipakai banyak desainer, tetapi sungguh tidak mudah untuk meracik paduan yang 'visually pleasing'. Hendri Budiman berhasil menciptakan paduan yang bercitarasa tinggi tersebut, dengan siluet-siluet kontemporer bergaya muda.

Melalui label 3 Ratu Batik ini, Hendri beberapa kali bereksperimen dengan motif batik yang sama sekali tidak konvensional. Ia menciptakan motif-motif batik baru yang seru, lucu dan menyenangkan, seperti motif polkadot dan ayam-ayaman yang disukai oleh pelanggannya. Batik dan desain yang diciptakan selalu bernada pop, kontras dan berwarna cemerlang, penuh keceriaan khas anak muda. 

Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Keindahan Kain Kimono untuk Fashion Muslim Indonesia

Keindahan Kain Kimono untuk Fashion Muslim Indonesia

Islamic Fashion Institute menggelar fashion show perdananya, menggunakan material istimewa, kain Kimono dari Jepang.

READ MORE
Typography Trend, Wearing Your Voice or Your Designer Logo?

Typography Trend, Wearing Your Voice or Your Designer Logo?

Tren tipografi masih akan terus diminati, mencerminkan ekspresi fashion yang lebih lantang dan ekstrovert.

READ MORE