Anti Panik Jelang Pernikahan?

Anti Panik Jelang Pernikahan?

Saya penasaran, bagi anda yang sudah menikah, atau sedang mempersiapkan hari besar anda (pernikahan), benarkah memang mengalami berbagai kepanikan jelang pernikahan? Kerepotan jelas, yang namanya mengadakan acara besar, pasti harus menyiapkan banyak hal, terutama jika tidak menggunakan jasa perencana pernikahan. Tetapi rasa panik?

Seperti buku terbaru dari TigaGenerasi* ini, berjudul 'Anti Panik Mempersiapkan Pernikahan'. Latar belakang tim penulis menyusun buku ini jelas, karena pengalaman diri sendiri dan orang-orang disekitar mereka yang pernah mengalami panik menjelang pernikahan. Sebabnya bermacam-macam, dan tim penulis berhasil menginventaris persoalan-persoalan yang paling berpotensi menyebabkan kepanikan ini. Mulai dari tidak kompaknya calon pasangan, perbedaan pandangan dua keluarga dalam rangkaian acara pernikahan, biaya pernikahan, hingga pertanyaan galau yang tiba-tiba hinggap, 'is he the one?'. Dari persoalan teknis hingga masalah mental.


Lebih dari sekedar buku referensi mempersiapkan hari pernikahan layaknya wedding organizer, tim penulis tampaknya benar-benar ingin menjadikan buku ini sebagai panduan populer paling lengkap, baik bagi calon pengantin maupun pasangan baru. Dalam tim penulis saja, terdiri atas 7 orang Psikolog berpengalaman untuk menghadirkan sisi persiapan mental dan psikologi yang harus lebih diperhatikan oleh calon pengantin. Seperti memahami bahasa cinta yang dimiliki pasangan, tips berkomunikasi dan mengatasi konfik dengan pasangan maupun calon mertua, serta cara melatih kesiapan psikologis. "Persiapan mental pra-nikah sangat penting bagi kedua calon mempelai. Sebab menikah adalah komitmen yang dilalui dalam suka maupun duka dari dua orang yang berbeda latar belakang, budaya, tradisi, sosial dan karakter", ujar Evita Djaman sebagai perwakilan Psikolog.


Dan deretan narasumber lengkap juga dihadirkan untuk berkontribusi dalam buku ini mulai dari ahli hukum, ahli gizi, pakar kecantikan, dokter kandungan, perencana keuangan, fotografer dan prewedding provider, penata acara dan wedding organizer. Semua aspek persiapan pernikahan ini dibahas secara lengkap dan dikemas secara populer dan kaya ilustrasi, sehingga tidak terasa membosankan. Tim penulis ingin mengusung #PahamiSebelumResmi, bahwa dengan memahami semua aspek ini, maka tidak ada lagi kepanikan-kepanikan yang terjadi menjelang pernikahan.

Anyway, dengan segala aspek yang dihadirkan dalam buku ini, sayangnya tim penulis tidak menyinggung satu aspek yang saya rasa sangat penting bagi seseorang -atau pasangan- yang ingin merencanakan pernikahan. Aspek spiritual. Padahal, menurut hemat saya, inilah aspek yang seharusnya menjadi fondasi, mendasari sebuah niat awal sebelum semua aspek dan hal-hal lain dibicarakan. Mengapa dan untuk apa saya menikah. Aspek ini akan menyederhanakan semuanya, simplify things. Substance over form, menjaga hati lebih dahulu supaya senantiasa ringan, tidak perlu panik. Sehingga meskipun tidak sempurna persiapan lainnya disana-sini, tidak akan ada kegalauan dan kepanikan. 

Mungkin tim penulis buku ini memang tidak ingin menyentuh ranah ini, atau justru memisahkan. Tetapi menurut saya alangkah baiknya jika faktor inipun tidak dilupakan, dan tidak hanya dianggap sebagai domain pribadi. Apalagi untuk sebuah buku yang diklaim sebagai panduan lengkap menuju pernikahan.

Terlepas dari hal tersebut, buku ini benar-benar sempurna sebagai buku pegangan populer dan kekinian, bagi pasangan yang ingin merencanakan pernikahan. Dikemas secara ringan dan komunikatif, kaya ilustrasi yang memudahkan pembaca untuk memahami konten sekaligus tidak merasa bosan untuk membaca buku setebal 325 halaman ini. 

Jadi, masih galau dan panik? 



* TigaGenerasi didirikan pada akhir 2015 oleh 5 sahabat, yaitu Ui Birowo, Saskhya Aulia, Putu Pradnya Dewi, Fathya Artha Utami dan Anastasia Satriyo. TigaGenerasi memiliki tujuan utama sebagai rumah konsultasi yang bisa menjadi rekan dan pusat informasi mengenai keluarga di Indonesia. 


please login to comment.

RELATED ARTICLES

The Rise of #GenM; Generation Muslim

The Rise of #GenM; Generation Muslim

READ MORE
Mewujudkan Tontonan Indonesia yang Lebih Baik, Ini Kesempatannya!

Mewujudkan Tontonan Indonesia yang Lebih Baik, Ini Kesempatannya!

READ MORE