Cerita Keluarga Si.Se.Sa

Cerita Keluarga Si.Se.Sa

Fashion is getting interesting in modest wear area nowadays. Ada beberapa fenomena yang rasanya masih sulit untuk dicerna bahkan oleh para pengamat fashion yang sudah lama bergelut di dunia ini, seperti apa yang terjadi pada brand riamiranda dan antusiasme penggemarnya. Cerita yang hampir sama, pada Si.Se.Sa, merek yang dimiliki oleh tiga ibu muda Siriz, Senaz dan Sansa, putri-putri dari Merry Pramono, desainer busana muslim senior. Belum sampai 3 tahun, Si.Se.Sa sudah menjadi fenomena tersendiri di industri busana muslim. Si.Se.Sa menjadi leader di segmen busana muslim yang populer disebut syar'i, busana muslim yang terdiri atas gamis/dress panjang longgar dan khimar atau kerudung yang panjang menutup tubuh. 

Sejak tahun lalu, Si.Se.Sa menjadi perbincangan hangat dan terus mengundang decak kagum sekaligus keheranan dari banyak orang. Pasalnya, set busana syar'i Si.Se.Sa semakin diminati hingga setiap channel penjualan yang ada kewalahan untuk menampung permintaan yang membludak. Pada setiap momen penjualan langsung di beberapa event, para pelanggan selalu berbondong-bondong datang, berjubel atau antri demi mendapatkan set busana koleksi terbaru, dan setiap itu pula stok barang yang disediakan selalu ludes diborong. 

Si.Se.Sa juga kerap mengeluarkan koleksi baru dan tidak pernah absen mengikuti peragaan mode di setiap event fashion besar. Karena permintaan yang sangat tinggi, perputaran koleksinya pun sangat cepat, membuat Si.Se.Sa harus pintar-pintar merancang strategi desain, penjualan dan promosi. 


Apa yang membuat Si.Se.Sa istimewa? Khimar, kerudung panjang (langsung pakai) yang menutupi dada hingga perut di bagian depan dan pinggul hingga lutut di sisi belakang, menjadi primadona dalam penjualan yang diakui oleh pelanggan setia Si.Se.Sa sebagai kerudung paling nyaman dan paling sesuai membingkai wajah. Khimar Si.Se.Sa selalu dimutakhirkan dalam penampilannya, dan meskipun kreasi cuttingnya terbatas, tetapi kreasi hiasnya bisa sangat luas dan tidak terbatas.

Begitupun dengan segala batasan dalam berbusana muslim yang harus tertutup, tidak menerawang dan longgar, Si.Se.Sa mampu berkreasi dengan desain-desain yang baru, menyisipkan detail, membubuhi kerut, membuat tumpuk dan melapis-lapis, menekuk, melipat, sehingga busana lurus dan serba longgar mampu tampil variatif dalam siluet, dan tidak membosankan.

Seperti yang ditampilkan dalam Si.Se.Sa Annual Show 2017, akhir Mei lalu. Show tahunan menjadi pergelaran terbesar dan menjadi presentasi koleksi yang akan merangkum koleksi Si.Se.Sa setahun kedepan, dan ditampilkan dihadapan 800 orang penggemar Si.Se.Sa dan pecinta busana muslim. Kali ini, show tahunan Si.Se.Sa bertajuk 'KLUARGI', yang berarti keluarga dalam bahasa Jawa krama Inggil. Si.Se.Sa ingin menekankan bahwa apa yang mereka lakukan, melalui busana muslim syari yang mereka ciptakan, selalu berorientasi kepada keluarga.

  

Tajuk yang relevan, pertama karena koleksi Si.Se.Sa yang sebelumnya hanya menyediakan busana untuk wanita atau ibu, kini atas banyaknya saran dan permintaan pelanggan, maka Si.Se.Sa mengeluarkan label anak-anak dengan nama Ti.Te.Ta, sebuah nama yang terdengar sangat anak-anak sekaligus bermakna mini Si.Se.Sa. Kedua, karena menjelang Ramadhan dan Lebaran, maka Si.Se.Sa juga ingin memenuhi kebutuhan busana bagi seluruh anggota keluarga, ibu, ayah dan anak-anak. Pasalnya, ibu-ibu muda pelanggan Si.Se.Sa merupakan pelanggan setia, artinya mereka akan memakai busana Si.Se.Sa untuk hampir setiap kesempatan, termasuk busana Lebaran. Agak sulit rasanya mencari busana pria yang senada di tempat lain. 

Selain itu, ini juga menjadi pengingat bahwa Si.Se.Sa berasal dari satu keluarga yang semuanya terlibat didalamnya, tumbuh dan berkembang karena mendapat dukungan penuh dari keluarga, baik lingkup terkecil di rumah dan orang-orang disekitar mereka hingga para pelanggan setia yang telah menjadi akrab sebagaimana keluarga sendiri.

Koleksi

Dalam show ini Si.Se.Sa menampilkan 69 look dari gaya kasual hingga grande, yang bisa dibagi dalam 4 kelompok lini untuk memudahkan pelanggan menyesuaikan kebutuhan busana dan budget yang tersedia. Si.Se.Sa blue labelready-to-wear regular dengan desain ringan dari bahan katun, denim dengan harga yang relatif bersahabat (koleksi blue label ini bisa didapatkan dengan harga mulai dari 900 ribu rupiah). Koleksi ini terlihat sangat chic, fashionable dengan perpaduan warna-warna kerudung yang cerah khas anak muda, dengan aksentuasi gaya berupa aksen resleting yang menonjol pada busana (Si.Se.Sa bekerjasama dengan YKK untuk desain ini).

Yang kedua adalah Si.Se.Sa orange labelready-to-wear deluxe, yang merupakan jangkauan terluas dari pelanggan Si.Se.Sa. Ciri khas rancangan lini ini adalah pembubuhan desain transfer Swarovski yang dirancang khusus dan hanya dapat ditemui pada busana Si.Se.Sa. Untuk menyambut Ramadhan dan Idul Fitri, Si.Se.Sa mengeluarkan koleksi busana kembar untuk ibu dan anak, koleksi bagi ayah yang senada dengan busana ibu, serta koleksi keluarga. 

Si.Se.Sa violet labelready-to-wear exclusive hadir sebagai rancangan spesial karena didesain dengan pengerjaan tangan khusus. Untuk Ramadhan dan Lebaran, koleksi violet label dikolaborasikan dengan karya lukisan seniman batik Kudus yang telah berganti rupa menjadi motif cetaj batik berwarna ombre dan mewah. Dan yang keempat adalah Ti.Te.Ta yang merupakan koleksi ready-to-wear kids. 


Kita nantikan cerita selanjutnya dari Si.Se.Sa yang mampu melejitkan busana muslim syar'i ke level yang belum pernah dibayangkan sebelumnya. 

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Rika Mulle at IFW 2017: Traditional Tasikmalaya Embroidery in Modern Cuts

Rika Mulle at IFW 2017: Traditional Tasikmalaya Embroidery in Modern Cuts

READ MORE
Memahami Preferensi Busana Muslim Jelang Ramadhan-Lebaran dalam Koleksi Kamilaa-Itang Yunasz

Memahami Preferensi Busana Muslim Jelang Ramadhan-Lebaran dalam Koleksi Kamilaa-Itang Yunasz

READ MORE