Nuansa Festival dan Kisah Persatuan dalam 'Ng Bono' Happa SS 19

Nuansa Festival dan Kisah Persatuan dalam 'Ng Bono' Happa SS 19

Happa menceritakan kisah barunya, terutama untuk dipersembahkan pada bulan suci Ramadhan kali ini. Bertajuk Ng Bono, koleksi ini dipresentasikan pada momen Ramadan in Style yang diselenggarakan oleh Plaza Indonesia, pada 28 Mei 2019.

Kisah musim ini datang dari sebuah kota di Filipina bernama Davao dan kita mungkin bertanya-tanya apa yang istimewa dari kota ini. Davao adalah kota dengan penghuni asli dari 2 komunitas, pribumi dan kelompok Muslim yang bertahun-tahun hidup berdampingan dalam harmoni dan kedamaian. Ada 11 suku di kota ini, yaitu Bagobo-Kalata, Bagobo-tagabawa, Matigsalug, Ata Manobo, dan Ovu Manobo dari Lumad; dan orang Moro dari Sama, Kagan, Maguindanao, Iranun, Maranao, dan Suku Tausug. Bahkan sampai sekarang, kelompok etnis Davao terus tinggal di dekat kota yang mengingatkan warisan budaya Davao yang kaya.

Pada setiap minggu ketiga bulan Agustus di kota Davao, suku-suku tersebut memiliki festival tahunan yang spesial untuk merayakan kehidupan, kesehatan, dan semua hal baik yang disebut Festival Kadayawan. Asal mulanya, festival ini sebagai bagian dari ritual suku-suku asli di kawasan itu yang berkumpul untuk berdoa dan bersyukur atas panen berlimpah, tetapi sejak itu berkembang menjadi salah satu festival utama pada kalender Filipina dan perayaan panen yang baik. Acara yang biasanya berlangsung selama seminggu menampilkan penampil jalanan dengan kostum berwarna-warni, stan makanan, kompetisi dansa, dan parade bunga. Penduduk setempat selalu bersuka cita dan menunjukkan kegembiraannya, bernyanyi, dan menari, serta memberikan persembahan.

  

Salah satu yang menarik dari Festival Kadayawan adalah permainan suku Dula Kadayawan yang terdiri dari 11 game lawas. Permainannya adalah blowgun, penumbuk padi, pembuatan api, panggung kayu, dan kayu kasing, busur & panah, tombak bambu, pengambilan air, tarik tambang, siklot, dan sisibow. Tujuan dari permainan ini untuk memperkuat hubungan antara masing-masing suku. Hingga hari ini, Kadayawan masih menjadi salah satu festival terbesar di negara ini, bahkan dijuluki sebagai Raja Festival di Filipina.

  

Koleksi ini dihadirkan untuk mengabadikan nuansa perayaan dalam festival tersebut. Print dan motifnya sangat terinspirasi oleh kain tradisional dari suku-suku Filipina, juga banyak pola abstrak dan geometris. Kombinasi warna yang kaya melambangkan kebesaran Kadayawan Festival dengan nuansa ungu cerah, kuning, pirus, biru tua, dan abu-abu. Siluet pun meniru pakaian tradisional dari suku-suku tersebut dan menggabungkannya dengan sentuhan pakaian muslim seperti abaya, jubah, dan potongan-potongan kaftan, menelusuri kembali ke asal-usul suku dan latar belakang Muslim mereka.

Cutting yang bervolume dibuat khusus untuk konstruksi yang longgar dan airy, menggunakan beberapa pilihan kain seperti satin, memberikan koleksi tampilan yang lebih elegan. Meskipun terinspirasi dari dari latar belakang budaya yang kuat, setiap desain tidak terlepas dari sentuhan modern. Ini semua tentang harmoni dalam keanekaragaman.

  

Melalui Festival Kadayawan, Kota Davao menjadi hidup dan menceritakan kisah indah kepada kita tentang persatuan, menunjukkan bahwa hati yang bersyukur tidak mengenal etnis dan latar belakang budaya. Kata "Kadayawan" itu sendiri di Mandaya berarti ketenangan hidup, tenang untuk hidup bersama dalam damai. Di bulan suci Ramadhan ini, mari kita belajar dari mereka untuk menerima perbedaan kita dan saling merayakan, karena kita harus bangga sebagai satu kesatuan. "Bono" dalam bahasa Filipina berarti 'ikatan'. 

Kita terikat bersama di tanah kita ini. Seperti pepatah Indonesia kuno mengatakan "bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”, sangat penting untuk tetap memperkuat ikatan yang kita miliki. 

See also:
-- Emansifashion, Disruptive Fashion Show di Pasar Lama Tangerang -- Fashion, Kuliner hingga Kaligrafi di Ramadhan Runway 2020 Kota Kasablanka -- JMFW 2018, Mendatangkan 'Dunia' ke Lanskap Modest Fashion Indonesia -- Bukan 'Baju Lebaran', Koleksi Desainer yang Baru Rilis di Bulan Ramadhan ini --

Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES

JFW 2017; ​New York Inspired Collection, Hannie Hananto for NYS.co

JFW 2017; ​New York Inspired Collection, Hannie Hananto for NYS.co

READ MORE
IKYK for Rumah Ayu, Kompromi yang Manis

IKYK for Rumah Ayu, Kompromi yang Manis

IKYK, brand ready-to-wear yang dipimpin oleh Anandia Putri ini memang sedang naik daun. Konsep busana yang menjadi brand DNAnya -unique cutting, curious-loose silhouette- menjadi sebuah terobosan segar bagi teritori fashion siap pakai di Indonesia. K...

READ MORE