Bermain Koleksi Unisex ala Aldre Indrayana

Bermain Koleksi Unisex ala Aldre Indrayana

Tidak ada yang konvensional dalam karya Aldre Indrayana. Perancang asal Surabaya, kelahiran Malang, Jawa Timur ini memang belum banyak dikenal diantara rimba desain fashion yang biasanya masih diliputi oleh nama-nama desainer Jakarta yang namanya seringkali muncul di media. Aldre kemudian menjadi anggota baru dari Indonesia Fashion Chamber pada akhir tahun 2016 lalu dan memamerkan karyanya kepada publik pada awal tahun 2017 dengan gaya unisex-dekonstruktifnya yang langsung mencuri perhatian. 

Dilihat dari rangkaian koleksi yang telah dikeluarkan sejak ia memulai kariernya 2 tahun lalu, Aldre memang berfokus pada busana siap pakai, dengan pasar kaum muda yang trendi dan mengerti betul gaya personalnya. Busananya sebagian besar unisex, bisa dikenakan baik oleh laki-laki maupun perempuan, dengan potongan yang longgar dan berstruktur.


Seperti yang ditampilkannya terakhir pada event Neo In Style, rangkaian acara fashion dari Neo Soho Mall berkolaborasi dengan Indonesia Fashion Chamber awal September lalu. Aldre menampilkan 8 set busana dengan judul Limbo; The Last Chapter. Limbo memang merupakan tema besar yang diangkatnya untuk tahun ini, sehingga ia mengeluarkan 3 seri/chapter Limbo, dengan benang merah dan nuansa yang sama. Gagasan Limbo diangkat dari novel yang juga sedang dikerjakannya, bermakna sebuah keadaan setelah manusia meninggalkan dunia, dan terjebak diantara surga dan neraka. Bisa pula bermakna the lost pilgrim, sekelompok orang dalam perjalanan mencari Tuhannya dan terjebak dalam ketidakpastian.


Despite of the deeply philosophical inspiration, koleksi Limbo dari Aldre sangat bisa dinikmati, terutama oleh mereka yang memang menyukai gaya androginy. Aldre selalu mengemas koleksinya dengan playful, baik dalam look busananya sendiri, teknik styling, dan dalam presentasi koleksi/show. Seperti dalam Neo in Style kali ini, Aldre kembali banyak menampilkan potongan outerwear, jas, kemeja, dan celana bersiluet longgar. Warna-warna dasar abu-abu dan kehitaman tetap mengemuka, tetapi desainer ini selalu menambahkan aksen yang menunjukkan statement, seperti motif abstrak dan potongan dekonstruktif yang mencolok.

Obi besar berbentuk persegi dengan tali yang sudah menyatu, bisa dengan gaya ditempatkan di pinggang depan maupun belakang, ataupun diikat secara bebas menyilang di dada, di leher, dan sebagainya. Outerwear berlengan satu, bisa dipakai dengan 'sewajarnya', maupun dipakai secara bebas, imajinatif, dan yang membuat orang penasaran dan bertanya-tanya. 

Koleksi Aldre membuktikan bahwa gaya unisex dengan garis struktur yang jelas/tegas pun bisa dipakai dengan menyenangkan, mampu menyatakan karakter pemakainya dengan kuat dan percaya diri. 

  

   

  

See also:
-- Merayakan dan Menggairahkan Tren Fashion dari Kota Malang -- Strategi Memenangkan Modest Fashion Indonesia di Pasar Dalam Negeri -- Menuju Muslim Fashion Festival 2020 -- MUFFEST 2017 Promotes Indonesia as the Center of Global Muslim Fashion --

Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Trend Forecasting 2019/2020; Singularity

Trend Forecasting 2019/2020; Singularity

READ MORE
Merayakan dan Menggairahkan Tren Fashion dari Kota Malang

Merayakan dan Menggairahkan Tren Fashion dari Kota Malang

READ MORE